Gila : Harga Beras Di Jepang Mendekati 500 rb Rupiah per 5 KG
Sidoarjo, 02/05/2025
Gila... Harga beras di Jepang naik dan mencapai harga tergila, mendekati 500 rb rupiah per 5 kg. Ini adalah varian beras biasa, bukan beras ketan atau beras super organik.
Harga mendekati 500 rb rupiah per 5 kg itu juga berartinya bahwa harga per kilogram harga beras mendekati 100 rb rupiah per kg.
Bandingkan harga ini dengan harga beras di Pasar Bluru Kidul, Sidoarjo, misalnya. Harganya hampir 10 kali lipat dari harga beras di Sidoarjo.
Dalam kondisi biasa, tanpa fluktuasi dan gejolak ekonomi, harga beras di Jepang memang terkenal mahal dibandingkan dengan negara-negara lain. Akan tetapi makanan pokok di Jepang adalah nasi, mereka tetap menjadi kan nasi untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Berbeda misalnya dengan negara tetangga Jepang, Korea Selatan misalnya. Saking mahalnya harga beras di kawasan yang bertetangga ini, membuat orang Korea Selatan hanya makan makanan Khimchi (semacam sayur atau seperti asinan Bogor). Khimchi dipilih, karena murah.
Pada saat informatika News Line berkunjung ke Seoul Korea Selatan beberapa waktu yang lalu, delegasi Indonesia bersama Informatika News Line, hanya dijamu makanan Khimchi selama hampir 1 minggu kunjungan.
Setelah salah satu anggota delegasi dari Kementerian Kominfo protes dengan sajian makan sayur selama berhari-hari, baru pada hari ke 7, disajikan nasi di rumah makan Jepang yang ada di Seoul. Alasannya karena memang beras sangat mahal di kawasan Jepang Korea ini.
Mahalnya harga beras di Jepang ini, juga disebabkan oleh adanya faktor produksi yang memang menghambat harga beras murah.
Biaya produksi pertanian padi di Jepang memang sangat tinggi. Jepang memiliki biaya produksi beras yang tinggi karena biaya tenaga kerja, pupuk, dan pestisida yang mahal.
Selain biaya produksi, lahan pertanian yang ada di Jepang juga terbatas. Jepang memiliki lahan pertanian yang terbatas, sehingga produksi beras juga terbatas. Lahan pertanian di Jepang seluas 4,9 juta hektar jauh lebih kecil dari lahan pertanian di Indonesia yang mencapai 10,4 juta hektar.
Mungkin ini adalah peluang bagus bagi petani di Indonesia untuk ramai-ramai menjual beras nya ke Jepang. Bayangkan 100 ribu rupiah per kilogram, bandingkan harga ini dengan tawaran gabah Bulog yang hanya 6 ribu rupiah per kilo, tidak sampai mencapai 10 ribu rupiah per kilogram, apalagi 100 ribu rupiah. Bisa kaya raya petani di Sidoarjo.
Tapi tata niaga eksportnya gimana ?
Bulog? Bisa enggak Bulog ekspor beras ke Jepang... menguntungkan 10 kali lipat loh Tapi oportunity bisnis itu tidak semudah itu direalisasikan di negeri Konawe ini. (LKW)
Baca juga ;
Defisit Neraca Perdagangan India : Peluang Besar Investasi India Di Sawit Dan Batu Bara
Gila : Harga Beras Di Jepang Mendekati 500 rb Rupiah per 5 KG
.jpeg)