Satelit Militer Noor 2 milik Iran berhasil diluncurkan oleh Iran. Keberhasilan Iran ini dilansir oleh Kantor Berita Iran IRNA (08/03/2022).
Komandan Garda Revolusi Iran,(Islamic Revolution Guards Corps (IRGC)), Mayor Jendral Hossein Salami menyatakan bahwa keberhasilan Iran meluncurkan Satelit Noor 2 adalah keberhasilan Negara Islam pertama di dunia dalam memproduksi dan meluncurkan sendiri Satelit.
Dalam catatan Informatika Newsline, Iran bukan satu satunya negara Islam yang menggelar program luar angkasa. Setelah peluncuran Satelit Noor 1 April 2020, Uni Emirat Arab adalah negara Islam lain yang menyusul. Uni Emirat Arab bahkan menjadi negara Islam Pertama yang pertama berhasil meluncurkan Satelit Riset pemantau ke Planet Mars pada 19 Juli 2020. Misi Satelit Misbar Al Amal milik Uni Emirat Arab ini memang memanfaatkan wahana roket H-IIA milik Jepang, bukan buatan Uni Emirat Arab Sendiri. Satelit Misbar Al Amal sendiri telah berhasil memasuki orbit Planet Mars pada 9 Februari 2021 yang lalu.
Turki adalah negara Islam lain yang juga merencanakan mendaratkan astronot di bulan tahun 2023 yang akan datang dengan roket peluncur sendiri. Pakistan juga tercatat berniat mengirimkan astronot pertama ke luar angkasa tahun 2022 ini. Setelah sebelumnya pada tahun 2020 melakukan seleksi calon Astronot yang akan dikirim ke luar angkasa.
Tuduhan dan Hinaan Media Dan Pejabat Barat
Satelit Noor 1, berhasil diluncurkan dan memasuki Orbit April 2020 yang lalu. Dan peluncuran Satelit Noor 2 ini merupakan kabar baru keberhasilan Iran merambah penguasaan Ruang Angkasa.
Media Barat dan pejabat Amerika Serikat menghina Satelit Noor 1 milik Iran sebagai pengiriman Web Came ke luar angkasa. Akan tetapi keberhasilan peluncuran Satelit Noor 2 membuat Barat menjadi ketar ketir dengan pencapaian yang berhasil dilakukan oleh Iran. Media dan pejabat Barat menuduh roket untuk meluncurkan Satelit tersebut bisa menjadi wahana rudal nuklir antar benua. Sementara Iran sendiri menolak spekulasi tersebut dan menyatakan bahwa pengembangan roket ruang angkasa tidak diarahkan untuk perlengkapan senjata nuklir. Iran juga menambahkan bahwa program nuklir Iran adalah untuk pembangkit listrik tenaga nuklir bukan untuk persenjataan perang.
Peluncuran Satelit Noor 2 ini dilakukan Iran di tengah pembicaraan tentang berbagai pencabutan blokade ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran oleh Presiden Amerika Joey Biden.
Sanksi ekonomi yang dicabut pada tahun 2015 sempat diberlakukan kembali pada masa Presiden Donald Trump.
Akan tetapi setelah Joe Biden menggantikan Donald Trump, sanksi ekonomi dicabut kembali oleh Amerika Serikat, mengikuti negara negara Eropa yang menolak mengikuti inisiatif Donald Trump.
Jejak Pogram Ruang Angkasa Iran
Program Ruang Angkasa Iran mulai dicetuskan sejak tahun 1990 an. Kedekatan Iran dengan Uni Soviet, membuat program ruang angkasa dicetuskan di tengah pertemuan antara Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani dengan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev.
Setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam uji coba akhirnya pada tahun 2020 Iran berhasil menempatkan Satelit Militer nya di orbit LEO (low earth orbit).
Berikut adalah catatan jejak program ruang angkasa yang telah dilakukan oleh Iran.
1990 : Iran menyatakan niat mengirim manusia ke luar angkasa pada
pertemuan puncak Presiden Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani dalam penerbangan bersama Soviet-Iran ke Stasiun ruang angkasa MIR
21 November 2005 : Iran memiliki program luar angkasa manusia bersama dengan rencana pengembangan pesawat ruang angkasa dan laboratorium ruang angkasa
20 Agustus 2008,
Kepala (IAIO) Reza Taghipour mengungkapkan Iran meluncurkan misi manusia ke luar angkasa dalam satu dekade 2018 dan 2021 menjadikan Iran kekuatan luar angkasa terkemuka di kawasan
Agustus 2010, Presiden Ahmadinejad mengumumkan astronot pertama Iran dikirim ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa paling lambat 2019 dan menyatakan keinginannya untuk menjadi astronot pertama
Februari 2015 : detail desain diterbitkan dalam publikasi "Astronaut"
17 Februari 2015 mock up pesawat ruang angkasa ditampilkan selama upacara hari nasional luar angkasa Iran. Kepala institut mengumumkan bahwa pesawat ruang angkasa akan diluncurkan ke luar angkasa pada 2016
Pesawat ruang angkasa kapsul kecil kelas Merkurius AS dan SU Vostok Iran membawa 1 astronot ke ketinggian 175 km dan mengembalikannya ke Bumi.
Pesawat ruang angkasa itu diberi nama kode proyek "Kelas E Kavoshgar". Komponen utama termasuk adaptor peluncur, pesawat ruang angkasa, dan sistem pembatalan peluncuran .
2016 Uji terbang sub-orbital dengan monyet dilakukan
2017 Administrator Luar Angkasa Iran, program ditunda pada 2017 tanpa batas waktu.
2020
Satelit 'Victory' gagal diluncurkan ke orbit pada tahun 2020
April 2020 Satelit Militer Pertama Iran mengorbit
Februari 2021 Iran berhasil meluncurkan Zoltanah, peluncur Satelit paling kuat di dunia
30 Desember 2021 Iran berhasil meluncurkan Satelit Simorgh, Berisi 3 Kargo Instrumen Penelitian Ruang Angkasa akan tetapi gagal mencapai orbit
8 Maret 2022 Meluncurkan Satelit Milter kedua, Noor-2 di Gurun Shahroud. Roket pembawa satelit Ghased. Satelit mencapai orbit LEO 500 km di atas permukaan bumi
Berburu 200 ribu Lebih Janda Di Negeri Ayatullah
Kejujuran Pemerintah Dan Media Massa Iran (broken link) Link Lama
Pesan Perdamaian Karpet Persia
Putra Sang Imam (broken link). link lama. Link cahayapress
Jejak Perjuangan Sang Imam

