Satelit Nusantara 5 : Satelit Dengan Kapasitas Terbesar Di Asia, Siap Beroperasi
Bandung,
Meneruskan dominasi Satelit GSM pertama di dunia yang digagas oleh PT PSN (Pacific Satelit Nusantara) PSN Kembali meluncurkan Satelit Nusantara-5 dengan kapasitas terbesar di Asia.
Satelit resmi beroperasi 11 Mei 2026, setelah sebelumnya diluncurkan pada September tahun lalu, dan sempat beberapa kali mengalami delay peluncuran.
Satelit Nusantara 5 (Nusantara Lima) adalah satelit komunikasi geostasioner berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gbps, menjadikan Satelit Nusantara-5 menjadi satelit komunikasi dengan kapasitas terbesar di Asia. Diluncurkan dengan roket Falcon 9 SpaceX dari Cape Canaveral, satelit ini menempati slot orbit 113° Bujur Timur untuk mendukung pemerataan akses internet hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Kapasitas Raksasa: Memiliki total kapasitas mencapai 160 Gbps untuk menyediakan bandwidth besar dan internet berkecepatan tinggi.
Teknologi VHTS: Menggunakan teknologi High Throughput Satellite yang membagi area cakupan menjadi banyak spot beam untuk efisiensi dan jangkauan yang lebih optimal.
PEMBUAT Boeing, USA
PLATFORM 702 MP
POSISI ORBIT 113 East
UMUR >15 Years
KAPASITAS TRANSPONDER 101 Ka-Band Spot Beams
TANGGAL PELUNCURAN 12 September 2025
ROKET PELUNCUR FALCON-9, SPACE-X, USA
PSN adalah perusahaan Satelit Indonesia yang berdiri pada tahun 1991. Selama perjalanannya dalam catatan Informatika News Line ada 11 Satelit yang telah diluncurkan dan dioperasikan oleh PSN.
1992 : PSN membeli Satelit Palapa B-1 (*1) dari PT Telkom. Satelit Palapa B1 menjadi Satelit komersial non Satelit Internasional Intelsat, pertama di Asia’
1996 : PSN (bersama Satelindo) membeli Satelit Palapa C1 (*2) dan Satelit Palapa C2 (*3).
Satelit Palapa C1 diluncurkan dari Cape Canaveral, USA, dan Satelit Palapa C2 diluncurkan dari Kouru, French Guiana. PSN memiliki 12 extended C-band transponders di setiap Satelit
1997 : PSN mengakuisisi 2 Transponder C-Band dari Satelit Aquila II (*4) milik Mabuhay, Perusahaan Satelit Philippines
2000 : PSN (bersama Asia Cellular Satellite (ACeS)) meluncurkan Satelit Garuda 1 (*5), di Frekuensi L-band, dan menjadi satelit GSM Pertama di dunia yang bisa melayani di Asia Tenggara, bahkan seluruh Asia
2015 PSN bersama Indosat meluncurkan Satelit PSN VR (*6) di slot orbit 146° East
Baca Juga :
Cetak Biru Bisnis Satelit Indonesia (broken link) link baru Link asli
Satelit LEO Jadi Strategi Baru Pembangunan Infrastruktur Digital Nasional ?
Pertempuran Baru Back Bone Pendukung Layanan Last Mile ? Google Taara, Siap Serbu Starlink ?
2019 : PSN meluncurkan Satelit Nusantara-1 (*7) dari Cape Canaveral, Amerika Serikat. Satelit dibuat oleh Space Systems Loral (SSL). Satelit ini adalah Satelit Broadband Indonesia pertama yang memfungsikan Teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar
Satelit Nusantara-1 yang merupakan Satelit Broadband pertama Indonesia, yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas bandwidth besar untuk memberikan layanan akses broadband. Satelit Nusantara-1 memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps, dengan area cakupan (coverage) hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Nusantara-1 dibuat oleh Space System Loral (SSL), Amerika Serikat dan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat pada Februari 2019 menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.
2020 : PSN bersama Indosat meluncurkan Satelit Nusantara-2 (*8), dari China. Satelit dibuat oleh China Great Wall Industry Corp. Dibuat untuk mendukung Satelit Nusantara-1, dan menggantikan Satelit Palapa D yang telah habis beroperasi, sayangnya Satelit Nusantara-2 gagal mencapai orbit GSO
Satelit Nusantara-2 yang sesuai jadwal telah diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC), Tiongkok menggunakan Roket Long March 3B, pada 2020. Sayangnya, satelit ini hilang kontak dan gagal mengorbit. Dalam pengoperasian satelit, terdapat tiga stage. Satelit Nusantara II beroperasi normal pada stage pertama dan kedua. Setelah itu, satelit mengalami anomali pada saat stage ketiga. Stage ketiga itu memiliki dua roket, dan salah satu roketnya tidak menyala sehingga tidak mendapatkan kecepatan yang cukup untuk masuk ke orbit yang telah ditentukan. Satelit Nusantara-2 terbang di ketinggian sekitar 170 KM dengan kecepatan 7.100 meter per detik, kemudian jatuh ke lautan dan tidak bisa diselamatkan,
2022 : PSN membantu peluncuran nanosatellite pertama Indonesia, Surya Satelit-1 (SS-1) (*9).
2023 : PSN Meluncurkan Satelit Nusantara-3 atau Satria 1 (*10)
2026 : PSN kembali meluncurkan Satelit Nusantara-5 (*11)
MIG
