Jenderal Intelijen Heran TNI Dikirim ke Papua Malah Diberitakan, Musuh Jadi Tahu
TRENDING | 17 Mei 2023 15:10
Reporter : Muhammad Farih Fanani
Merdeka.com - Operasi pengamanan yang dilakukan oleh TNI Polri di Papua terus dilakukan dalam rangka untuk melindungi masyarakat dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM Papua.
Meskipun demikian, masih ada para prajurit TNI yang mendapatkan serangan dari KKB bahkan sampai gugur dalam operasi tersebut.
Seorang Jenderal TNI sekaligus Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan seharusnya penerjunan pasukan ke Papua itu dilindungi kerahasiaannya. Simak ulasannya sebagai berikut.
Kebocoran Informasi ke Media
Marsekal Muda TNI (Purn.) Maroef Sjamsoeddin, dalam sebuah wawancara di channel Youtube Abraham Samad SPEAK UP mengatakan bahwa operasi yang dilakukan TNI Polri ke Papua seharusnya tidak diketahui oleh publik dan dijaga kerahasiaannya.
Kebocoran informasi itulah yang menyebabkan operasi di Papua tidak bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga terjadi beberapa insiden yang justru merugikan pihak TNI Polri.
“Kegiatan itu harus dijaga kerahasiaan beritanya, Pak. Jangan sampai ada kebocoran informasi, bahwa ini ada pasukan TNI mau masuk di wilayah ini. Ini kerahasiaan harus tinggi,” ucap Maroef.
Calon Lawan akan Mempelajari
Maroef juga menuturkan kegiatan publikasi agenda penurunan pasukan ke Papua itu menyebabkan musuh akan mengetahui agenda-agenda TNI.
Mereka akan mencari tahu secara detail informasi tentang batalyon yang diterjunkan, serta mencari kelemahan mereka.
“Calon lawan akan mempelajari oh dia akan masuk ini. Siapa sih komandan batalyonnya, apa kebiasaan, apa kelemahannya, akan terbaca bagaimana satuan itu nanti. Dia akan diposisikan di mana, berapa banyak,” lanjut Maroef.
Tujuannya Agar Masyarakat Aman
Purnawirawan Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara itu menyampaikan tujuan utama dari operasi tersebut agar masyarakat merasa aman, sehingga informasi jangan terlalu dibuka di publik.
“Outcome-nya itu rakyat aman, sejahtera. Aman, tidak terjadi apa-apa. Kalau intelijen itu bekerja, rakyat bisa tidur. Rakyat bisa bekerja dengan tenang. Jangan publikasi,” ucap Maroef.
“Kan ada fungsi-fungsi dalam intelijen itu, fungsi pengamanan, amankan berita, amankan kegiatan kita, jangan sampai diketahui calon musuh, calon lawan. Jangan terlalu terbuka,” lanjutnya.
(mdk/mff)
Baca Juga :
Jenderal Intelijen Heran TNI Dikirim ke Papua Malah Diberitakan, Musuh Jadi Tahu
PROFIL Pasukan Yonif 132/BS yang Bikin KKB Papua Menyerah Tanpa Baku Tembak, Rela Serahkan Senjata
Ketika TNI Polri Memutus Jalur Selundupan Senjata Illegal KKB
.jpeg)