Rujuk Iran dan Saudi Arabia

 


Bandung, Polkrim On Line (16/03/2023)

Kantor berita Iran, IRNA mengangkat beragam topik positif terkait memulihnya hubungan Iran Dan Arab Saudi yang telah bertahun-tahun terganggu karena berbagai fokus politik yang berlatar belakang konflik sektarian  antara kedua negara tersebut. Selain fokus pada berita tentang pemulihan hubungan Iran Dan Saudi Arabia, IRNA juga mengangkat dampak sekunder yang terjadi akibat pemuluhan hubungan diplomatik yang juga terjadi akibat dukungan dari China tersebut. 

Selain mengangkat dampak sekunder dari memulihnya hubungan diplomatik ini. IRNA juga tidak lupa mengangkat berbagai komoditas yang dihasilkan oleh Iran dan siap dipasarkan ke pasar global. Iran mengalami kesulitan besar bertahun-tahun setelah kebijakan blokade ekonomi oleh Amerika, Negara Eropa, dan sekutu-sekutunya. 

Berikut adalah petikan fokus news yang diangkat oleh IRNA selama beberapa hari terakhir (vijay)


(1) Menteri Keuangan Arab Saudi Melihat Potensi Investasi Saudi di Iran Akan Naik Dengan Sangat Cepat

IRNA mengangkat komentar Menteri Keuangan Arab Saudi, Muhammad al-Jadaan, yang mengatakan pada hari Rabu (15/03/2023) bahwa investasi Saudi ke Iran akan dapat terjadi "dengan sangat cepat" setelah kesepakatan. 

“Ada banyak peluang untuk investasi Saudi di Iran. Kami tidak melihat hambatan apapu selama ketentuan perjanjian tetap dihormati, ”kata al-Jadaan selama Konferensi Sektor Keuangan di Riyadh.


(2) Fokus Pemulihan Hubungan Diplomatik Iran - Saudi Arabia : Timur Tengah di Jalan Menuju Perdamaian dan Stabilitas

Setelah dicapai kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi untuk memulihkan hubungan diplomatik, IRNA menggambarkan kawasan Timur Tengah dan Asia Barat berada di ambang kesepakatan lain yang merupakan turunan dari kesepakatan menggembirakan Iran dan Arab Saudi tersebut. Potensi penting pertama adalah normalisasi hubungan antara Turki dan Suriah. IRNA juga mengangkat komentar positif dari Kantor berita Rusia SPUTNIK yang melaporkan bahwa telah terjadi pembicaraan serius, dan terus berlangsung antara Iran dan Bahrain untuk membangun kembali hubungan diplomatik.

Munculnya Stabilitas, Dan Meningkatnya Kondisi Kerja sama Ekonomi di Asia Barat

Kesepakatan Iran-Arab Saudi, yang ditengahi oleh China, untuk menormalisasi hubungan diplomatik, menurut IRNA, sangatlah penting. Fakta bahwa sebagian besar negara menyambut langkah ini menunjukkan dampak lanjutan yang penting. Sebagian besar analis menekankan akan munculnya konsekuensi keamanan dan politik dari kesepakatan tersebut, akan tetapi normalisasi hubungan bilateral tersebut menurut IRNA tampaknya akan berdampak positif pada bidang ekonomi baik bagi kedua negara maupun kawasan Teluk Persia dan Asia Barat.


(3) Pemulihan Hubungan Baik Iran-Saudi Memukul dan Meninggalkan AS Dengan Luka-luka Parah 

IRNA menggambarkan pulihnya hubungan baik Iran dan Arab Saudi ini memukul parah Amerika Serikat. Sementara para pendukung perdamaian dan tatanan dunia multipolar menyambut baik perjanjian hari Jumat (10/03/2023) yang ditengahi China untuk membangun kembali hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi, pers, pakar, dan politisi AS mengungkapkan bahwa apa yang terjadi tersebut memukul parah Amerika Serikta. Seorang pengamat yang diangkat oleh IRNA menyebut telah terjadi "kecemasan parah " atas kesepakatan itu pada Amerika Serikat. Hal ini karena juga membawa dampak jelas meningkatnya pengaruh China di Timur Tengah yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat selama beberapa dekade.


(4) Produksi Gas South Pars mencapai 240 bcm

Ekstraksi gas Iran dari Ladang Gas Pars Selatan mencapai 241 miliar meter kubik (bcm) selama 11 bulan pertama tahun ini. Wakil Kepala Perusahaan Gas Pars Selatan (SPGC) yang bertanggung jawab mengembangkan kilang lapangan,Salman Khazaei, melaporkan berita baik tersebut dan menambahkan bahwa saat ini produksi 700.000 barel per hari (bpd) kondensat gas sedang diproduksi di lapangan.

Produksi minyak mentah Iran naik 17.000 barel per hari pada Februari: OPEC

IRNA juga melaporkan bahwa produksi minyak mentah Iran meningkat 17.000 barel per hari (bpd). Pada bulan Februari 2023 yang lalu produksi ini mencapai 2.554 juta bpd, menurut laporan bulanan terbaru OPEC. IRNA juga mengangkat kenaikan harga minyak mentah berat Iran yang naik 0,32 US dollar pada bulan tersebut menjadi 81,88 US dollar per barel. Kenaikan ini memberikan keuntungan yang significant bagi ekonomi Iran (vijay)


Baca Juga 

 

 
Dual Server
 
 
Indeks
 

 




Parade Foto Informatika


First Published, 16/03/23 16.11

Lebih baru Lebih lama