PROFIL Pasukan Yonif 132/BS yang Bikin KKB Papua Menyerah Tanpa Baku Tembak, Rela Serahkan Senjata
Putra Dewangga Candra Seta (02/06/2023) 08.15
SURYA.co.id - Inilah profil pasukan Yonif 132/BS yang berhasil membuat KKB Papua menyerah tanpa baku tembak.Diketahui, baru-baru ini beberapa anggota KKB Papua menyerah tanpa syarat kepada pasukan Yonif 132/BS.Bahkan mereka langsung menyerahkan senjata dan amunisinya kepada TNI.
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS menerima penyerahan tiga pucuk senjata api jenis muoser dan tiga butir peluru kaliber 7,66 mm dari simpatisan TPN-OPM.
"Penyerahan senjata api beserta munisi oleh simpatisan kelompok TPN-OPM ini, dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada akhir Mei 2023, pada awal dan akhir Juni 2023," ujar Wadan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS Mayor Inf Zulfikar Rakita Dewa, melalui keterangan tertulis, Kamis (29/6/2023).
Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'TNI Terima 4 Pucuk Senjata Api dari Simpatisan TPN-OPM'.
Menurut dia, proses penyerahan ini tidak lepas karena upaya pembinaan teritorial yang dilakukan satuannya sejak bertugas di wilayah perbatsan RI-PNG yang ada di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
Dia menjelaskan, selama kurang lebih delapan bulan, berbagai kegiatan pembinaan teritorial yang bersifat esensial untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat di perbatasan Papua telah dilakukan.
Seperti pembuatan sumur bor untuk akses air bersih, merehab rumah-rumah masyarakat, perehaban rumah ibadah (gereja), acara Bakar Batu, lomba menghias pohon natal, dan pendistribusian 2.100 helai pakaian baru.
Kemudian pembagian 870 paket sembako, pembagian 100 paket perlengkapan belajar kepada siswa Sekolah Dasar, khitanan dan pengobatan massal gratis disertai dengan pembagian 100 bingkisan makanan/minuman ringan, hingga pemasangan 100 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di sepanjang jalur perlintasan perbatasan Papua.
"Mungkin mereka malihat selama ini kami sellau berupaya bantu masyarakat sehingga para simpatisan TPN-OPM ini tergugah hatinya untuk menyerahkan senjata api yang mereka simpan," kata Zulfikar.
Selain itu, sambung Zulfikar, satuannya telah cukup banyak melakukan aktivitas operasional dalam upaya menjaga keamanan masyarakat, seperti menangkap tokoh TPNPB-OPM Yusak Pakage, menggagalkan peredaran dan penyelundupan ganja hingga mencapai 34,5 kilogram, menggagalkan penyelundupan munisi oleh warga negara Papua Nugini.
Lalu menerima penyerahan 28 butir munisi Kaliber 5,56 mm, menggagalkan penyelundupan BBM solar subsidi sebanyak 3,4 ton.
Kegiatan yang telah dilakukan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS di bawah komando Letkol Inf Ahmad Fauzi, dikatakannya bukan untuk menakut-nakuti masyarrakat, melainkan untuk membantu penduduk sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan.
"Satgas kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat di perbatasan Papua," kata Zulfikar.
Profil Pasukan Yonif 132/BS
Melansir dari Wikipedia, Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti atau Yonif 132/Bima Sakti merupakan Batalyon Infanteri yang berada di bawah komando Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan.
Markas batalyon berkedudukan di desa salo timur, kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau.
Sementara Kompi Senapan A berkedudukan di Bagan Besar, Kota Dumai, sedangkan Kompi Senapan B berkedudukan di Lirik, kabupaten Indra Giri Hulu.
Asal mula terbentuknya Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti sebagian besar berasal dari Batalyon Tempur di Jawa Tengah yang karena reorganisasi di Angkatan Perang maka di kembalikan ke masyarakat, dan menjadi Corps Tjadangan Nasional (CTN). Anggota CTN tersebut kemudian dibentuk menjadi Detasemen Imam Bonjol untuk melawan pemberontak PRRI.
Atas prakarsa Komando Operasi 17 Agustus, yaitu Kolonel Achmad Yani maka dilatihlah Detasemen Imam Bonjol ini oleh Tim Pelatih Koplat dari RTP-II Brawijaya untuk menghadapi PRRI.
Pada tanggal 22 Januari 1959 Detasemen Imam Bonjol diubah dan diresmikan menjadi Batalyon Infanteri B yang secara organik administratif masuk Komando Operasi 17 Agustus.
Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI A. H. Nasution Nomor: Kpts-41/ I /1959 tanggal 22 Januari 1959.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Daerah Militer III/17 Agustus Nomor: Kpts-86/ VI / 1960 tanggal 10 Juni 1960 maka sebutan nama Batalyon Infanteri B diubah menjadi Batalyon Infanteri 132.
Pada tanggal 11 Maret 1964 berdasarkan Surat Keputusan Menteri / Panglima Angkatan Darat Nomor: Kep / 233 / 3 / 1964 disahkan Tunggul Batalyon Infanteri 132 yaitu Bima Sakti.
KKB Papua Menyerah Lagi
Sebelumnya, sebanyak 13 anggota KNPB berbondong-bondong menyatakan kembali ke pangkuan NKRI.
Belasan anggota KKB Papua itu berasal dari Kabupaten Maybrat.
Mereka diterima diterima langsung Danrem 181/Praja Vira Tama (PVT) Sorong, Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan.
"Jadi mereka ini datang dengan kerendahan hati. Mereka datang dengan kesadaran diri mereka.
Ada tiga sektor, yaitu sektor Aimas, sektor Tikimana Aifat Timur Jauh, dan sektor Siwa Aifat Timur," ungkap Juniras di Makorem.
Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel '13 Pentolan KNPB Maybrat Kembali ke Pangkuan NKRI, Brigjen Juniras Lumbantoruan Bilang Begini'.
Ia menegaskan, 10 anggota beserta pimpinan KNPB Maybrat resmi mengundurkan diri dari organisasi tersebut dan ingin membangun negeri bersama dengan pemda.
"Mereka sadar selama ini tergabung dalam organisasi terlarang, dan menghambat pembangunan di Maybrat," tuturnya.
"Kami juga sudah sepakat untuk membantu seupaya kami untuk kemajuan adik-adik ini. Karena mereka juga punya masa depan, baik mereka sendiri maupun keluarganya," katanya.
Juniras menyampaikan terima kasih kepada mereka yang memilih bergabung kembali ke NKRI dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.
"Mereka juga sudah sepakat bersama-sama dengan TNI-Polri untuk menciptakan kedamaian di Kabupaten Maybrat.
Dari ketiga pimpinan sudah berjanji akan memanggil teman-temannya yang lain untuk kembali bergabung ke NKRI," ujar Juniras.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Fernando Solossa mengatakan, sebagai wakil rakyat ia berharap kelompok KNPB yang masih berada di luar untuk menunjukan sifat koperatif dan kembali menyerahkan diri.
"Sehingga ini akan menjadi pertimbangan pimpinan daerah dan juga pimpinan TNI-Polri."
"Jika sudah terlibat dalam berbagai kejadian yang terjadi di Kosor dan Fakario secara
gentlemen mari menyerahkan diri karena pemerintah daerah dan didukung oleh
TNI-Polri kami tidak akan mundur selangkah pun dalam rangka menjaga
keutuhan NKRI karena Maybrat merupakan intergral," tegas Fernando.
Lihat Link https://www.msn.com/id-id/berita/other/profil-pasukan-yonif-132-bs-yang-bikin-kkb-papua-menyerah-tanpa-baku-tembak-rela-serahkan-senjata/ar-AA1djx75?ocid=msedgdhp&pc=U531&cvid=e61f467da8c440a485d535cc0166b781&ei=126
Baca Juga :
Jenderal Intelijen Heran TNI Dikirim ke Papua Malah Diberitakan, Musuh Jadi Tahu
PROFIL Pasukan Yonif 132/BS yang Bikin KKB Papua Menyerah Tanpa Baku Tembak, Rela Serahkan Senjata
Ketika TNI Polri Memutus Jalur Selundupan Senjata Illegal KKB
