BUAYA YANG MENGANCAM, CICAK YANG KITA BUNUH

 

BUAYA YANG MENGANCAM, CICAK YANG KITA BUNUH

 




Oleh : Ikhsan M Siregar


Dalam sebuah acara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/3), Presiden Jokowi mengatakan


"Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil dalam negeri, Jadi yang namanya impor pakaian bekas, setop. Mengganggu, sangat mengganggu industri dalam negeri kita," 





Curhat Jokowi Ini di tindak lanjuti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Namanya juga menteri,  pembantunya Presiden, harus cepatlah.


Pak menteripun katakan, praktik impor pakaian bekas bisa menghancurkan industri pakaian dan alas kaki nasional. Tak hanya itu, ia menghitung satu juta tenaga kerja juga bisa kehilangan pekerjaan akibat masalah itu.


Kemudian pemerintah melihat kembali Peraturan Larangan impor pakaian bekas yang tertuang dalam  Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.


Melalui peraturan tersebut, Menteri Perdagangan mengatur barang yang dilarang untuk diimpor. Dalam Pasal 2 Ayat (3) dijelaskan bahwa pakaian bekas impor termasuk barang yang dilarang impor. "Barang Dilarang Impor berupa kantong bekas, karung bekas, dan pakaian bekas".





Impor pakaian bekaspun dilarang, di berangus di setiap daerah.  Bahkan penjual pakaian bekaspun ditutup. Ini menjelang bulan puasa lho yaa,  Seharusnya saat panen mereka. Nggak bisa nunggu setelah lebaran saja? 


Pasar Cimol Gedebage yang merupakan pusat penjualan pakaian bekas impor di Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup sementara, mulai hari Rabu, 22 Maret 2023. 


Apakah impor pakaian bekas yang menghancurkan industri textil indonesia?  


BPS mencatat, 


Pada 2020 impor pakaian jadi dari China sebesar 51.790 ton. Sementara pakaian bekas impor hanya 66 ton atau 0,13 persen dari impor pakaian jadi China itu. 


Tahun 2021 impor pakaian jadi dari China 57.110 ton, sedangkan impor pakaian bekas hanya 8 ton atau 0,01 persen dari impor pakaian jadi asal China.


Impor pakaian bekas tidak seberapa di banding impor pakaian jadi dari china.  Jadi bukan impor pakaian bekas yang membunuh UMKM kita.  Sesungguhnya pakaian jadi impor chinalah yang melakukannya.  


Lihat saja di Tanah Abang Jakarta,  hampir semua pakaian yg di perdagangkan buatan china.  Busana anak,  busana muslim, jersey olahraga, underwear,  baju renang,  bahkan baju batik,  datang dari china. 


Dari seluruh angka di atas maka sesungguhnya UMKM kita dibunuh oleh siapa? 


Mungkin urut-urutannya seperti ini, UMKM Indonesia 80 persen di bunuh pakaian jadi impor dari China. 


Kolapslah UMKM kita, pingsan


Jika impor pakaian jadi dari China mencapai 80 persen, lalu pakaian jadi impor Bangladesh, India, Vietnam dan beberapa negara lain sekitar 15 persen. 


Maka sisa ruang pasar bagi produk dalam negeri maksimal hanya 5 persen. Itu pun sudah diperebutkan antara perusahaan besar seperti Sritex, ribuan UMKM dan pakaian bekas impor.


Kemungkinan ..  Ini kemungkinan yaa,  bisa salah bisa benar


Pakaian jadi impor China saat ini tidak dibunuh, tapi sedang digerogoti oleh pakaian bekas impor. Maka pakaian bekas impor itu harus di bunuh,  supaya pakaian jadi impor china aman aman saja.




Lihat

1. Perkakas Batu 3 Juta Tahun Yang Lalu

2. Temukan Nenek Moyang Manusia Dari. Balkan Bukan Lagi Dari Afrika

3. Pembunuhan Pertama 430 ribu Tahun Yang Lalu ?

4. India Hapus Teori Evolusi Di Sekolah

5. "Manusia "  Ber DNA Baru


Lihat Juga


 

 

Lihat Tajuk Rencana Dan Opini Lebih Lanjut :

Editorial Informatika News Line







Baca Juga 

   Index News Informatika/Informatika News Line

 



 
Dual Server
 
 
Indeks
 

 




Parade Foto Informatika


First Published, 16/03/23 16.11



Lebih baru Lebih lama