Horee... Alhamdulillah ....Zhafar Berhasil Sukses, Diterima Di Pesantren Mahal Gus Bupati, Gus Barra
Tak ada yang mahal untuk anak, Tysa Inspirasi (Exclusive Informatika News Line)
Mojokerto, 17/04/2026
Muhammad
Zhafar Nicky (12), senang sekali, karena setelah ini, dia akan
meneruskan pendidikan nya, di Pesantren keren Gus Bara, Bupati Mojokerto
yang keren itu.
Zhafar
beserta 32 siswa lulusan SD lainnya diterima di SMP-MTs Unggulan
Berbasis Pesantren AMANATUL UMMAH Tahun Pelajaran 2026-2027. Zhafar
menunjukkan kepada Informatika, pengumuman penerimaan yang
ditandatangani oleh Pengasuh Pondok Pesantren , Prof. Dr. KH. Asep
Saifuddin Chalim, MA yang juga Rektor Institut Al Khozini, Buduran,
Sidoarjo dan juga ayah Gus Bupati Mojokerto, Gus Barra.
Prof Dr. Asep Syafuddin, adalah tokoh yang lahir di Majalengka, Jawa Barat. Pada saat menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dari partai PKB memutuskan mundur dari jabatannya setelah 4 bulan karena beliau menganggap lebih cocok dalam pendidikan. Prof Asep Chalim juga adalah ketua PERGUNU (Persatuan Guru-guru Nahdlatul Ulama) Jawa Timur . Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menerima gelar kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Prabowo Subianto, 25 Agustus 2025 yang lalu.
Pondok
pesantren Ammaatul Ummah, mengawinkan dua metode pembelajaran, antara
kurikulum sekolah formal dalam bingkai SMP/MTs Unggulan dengan tradisi
Pesantren.
Untuk masuk ke Ammanatul Ummah, Zhafar bahkan rela meninggalkan hobby nya bermain E-Sport, Game Free Fire dan Mobile Legend.
"Sabtu
kan ada tanding E-Sport Game Free Fire dan Mobile Legend, ...ya,
....saya gak ikut saja lah ... ini belajar dan les dulu....untuk bisa
masuk Ammanatul Ummah...." kata Zhafar kepada Informatika News Line.
Zhafar mengatakan bahwa dirinya dan juga team teman-teman SD nya,
sebenarnya sudah siap, akan ikut tanding E-Sport tingkat Kabupaten hari
Sabtu. Akan tetapi niatnya, diundurkan, untuk konsentrasi masuk ujian di
Ammanatul Ummah.
"Nanti saja kalau sudah selesai ujian..... mungkin saya akan ikutan lagi..... tanding E-Sport, nya......" kata Zhafar.
Ada
ujian ketat untuk masuk ke Ammanatul Ummah yang harus dilalui. Selasa
(14/04) yang lalu Zhafar memberikan kabar dengan rasa gembira, Siswa SDN
Sooko 1 Kabupaten Mojokerto itu, berhasil lulus, dalam ujian masuk ke
Ammanatul Ummah
Ammanatul Ummah, lembaga pendidikan milik Pak
Bupati Mojokerto Gus Barra ini, memang memberikan layanan pendidikan
yang sangat bagus. Sejumlah program yang melengkapi siswa dengan
pengetahuan agama yang cukup, membuat lembaga pendidikan ini keren dan
dikejar-kejar oleh orang tua.
"Apalagi selain akhlak yang
baik.... dengan mendapatkan pendidikan agama yang baik... anak-anak akan
jadi punya masa depan yang baik..." begitu yang ada di benak orang tua.
Pandai dan juga berakhlak mulia. Di dunia mendapatkan kebaikan, dan
juga nanti di akhirat mendapatkan hadiah yang diimpi-impikan.
Ammanatul
UMmah memberikan Program Tahfidz Qur'an untuk seluruh siswa ny. Ada
target 9 Juz dalam jangka waktu 3 tahun, Ada juga layanan siswa 24 jam
full (wah layanan 24 jam lho, hebat). Ada kesempatan untuk bertanding di
Olimpiade dan berpretasi di dalamnya.
Selain itu Ammanatul
Ummah juga menggunakan kurikulum balance (antara kurikulum formal dan
muadalah), Ada program tuntas kurikulum hanya dalam waktu 5 semester.
Ada sistem douroh di Semester ke 6, dan sejumlah kegiatan unggulan lain
yang tidak bisa disepelekan begitu saja.
Lulusan Ammanatul Ummah juga tercatat berhasil memasuki berbagai lokasi keren pendidikan dalam dan luar negeri. Sejumlah lulusan SMA nya saja tembus berbagai lembaga pendidikan keren di luar negeri. Mendapatkan bea siswa di berbagai perguruan tinggi keren dunia. Mulai dari Mesir sampai MIT (Amerika Serikat), Mulai dari perguruan tinggi uang mendalami Agama sampai pendidikan Modern. ITB, ITS, UI, UGM, Unair, Universitas Brawijaya, tinggal memilih jurusan mana yang disukai. Siswa tinggal pilih jalur prestasi mana yang paling cocok untuk dirinya.
Meski bagus, akan tetapi biaya daftar ulangnya itu, mahal sekali. Untuk siswa SMP dibandrol dengan biaya 8,9 juta, sementara untuk siwa putri dengan biaya 8,8 juta. Tidak dijelaskan mengapa biaya untuk siswa putri lebih murah dibandingkan dengan siswa putra. Pembayaran uang masuk tersebut belum termasuk SPP bulan Juli 2026 serta Uang Buku. Waduh jadi harus bayar berapa Pak Bupati Gus Barra ?
Tapi Bunda Tysa Inspirasi, salah satu orang tua wali murid, yang dihubungi oleh Informatika News Line, mengatakan, bahwa untuk anak, tidak ada yang terlalu mahal
"Untuk pendidikan yang baik, untuk anak, tidak ada yang terlalu mahal ..." kata Tysa Inspira kepada Informatika News Line, dengan penuh tekad dan semangat. Tysa Inspirasi yang juga lulusan dari Perguruan Tinggi di Singapura itu, setiap malam, membuka kedai minuman dan makanan kecil jalanan, di dekat Patung Perahu di Kota Mojokerto.
Zhafar adalah siswa di SDN Sooko 1 Kabupaten Mojokerto. Bersamanya nanti, di SMP Ammanatul Ummah, akan ada 32 siswa lainnya, Ada 17 siswa laki-laki dan sisanya siswa wanita. Bukan hanya siswa dari Mojokerto saja, tapi siswa SD dari seluruh Indonesia.
Siswa
yang bersama dengan Zhafar nanti, paling tidak berasal dari 5 Provinsi :
(1) Jawa Timur, (2) Jawa Tengah, (3) Jawa Barat, (4) Kalimantan Timur,
dan (5) Papua.
Dari
Jawa Timur sendiri ada siswa yang berasal dari 13 Kota dan Kabupaten.
Jawa Barat dan Jawa Tengah Masing-masing menyumbang siswa dari 2
kota/kabupaten. Kota Surabaya dan Sidoarjo menyumbang jumlah siswa
terbanyak, masing-masing 5 siswa. Gabungan Kabupaten Kota di Pulau
Madura menyumbang 5 siswa, demikian juga Kota Dan Kabupaten Mojokerto
menyumbang 4 siswa termasuk Zhafar. Ini belum termasuk Balqis dari MI
Rumah Al Qur'an dan Rizly Maulidia dari MI Miftahul Fallah.
Balqis MI Rumah Qur'an
Rizky Maulidia MI Miftahul Fallah
Jawa Timur
1. Surabaya
(1) Anindita, (2) Qisthi, (3) Gian Aidin, (4) Adlan Ali.dan (5) Atika AZ Zahro dari SD Negeri dan SD Unggulan Kota Surabaya.
2. Sidoarjo
(1) Dzakira Az Zahra, (2) Al Khalifi, (3) Safa Alifia, (4) Robbahul Barra, dan (5) Ahmad Avicena dari Sidoarjo.
3. Madura ((3) Kabupaten Sampang, (4) Kabupaten Sumenep, (5) Kabupaten Bangkalan)
(1)
Dzakira dan (2) Ahmad Khoiron masing-masing dari MI Internasional
Madura dan SDN Sampang, (3) Aisyah dari Sampang, (4) Asrof Haidir dari
Sumenep. (5) Kamelia dari Bangkalan
4. Pasuruan ((6)Kota Pasuruan Dan (7) Kabupaten Pasuruan)
Erlangga Daffa dari SDN Kabupaten Pasuruan, dan Asraf Khoirul dari Kota Pasuruan
5. (8) Kota Kediri
Aqilah Hannisah dari Kediri
6. (9) Kota Mojokerto Dan (10) Kabupaten Mojokerto
(1) Agam Aditya, (2) Muhammad Zaki dari Kabupaten Mojokerto. (3) Muhammad Qutbie dari Kota Mojokerto
7. (11) Kabupaten Jombang
Muhammad Abiyyu dari Jombang
8. (12) Kabupaten Jember
Yumma dari SDN Jember
9.(13) Kabupaten Lamongan
Muhammad Akhdan dari Lamongan
Jawa Barat
1. Kota Bandung
Putri Aulia dan Muhammad Rizal masing-masing dari SDN Taman Sari Kota Bandung
2. Kabupaten Bandung
SDN Cihanyir Kabupaten Bandung.
Jawa Tengah
1. Wonogiri
Farah Nuri Dari Purwantoro, Wonogiri.
2. Kota Semarang
Aqeela dari Semarang
Kalimantan
Quen Habibah misalnya berasal dari SDN Balikpapan, Kalimantan.
Jaya Pura
Muhammad Aditya dari Jayapura.
Hari-hari
ke depan, Zhafar dan teman-temannya, di SMP Berbasis Pesantren (BP)
Ammantul Ummah, pasti akan dipenuhi kegiatan belajat yang mengasyikkan.
Pagi sekolah di sekolah kurikulum unggulan, dan sore sampai malam
dihabiskan untuk mengkaji Al Qur'an di Pesantren nya Pak Bupati Gus
Barra.
" Ah mana ada pesantren yang enak.... saya tidak pernah ikut pendidikan pesantren, dari dulu saya sekolah di umum...."
"
Ah anda pasti ketinggalan jaman, bayangkan pagi sekolah umum, terus
malamnya belajar agama dan Al Qur'an di Pesantren, itu kan bagus sekali
..." kata Zhafar membantah kata-kata dari Informatika News Line.
Almarhum
Presiden BJ. Habibie di akhir usianya pernah berkomentar, sekaligus
memberikan nasihat, bahwa penyesalannya adalah, ketika beliau tidak
mempelajari Agama sejak dini.
Bisa ikutan Olimpiade Internasioal, bahkan bisa menjadi Tahfidz Qur'an. Bisa masuk ITB, masuk MIT Massachusetts Institute Of Technology,
atau Harvard University (Amerika Serikat), dapat beasiswa di Mesir, dan
Arab. Atau kuliah di Pusat pendidikan Islam di Kota Qom, Iran ? (wah
....)
Apalagi
? Itu kan lebih dari cukup. Tapi mahal kan, Gus Barra, Gus Bupati?
Tidak ada yang terlalu mahal untuk anak, apalagi untuk sebuah lokasi
pendidikan berkualitas yang mengajarkan menjadi manusia unggul, dan
berakhlaqul karimah.
MIG



