Investasi Open-RAN oleh Operator Internet Akan Melonjak Mencapai USD 39 Miliar Dalam 5 Tahun Ke Depan
Bandung, 25 Juli 2024
Para peneliti Teknologi Telekomunukasi Global mengklaim bahwa teknologi O-RAN akan mencapai 39 Miliar USD (650 Trilyun Rupiah) dalam waktu 5 tahun yang akan datang.
Amerika Utara, Eropa Barat, serta Asia Timur dan China saat ini menjadi pengembang, kontributor, dan pelaksana terdepan dalam teknologi dan standar O-RAN.
Lembaga riset global Juniper Research mengungkapkan bahwa investasi tahunan operator dalam O-RAN (Open Radio Access Networks) akan mencapai USD 11 miliar pada 2029; meningkat dari USD 2 miliar pada 2024. Total hampir USD 40 miliar investasi global dalam otomatisasi jaringan berbasis AI pada 2029 ini didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi pertumbuhan koneksi seluler dan penggunaan data yang terus meningkat.
O-RAN adalah versi dari RAN yang mendukung penerapan multi-vendor, dan memungkinkan operator memperluas penerapan RAN berbasis AI. RAN adalah teknologi yang menyediakan konektivitas antara perangkat pengguna dan core network. Aliansi O-RAN dibentuk pada tahun 2018, melalui penggabungan xRAN Forum, yang beranggotakan vendor dan operator terutama dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa, dengan C-RAN yang juga terdiri dari vendor dan operator. Peristiwa ini menandai upaya global untuk menstandardisasi interface antarmuka terbuka dalam RAN jaringan seluler.
Baca Juga :
Layanan Internet Rakyat Siap Beroperasi, Hanya Rp100 Ribu/Bulan Unlimited
Amerika Utara, Eropa Barat, serta Asia Timur dan China, saat ini menjadi pengembang, kontributor, dan implementator utama teknologi dan standar O-RAN. Hal ini didorong oleh inovasi dan investasi dari operator serta vendor O-RAN, seperti AT&T, Deutsche Telekom, Ericsson, Mavenir, Fujitsu, dan Rakuten. Selain itu, kebijakan pemerintah lokal membantu mempercepat perkembangan pasar O-RAN dengan menyediakan pendanaan tambahan. Pemerintah Amerika Serikat misalnya, mengalokasikan 1,5 miliar USD untuk pengembangan jaringan terbuka melalui CHIP Act (Creating Helpful Incentives to Produce Semiconductors) pada tahun 2022.
O-RAN berbeda dari RAN tradisional, karena menggantikan interface antarmuka proprietari dengan antarmuka terbuka. Hal ini memungkinkan operator memanfaatkan banyak vendor dalam implementasi RAN mereka. Dampaknya, fleksibilitas dan kompetisi meningkat, sehingga biaya RAN dapat ditekan. O-RAN juga memperluas peran big data dan AI dalam RAN; memberikan akses kepada operator pada kemampuan otomatisasi tingkat lanjut. Ini dicapai melalui penambahan komponen baru ke dalam RAN, seperti RIC (RAN Intelligent Controller).
Vijay
