Gelap Gulita Lapangan Bubat
(3)
Darah Di Padang Bubat
Ki Kuda Mertani berseru keras.
"Majapahit.....majuuuuuu.....hancurkan Pasundan ..."
Enam Batalyon tempur terkuat di seluruh Nuswantara merangsek dengan cepat ke tengah Lapangan Bubat.
Bekel Adipura dari penjuru Barat Istana Raja memacu kuda ke arah Ki Kuda Mertani.
" Perintah Maharaja Hayam Wuruk...Perintah Maharaja Hayam Wuruk..."
Para prajurit yang bergerak cepat ke arah lapangan Bubat menjadi kebingungan, saling memandang ragu ragu, melihat bayangan gelap kuda yang bergerak cepat ke arah Ki Kuda Mertani.
" Siapa itu Maharaja Hayam Wuruk ? "
" Hayam Wuruk ? Apa maksudnya ..."
" Hayam Wuruk itu siapa ?"
" Itu Bahasa Sunda .... "
" Hayam Wuruk itu Maharaja Sunda ?"
" Itu adalah Sri Rajasanegara..."
" Hah...apakah Sri Rajasanagara adalah Hayam Wuruk ? "
" Itu kan nama Sunda beliau..."
" Sri Rajasanegara memang sangat mencintai Dyah Pitaloka... apakah kalian semua tidak faham ? Hayam Wuruk itu adalah nama Sunda Sri Rajasanagara... "
" Lalu kenapa kita semua ada di Bubat ...ini ada apa ?"
Ki Kuda Mertani memandang terkejut bekel Adipura. Matanya melihat lambang surya Majapahit emas di tangan Adipura. Tidak terlihat jelas samar samar ditelan gelap Lapangan Bubat.
" Tuan Ki Kuda Mertani...berhenti atas nama Maharaja Hayam Wuruk..Lihatlah lambang Surya Majapahit ini...Emas Surya Majapahit ini adalah lambang di baju Maharaja Hayam Wuruk sendiri....berhenti....hentikan seluruh pasukan...."
" Bekel Adipura...kami tidak bisa berhenti bahkan oleh Surya Majapahit Sang Prabu Sri Rajasanagara... pasukan ini adalah pasukan khusus di bawah perlindungan Ibu Raja Bhre Daha...."
" Pasukan Majapahit ...maju....hancurkan Pasundan...."
" Kuda Mertani.....anda melawan titah Mahaprabu Hayam Wuruk....anda melawan Mahapatih Amangku Bhumi Sri Aji Gajah Mada....Hentikan Pasukan...."
Ki Kuda Mertani melirik dengan penuh ragu pada Bekel Adipura.
" Kau Bekel Adipura.... Aku adalah Panglima Pasukan Istana Barat...kau tak bisa menghentikan pasukan...kau hanya bekel..."
Bekel Adipura menjadi panik. Surya Majapahit emas itu tak membuat Ki Kuda Mertani berhenti.
Bekel Adipura memacu kuda nya ke tengah tengah pasukan terkuat itu sambil berteriak teriak menunjukkan surya Majapahit emas di tangannya.
" Prajurit Majapahit ....berhenti...ini Surya Majapahit Sang Prabu Hayam Wuruk...."
Para prajurit tidak mengerti dengan jelas teriakan Bekel Adipura.
" Bekel itu sedang ngapain..."
" Hancurkan Pasundan..."
" Bergerak Cepat......"
" Dia membawa Surya Majapahit emas."
"Tidak kelihatan sama sekali apa yang dia bawa..."
" Pasukan...Berhenti..." Bekel Adipura berteriak teriak. " Saya membawa Surya Majapahit..."
"Hentukan pasukan demi Tuhan hentikan pasukan...Jagad Dewa Batara....Hentikan pasukan ....."
Tapi pasukan Majapahit bergerak lebih cepat dari bekel Adipura. Pasukan Majapahit menyerbu ke perkemahan di tengah Lapangan Bubat.
"Pasukan Majapahit Hentikan ....titah Maha Prabu Hayam Wuruk..."
Pasukan Kavaleri bergerak sangat cepat, suara hingar bingar teriakan pasukan Majapahit menenggelamkan suara Adipura.
Beberapa kemah luar Pasundan mulai rusak oleh tendangan kuda-kuda Kavaleri Pasukan Majapahit.
" Itu prajurit Pasundan ada di belakang...
kejaaaaar...."
" Kejaaar musnahkan...."
Beberapa Komandan pasukan kavaleri dan pasukan infantri pejalan kaki Majapahit melihat kelebat bayangan pasukan Sunda.
" Perkemahan utama hancurkan..."
*****
Putus asa dan gagal menghalau gerakan pasukan Majapahit yang sangat cepat. Bekel Adipura memacu kuda nya ke Ki Kuda Mertani.
" Kuda Mertani... aku membawa surya Majapahit... maka akulah Sang Maharaja Hayam Wuruk sendiri...aku adalah Sri Prabu Hayam Wuruk...apakah kau fahami itu," Adi pura berkata setengah berteriak.
" Bekel Adipura aku tidak bisa melihat dengan jelas Surya Majapahit yang kau bawa ...mendekat lah biar aku melihat lebih jelas surya Majapahit mu itu..."
" Kuda Mertani kenapa kau tidak mengajak bicara pasukan di Tengah lapangan Bubat dulu baik baik.... kenapa kau langsung menyuruh seluruh pasukan menyerang ?"
Sambil berteriak teriak marah, Bekel Adipura mendekatkan kuda nya ke Kuda Mertani. Menunjukkan Surya Majapahit ke mata Kuda Mertani.
Tapi Ki Kuda Mertani yang hanya melirik sekilas Surya Majapahit, tiba tiba meraih keris di belakang punggung nya. Dan dengan cepat keris itu menghunjam ke dada bekel Adipura.
Adipura terkejut mendapat serangan mendadak itu. Tapi keris beracun Kuda Mertani telah menghunjam dada nya.
"BINASA...BINASA...."
Setelah itu tumbang tubuh Adipura bersimbah darah. Kuda Adipura meringkik keras, menangisi tuannya yang jatuh bersimbah darah dan tewas.
Tak begitu lama setelah itu dari arah selatan dua prajurit berkuda memacu kuda nya demgan sangat cepat mendekati Kuda Mertani.
" Ki Kuda Mertani, kami berdua adalah utusan Sri Aji Gajah Mada, Mahapatih Amangku Bhumi Sri Aji Gajah Mada.."
" Hentikan seluruh pasukan mu..."
" Dengarkan baik baik...hentikan seluruh pasukan mu..."
" Aku ingatkan hentikan seluruh pasukan mu..."
Ki Kuda Mertani mendengar dengan jelas suara perintah dan teriakan teriakan itu. Tapi Kuda Mertani hanya diam sambil menyeringai
Kuda Mertani mengambil tombak pendek di samping kuda nya. Dan dengan bersenjatakan keris yang masih penuh bersimbah darah dan tombak pendek, salah satu panglima perang Majapahit ini menyerang dua penunggang kuda yang baru datang itu.
Meloncat dari atas kuda nya, Ki Kuda Mertani melejit ke atas. Keris dan tombak pendek panglima perang itu menyerang kedua penunggang kuda itu dengan sangat cepat.
Malang nasib kedua penunggang kuda itu. Senjata bertuah Ki Kuda Mertani melukai dan menewaskan mereka berdua seketika itu juga.
Malam itu tiga prajurit Majapahit gugur di lapangan Bubat. Darah tiga prajurit itu mengalir membasahi lapangan Bubat yang gelap gulita.
Lolong anjing malam..terdengar di tengah hingar bingar teriakan prajurit Majapahit. Mengiringi teriakan 3 prajurit Majapahit itu memegang nyawa.
" Ambil Surya Majapahit dari Bekel itu..." Teriak Kuda Mertani kepada beberapa prajurit yang berada di sekitar Kuda Mertani.
Malam semakin larut, pasukan Majapahit yang ganas terus merangsek menghantam dan menghancurkan.
Baca Juga : Dan Kubalai Khan Pun Tewas Di Tangan Laskar Tarik Majapahit

.jpeg)