Tipuan Culas Si Celaka
(2)
Dua batalyon kavaleri khusus istana Barat Trowulan bergerak diam diam ke Lapangan Bubat menjelang tengah malam.
Kavaleri pasukan khusus adalah penjaga utama keluarga Raja Majapahit. Kampiun pertempuran di banyak telatah Nusantara dan memiliki kesaktian dan kadigjayaan yang mengagumkan.
Kacerdasan panglima pemimpin Kavaleri, dan juga ketegasan nya membuat pasukan manapun akan berhitung lebih banyak jika harus berhadapan dengan pasukan kavaleri khusus ini.
Tengah malam ini akan menjadi sejarah kelam berdarah bagi rombongan Pasundan di tanah Majapahit. Tugas utama pasukan kavaleri khusus telah ditetapkan dan tugas itu tidak bisa dihentikan oleh siapa pun .
****
Ra Prana tersenyum puas, wajah culasnya yang jahat, tak pernah mampu dibaca oleh siapa saja, yang terpikat oleh kecerdasan dan ke rendah hatian pura pura Ra Prana.
Wajah Ra Prana sangat tampan. Sopan dan tidak barangasan membuat siapa pun akan terikat dan jatuh hati.
Sambil memacu syahwat di atas gelinjang penuh gairah si cantik yang putih bersih ..dan kulit nya yang mulus, kepala jahat Ra Prana terus mengulang-ulang mengingat seluruh rencana celaka nya.
" Dendam Maharaja Kuti yang mulia akan mulai terbalaskan malam ini. Tak akan ada kebahagiaan dan kejayaan Majapahit dan Nusantara selama-lamanya..."
Rencana kotor dan mengerikan di kepala Ra Prana bercampur dengan syahwat terlarang si cantik yang berkulit bersih, mulus, yang terengah engah memacu nafsu bersama tubuh tampan Ra Prana yang dipenuhi aura terkutuk dan celaka.
***
Ra Prana adalah telik sandi lama di Majapahit. Sepanjang pemerintahan Raja Jayanegara tugas utamanya adalah mengelilingi Istana Kapopongan. Tak ada yang mengetahui bahwa Ra Prana adalah tangan kanan penting Ra Kuti, Maharaja Kuti.
Informasi nya pada Istana Kapopongan soal serangan ke Istana Raja Majapahit didengar oleh para penghuni Istana Kapopongan. Padahal tidak ada satupun telik sandi yang mengetahui hal itu.
"Ra Prana...Malam ini Kalagemet akan mati di tangan ku Ra Prana, semoga Gusti Wijaya dan juga Dyah Tribhuwana dan adik akan bebas dari cengkeraman binatang busuk itu..." Ra Kuti berbicara setengah berteriak pada Ra Prana. "
Tentu saja Ra Prana tahu rencana serangan ke istana Majapahit, karena dia lah satu satunya manusia yang mendengar waktu tepat serangan Ra Kuti ke tengah Istana Majapahit.
Sejak saat itu penghuni Istana Kapopongan merasa akrab dengan Ra Prana. Bahkan Bhre Wengker suami Brhe Daha, paman dan bibi Maharaja Majapahit, juga ikut mendengarkan ide dan masukan nya.
Meski telik sandi yang linuwih, akan tetapi Ra Prana tidak terlalu waspada, Ra Prana selalu lupa, selalu ada sepasang mata yang selalu melihat karya culas ide ide jahat yang selalu diberikan Ra Prana pada tuanku Bhre Wengker yang perkasa.
Sepasang mata yang selalu memperhatikan Ra Prana itulah yang kemudian berhasil membawa Maharaja Jayanegara lepas dari jebakan maut Ra Kuti di dalam Istana Majapahit.
Ra Prana masih juga tidak mengerti dan memahami bahwa segala langkah dan tingkah lakunya selalu dalam pengawasan yang sangat ketat, oleh mata yang sama yang selalu melihat dengan sangat teliti, setiap sudut Istana Raja dan keluarga Raja Majapahit, bahkan seluruh sudut kota raja Majapahit tidak pernah lepas dari si mata yang tajam dan penuh kewaspadaan itu.
****
" Yang mulia Wijayarajasa, tuanku Bhre Wengker. Panglima Perang kita salah memahami makna Timur dan Barat yang disampaikan oleh Sri Aji Prabu Jayabaya.."
" Barat bukanlah Sunda, akan tetapi Barat adalah Istana Barat tuanku Wijayarajasa. Ananda Putri Sri Sudewi lah yang paling tepat menduduki Prameswara Wiladatika tuanku Bhre Wengker."
Wijayarajasa, Raden Kudamerta Ring Pamotan tersenyum tidak memahami kata kata culas Ra Pranala.
" Apa maksudmu Ra Pranala, aku tidak mengerti maksudmu, ada apa dengan Sri Sudewi ? Anak raja Bhre Jiwana dan Sri Sudewi adalah saudara sepupu dan sudah barang tentu akan mendukung ananda Bhre Kahuripan di Istana Raja Wiladatika."
Ra Prana mendekat ke depan Wijayarajasa membawa lontar yang bertuliskan huruf huruf kalimat lama peninggalan era kejayaan Raja Kadhiri Sri Prabu Jayabaya.
"Patih Amangkubumi memang suka melebih lebihkan dan suka salah terjemahan ramalan tuanku. Mohon paduka membaca kembali lontar Sri Aji Prabu Jayabaya ini.'
Nusantara Raya ini akan bangkit berjaya, jika surya di timur bertemu tempat tenggelamnya matahari di Barat Jawadwipa.
" Apa maksudmu Ra Prana, ada apa dengan Paman Patih Amangku Bhumi Gajah Mada ?"
" Sri Aji Gajah Mada bukan orang sembarangan yang menafsirkan sebuah saloka lontar begitu saja."
" Maha ratu Majapahit haruslah Tuan putri Sri Sudewi tuanku. Tidak mungkin Maharatu Prameswara adalah orang Sunda tuanku..."
" Ra Prana saya sudah diskusikan ide itu kepada Sang Prabu...Tapi apakah kita semua tidak mengerti kehendak Sang Maharaja ? Bahkan Sri Rajasanagara mentasbihkan nama Sunda Beliau ...Hayam Wuruk... ananda Hayam Wuruk... bukan kah Hayam Wuruk itu adalah bahasa tanah Pasundan ? Bahasa Negeri Barat ?"
"Ra Prana..... tidak layak memaksa Sang Bra Wijaya seperti itu...Wijaya Yang Agung tidak boleh dipaksa paksa ...bukan begitu..."
" Tuanku Bhre Wengker, justru Paduka Maha raja harus diarahkan dan diatur. Maharaja Rajasanagara adalah Maharaja milik kita semua. Seorang Raja harus mau diatur. Karena ada rakyat dan negeri yang dipertaruhkan."
****
Gaya menipu Ra Prana ini berhasil menggerakkan dua batalyon kavaleri khusus menuju lapangan Bubat. !!!
Dalam kegelapan malam kota raja Majapahit. Dua Batalion pasukan khusus kavaleri ini bergerak sangat cepat dengan tujuan pasti, Lapangan Bubat !!!!
Empat Batalion tempur prajurit pejalan kaki, dari arah Selatan kota Raja Majapahit menyusul atau bahkan mendahului dua Batalion kavaleri.
Sebuah jalur pintas melewati persawahan dan sungai sungai kecil yang tak mampu dilewati dengan baik oleh pasukan kavaleri berkuda, membuat pasukan pejalan kaki ini mencapai Bubat lebih cepat beberapa saat.
Empat plus dua Batalion tempur khusus di bawah perintah khusus Istana Barat Majapahit merangsek menuju Bubat, dengan cepat. Kemampuan bergerak cepat dalam tenang adalah kemampuan utama pasukan Majapahit.
Dalam formasi perang yang hening, sebuah tugas akan mampu diselesaikan dengan baik.
******
Ra Prana yang celaka, tersenyum puas melihat enam batalion khusus Istana Barat itu bergerak. Tubuh celaka itu keluar diam diam menuju sebuah rumah di kota raja.
Ra Prana membuka pintu rumah yang bukan rumah miliknya itu. Setelah berhasil masuk rumah dengan cepat, Ra Pranala tiba tiba sudah berada di depan peraduan seorang wanita cantik yang sedang tertidur pulas.
Sinar lampu titir yang hampir padam, menerangi kulit putih bersih wanita cantik itu.
Ra Prana yang celaka memandang wanita cantik itu dengan penuh gelegak gairah dan gejolak memburu di dalam dada nya.
Kulit putih bersih wanita cantik itu akan memikat siapapun yang memandang nya. Dalam keheningan malam, sebuah pasukan bergerak cepat, sementara si culas celaka, melanjutkan syahwat jahat nya membongkar seluruh tatanan, memuaskan nafsu jahat yang tidak juga segera berhenti.
Baca Juga : Dan Kubalai Khan Pun Tewas Di Tangan Laskar Tarik Majapahit
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)