Persiapan Pengantin Sunda
(7)
"Rombongan dari Majapahit yang akan melamar Putri Dyah Pitaloka sudah datang hari ini kakang.."
" Para utusan yang datang membawa berbagai macam seserahan untuk persapan dan persembahan pernikahan kakang Brahmana."
Emas permata, berbagai bahan kain yang sangat bagus, aneka bahan panen dan komoditas diangkat oleh puluhan kereta...entah berapa ratus kati
" Ya ini adalah hari yang baik ...semoga hari hari ke depan semua rencana berjalan dengan lancar...."
" Wiladatika benar benar ber sungguh sungguh meminta Putri Dyah Pitaloka menjadi Prameswara di Majapahit.. "
" Kakang sebenarnya bagaimanakah saloka dari Prabu Sri Aji Jayabaya itu kakang....Para utusan membacakan saloka dari Sri Aji Jaya Baya."
Bukankah itu, seperti saloka yang kita dengarkan di taman Kaputren beberapa Minggu yang lalu. Yang dikatakan oleh Rkryan Jiwana kepada Putri Dyah Pitaloka. Itu adalah hal luar biasa yang aku dengarkan.
Rkryan Jiwana masih sangat muda dan dia memahami makna saloka Sri Aji Jayabaya itu dengan sangat baik.
Nuswantara memang akan dibangkitkan di muka bumi ini oleh Hyang Jagad Nata, jika matahari dari Timur itu bertemu dengan tempat terbenam nya di tlatah Barat.
Dua brahmana bercahaya di istana Raja Sunda berdiskusi serius tentang kedatangan utusan dari Majapahit yang melamar Dyah Pitaloka.
" Jadi siapa itu Rakryan Jiwana itu Kakang Brahmana ? Kenapa tuan Putri Dyah Pitaloka. Bersedia menemui dengan wajah yang berbinar binar begitu ?"
Brahmana yang dipanggil Kakang tersenyum dengan penuh makna. Kemudian dia meneruskan kata-kata pada Brahmana yang lebih muda.
" Sebenarnya Jika Sunda dan Jawa bersatu, maka akan bangkit lah Nusantara ini.."
"Apakah memang lebih telanjang seperti itu bunyi Saloka itu Kakang Brahmana ?.."
" Ya adi.....dan di masa depan akan ada para penjahat berkulit putih yang akan menggunakan kunci saloka ini untuk menghancurkan Nuswantara... "
" Mengadu domba Sunda dan Jawa...itulah jalan Kehancuran seluruh Nuswantara... "
" Ya adi..karena itu pernikahan Maha Prabu Rajasanagara dengan Tuanku Putri Dyah Pitaloka adalah hal paling penting di Nuswantara... juga bagi mereka berdua..."
"Tapi Kakang...bukankah Sri Aji Maha Mentri Gajah Mada telah mengucapkan Sunda dalam Sumpah Pal appa hampir 3 windu yang lalu..."
"Sunda memang dikatakan dalam Sumpah Sri Aji Gajah Mada...akan tetapi Sunda dipersatukan dalam sebuah pernikahan... seperti bunyi Saloka itu..."
" Gajah Mada juga faham saloka ini ..."
" Tentu saja... kenapa kemudian Gajah Mada di panggil dengan nama Sri Aji ...karena memang meneruskan dan merealisasikan apa yang ditulis oleh Sri Aji Prabu Jayabhaya di Khadiri..."
"Dan itu adalah tugas dari Hyang Widi Wase pada Seluruh penduduk Nuswantara.."
" Nuswantara akan menjadi satu negeri yang kuat adi...lihatlah sekarang saja, semua negeri di Nuswantara ini sudah dibawah kaki Maharaja Rajasanagara.. "
"Aman tentram adil makmur ...seluruh negeri Berlimpah berkah dan kekayaan..Inilah puncak kejayaan Majapahit dan Raja Di raja Maharaja Rajasanagara..."
****
"Kakang Brahmana, bagaimana sebenarnya Majapahit di bawah Sri Aji Gajah Mada dan Maharaja Rajasanagara hari ini ..."
" Adi Kekuasaan Majapahit luar biasa luas..
Mahamentri Sri Aji Gajah Mada berhasil menaklukkan seluruh wilayah di dwi Pantara Nuswantara ini...dengan luar biasa...."
"Bali dan Gurun di Timur berhasil ditaklukkan, Seram dan Tanjungpura, juga Haru dan Pahang (Malaysia) berada di bawah Kekuasaan Wilwatikta. Demikian juga Sriwijaya dan Tumasek (Singapura) berhasil ditaklukkan.. "
" Jagad dewa Bathara telah merestui sumpah Pala Sri Aji Gajah Mada yang terkenal 3 windu yang lalu..."
" Seluas itu kah wilayah Majapahit ? Kakang...Tapi mengapa Tanah Pasundan dilewatkan ? Bukankah untuk ke Sriwijaya dan juga ke Pahang mereka akan melalui wilayah kita ini Kakang Brahmana.. "
" Sejak awal Maha Menteri Sri Aji Gajah Mada sudah memahami hal itu dengan baik.... Pasundan bukanlah musuh yang harus ditaklukkan karena Pasundan adalah kembaran Wilwatikta.... "
" Kembaran ? kembaran bagaimana Kakang Brahmana "
" Jiwa Jawa dan Jiwa Sunda adalah sepasang pengantin, diciptakan Hyang Widi Wase untuk saling berpasangan... Menjadi Raja dan Penasihatnya.... menjadi Pemimpin dan Cahaya Ilmu nya..."
" Begitulah langit sudah menentukan setiap kita pada fungsi hidup yang beragam..."
" Pemimpin atau Maharaja adalah manusia yang memang Diminta oleh Sang Hyang Jagad Nata sebagai pemimpin...
wahyu pemimpin atau Maharaja hanya akan turun pada yang diciptakan sebagai Maharaja, bukan sembarang orang...demikianlah wahyu bagi Brahmana hanya akan turun pada Brahmana saja..."
" Tidak bisa Si Bhayangkara berubah menjadi Maharaja... karena memang dia diciptakan untuk menjalani kehidupan Bhayangkara negara..."
" Lihatlah dalam perjalanan sejarah Wiladatika ada seorang Bhayangkara tinggi Ra Kuti namanya.. Ra Kuti bermimpi menjadi Maharaja Majapahit.... meskipun Kerajaan sedang dirundung berbagai bencana dan tantangan besar... Tidak kemudian yang tidak ditakdirkan menjadi Maharaja akan bisa menjadi Maharaja..."
" Kekuatan Ra Kuti sangat besar...bahkan seluruh kota raja berhasil dikuasai...Akan tetapi karena bukan khittah Maharaja, Ra Kuti dan seluruh pasukannya, mereka semua dipatatahan hanya oleh seorang Bekel ....seorang yang berpangkat rendah di Wiladatika... "
"Apakah Bekel itu adalah Sri Aji Gajah Mada... Sang Maha Menteri sekarang ini Kakang Brahmana ?"
" Ya benar adi...Bekel Gajah Mada itu sekarang memimpin Seluruh pasukan Majapahit.... Menjelajah Nusantara... "
" Meskipun seorang yang berpangkat rendah...seorang Bekel... Akan tetapi Hyang Jagad Nata telah menulis kan bahwa dia akan menjadi Maha Menteri negara besar itu..."
"Bagaimana mungkin seorang yang tidak punya apa-apa, seorang Bekel kemudian menjadi Panglima Perang terkuat di Nuswantara ini ...coba pikirkan lah..."
"Semua yang terjadi telah dituliskan dengan sangat detail oleh Hyang Widi Wase..Kita hanya menjalani saja..."
" Semua sudah dituliskan oleh Sang Hyang Widi Wasa...dan kehadiran kita di sini hanyalah untuk menjalani saja. Tidak bisa mengkhianati apapun... Tidak ada yang lebih rendah...tidak ada yang lebih tinggi... semuanya sama sederajat...di hadapan Sang Hyang Widi Wase...."
" Seperti nya saja kita berupaya untuk meraih apa yang kita inginkan, akan tetapi semua nya Sebenarnya telah dituliskan dan ditetapkan Adi..."
" Narimo Ing Pandum.....bahasa Jawa Majapahit nya..."
" Kanda Brahmana juga menguasai Bahasa Majapahit.... "
" Semua Bahasa adalah sama Adi...tak ada yang berbeda... Seperti kita semua manusia juga sama saja..."
"Wajah tampan dan cantik....yang gagah perkasa atau pun yang lemah hanyalah wadah saja..Karena manusia sejati bukanlah wadah nya akan tetapi manusia sejati adalah jiwa nya..."
" Iya betul Adi...kau menebak dengan benar... Itulah pesan yang tertulis di Bhagawadgita Sri Aji Krisna ...pesan untuk Arjuna...pesan untuk kita semua nya..."
Avinasi tu tadi viddhi yena sarvam diam tatam vinasam avyayasyasya na kascit kartum arhati
Hakikat tubuh sejati jiwa yang ada di dalam jasad tidak dapat dimusnahkan. Tidak ada seorang pun yang mampu memusnahkan hakikat tubuh sejati yang tidak dapat dimusnahkan itu
Brahmana membaca deretan saloka dari Bhagavadgita dan meneruskan sejarah perjalanan Majapahit.
Baca Juga :
Dan Kubalai Khan Pun Tewas Di Tangan Laskar Tarik Majapahit
Lihat : Sejarah China Dari Masa Ke Masa
Kerajaan Sunda : Antara Data Prasasti, Mitos Dan Cerita Rakyat. (Lihat Link Terbaru:Tribun Nusantara)

.jpeg)