Dahsyat... Gempa 6.5 Skala Richter Serang Sumenep Terasa Di Surabaya, Filipina Hancur Berantakan, Ratusan Bangunan Hancur Di Sumenep

  Gempa 6.5 Skala Richter Serang Sumenep Terasa Di Surabaya, Filipina Hancur Berantakan, Ratusan Bangunan Hancur Di Sumenep 

 


Surabaya, 30/09/2025

Gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter terasa di kota Surabaya Selasa Malam (30/09) mendekati tengah malam. Laporan dari BMKG menunjukkan posisi Gempa berada di sebelah tenggara Sumenep Madura.

Belum ada laporan kerusakan di Surabaya dan sekitarnya pada saat awal terjadinya gempa. 





Akan tetapi laporan masyarakat di Sumenep menunjukkan ada kerusakan awal yang tercatat pada beberapa rumah di lokasi sekitar Sumenep. 

 


 Filipina Juga Dihantam Gempa Lebih Besar 

Sebelumnya pada pukul 21.44 (WIB) sebuah gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter melanda sejumlah kawasan di Filipina, yang berdekatan lokasinya dengan kota-kota di Sulawesi Utara (Menado dan sekitarnya). 

Gempa ini dalam catatan ITV news menewaskan lebih dari 69 orang. Rumah-rumah mengalami kehancuran, ratusan orang mengalami kepanikan di beberapa lokasi perbelanjaan di Filipina termasuk di Kota Cebu Filipina.


Dampak Gempa Sumenep 

Laporan terbaru dari Kepala BPBD Sumenep Ahmad Laili, yang disampaikan kepada pers, Rabu (01/10), menyebutkan untuk sementara ada sekitar 22 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat, termasuk 2 masjid, 1 musala, dan 1 bangunan puskesmas mengalami kerusakan. 

Tim BPBD Kabupaten sedang melakukan pendataan ke lapangan untuk memastikan jumlah korban, baik bangunan maupun korban jiwa.

"Untuk korban jiwa sementara ada 3 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kena serpihan kaca bangunan yang rusak," kata Ahmad Laili.


Up Date Terbaru Bupati Sumenep

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencatat sebanyak 316 bangunan di rusak akibat gempa tektonik magnitudo 6,5 yang terjadi pada Selasa (30/9), pukul 23.49 WIB.

"Data jumlah bangunan rusak ini, sesuai dengan hasil pendataan terkini yang dilaporkan tim lapangan kepada kami, malam ini," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (2/10) malam.

Achmad Fauzi menjelaskan, 316 bangunan rusak tersebut tercatat di tiga kecamatan di Pulau Sapudi, (Kecamatan Nonggunong, Gayam dan Kecamatan Talango)

Menurut Fauzi, di antara ketiga kecamatan itu, jumlah kerusakan paling banyak di Kecamatan Gayam Pulau Sepudi.

"Menurut data terbaru melalui call center 112, jumlah bangunan rusak di sana sebanyak 297 unit, terdiri atas 279 rumah, 10 masjid, tiga musala, dua sekolah, lalu Puskesmas, Polindes dan toko, masing-masing satu unit." 

Selanjutnya, kerusakan bangunan terbanyak kedua berada di Kecamatan Nonggunong, yakni sebanyak 18 bangunan.

"Kalau di Kecamatan Talango, sebanyak satu rumah, yaitu di Desa Gapurana," katanya.

Fauzi menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi bencana terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, polisi dan TNI untuk menyerahkan bantuan, melakukan pendataan lebih lanjut, serta membantu perbaikan tempat tinggal korban terdampak.

Dampak kerusakan bangunan dari musibah bencana gempa bumi di Pulau Sapudi kali ini lebih parah dibanding gempa yang terjadi pada 2018.

"Pada 2018 lalu, gempa bumi yang juga melanda Pulau Sapudi menyebabkan sebanyak 246 bangunan rusak."

Kerusakan yang terjadi saat ini lebih parah, ada 316 rumah rusak parah.


Laporan MIG


















Lebih baru Lebih lama