2040 : PDAM Surabaya Lirik Air Laut Untuk Sumber Air Baku

 2040 : PDAM Surabaya Lirik Air Laut Untuk Sumber Air Baku



Pasuruan, Informatika News Line (26/07/2024)

Direktur Operasional PDAM Surabaya Nanang  Widyatmoko, menyatakan bahwa pada tahun 2040 kemungkinan akan ada rekayasa pengolahan air laut untuk sumber air baku PDAM.

Pernyataan Direktur Operasional PDAM ini menjawab pertanyaan Informatika News Line tentang kemungkinan penggunaan air laut sebagai sumber air baku bagi PDAM Surabaya.





"Akan tetapi pengolahan air laut untuk sumber air baku PDAM itu sangat mahal..."

"Apakah penggunaan air laut sebagai sumber air baku ini juga sudah masuk Blue Print di PDAM Surabaya?"

" Iya tentu, itu nanti bisa jadi terrealisasi pada tahun 2040 yang akan datang..."

Nanang menyatakan bahwa Global Climate Change telah mempengaruhi kualitas sumber air baku yang menjadi bahan yang diolah oleh PDAM untuk seluruh masyarakat Surabaya.

" Volume Kecepatan debit air berkurang, karena ada Climate Change..."

Sebagai gambaran pengaruh nya pada operasi pengolahan air di PDAM adalah sebagai berikut 

Biasanya untuk membuat air siap digunakan oleh masyarakat, hanya dibutuhkan 1 bungkus campuran bahan kimia penetral, sekarang untuk membuat air menjadi aman digunakan masyarakat, dibutuhkan 4 kali lipat bahan kimia. penetral, dari kebutuhan yang biasanya digunakan.

" Ini menambah biaya operasional PDAM. Global Climate Change saat ini benar-benar dirasakan oleh PDAM Surabaya secara langsung,...biaya operasional menjadi naik .." kata Nanang menjelaskan secara teknis bagaimana Global Climate Change mempengaruhi secara real dalam operasional PDAM Surabaya.

" Kalau ini terus menerus seperti ini  ..kita akan kekurangan air baku ...bukan tidak mungkin di tahun 2040 atau 2045 air laut akan dijadikan sebagai sumber air baku...di Surabaya..."

Nanang Widyatmoko menyampaikan pesan penting pengaruh Global Climate Change ini dalam acara " Penanaman Pohon, PDAM Surya a Sembada Bersama Rekan Media" yang dilakukan di Pasuruan dan wilayah Pacet Mojokerto (26-27 Juli 2024) (MIG)



Lebih baru Lebih lama