Fenomena Langka, Kerang Lorjuk Naik ke Permukaan Pantai di Pamekasan
Sabtu, 27 Mei 2023 14:37 WIB Penulis: Habibi. Editor: Hendra Mulya
bulat.co.id -Kerang Lorjuk (kerang bambu) dengan diameter berukuran 5 sampai 7 cm banyak ditemukan disekitar pesisir pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan, Pamekasan pada malam hari sejak pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB pagi.
Kerang bambu tersebut mendadak bermunculan ke permukaan laut. Fenomena langka tersebut sudah sepekan terakhir sering terjadi di wilayah sekitar dan dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai mata pencarian mereka.
Edi Junaidi (37) mengatakan bahwa dirinya sangatlah bersyukur atas fenomena baru ini yang tidak pernah ia temukan di daerah lainya.
"Alhamdulillah mas, dengan adanya kerang lorjuk yang naik ke permukaan tambahan penghasilan saya sebagai nelayan ikut bertambah. Lampu penerangan sengaja dimodif untuk mendukung pencarian kerang bambu ini lebih banyak," ringkas Edi pada media, Sabtu (27/05/23).
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan, Lutfi Asari, menyatakan bahwa tim telah diturunkan dan sampel kerang bambu telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium.
"Kami lakukan uji leb terlebih dahulu, apakah ada dampak lingkungan atau ada faktor alam serta yang lainya," ringkasnya.
Perlu diketahui, bukan hanya warga dari Kabupaten Pamekasan, tetapi juga dari kabupaten lain di Pulau Madura, seperti Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep juga datang ke lokasi melihat fenomena langka ini.
https://www.bulat.co.id/daerah/fenomena-langka-kerang-lorjuk-naik-ke-permukaan-pantai-di-pamekasan/all
Akademisi: Fenomena Lorjuk di Pamekasan karena Faktor Alam
Laporan oleh Ika Suryani Syarief, Minggu, 28 Mei 2023| 21:53 WIB
Dr Hozairi, akademisi dari Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan menyatakan fenomena kerang bambu atau lorjuk yang naik ke permukaan laut di pesisir Pantai Talang Siring Pamekasan akibat faktor alam.
“Selama saya hidup menjadi anak pantai, fenomena ini sering terjadi setiap lima tahunan dan yang paling banyak saya temui adalah fenomena kerang berlimpah, saat saya masih SD sampai SMA saya mengalami fenomena tersebut tiga kali,” katanya di Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (28/5/2023) seperti dilaporkan Antara.
Dekan Fakultas Teknik UIM Pamekasan ini menuturkan kala itu banyak kerang yang berlimpah dan keluar ke permukaan sehingga masyarakat dengan mudah memanen kerang tersebut.
Terkait fenomena lorjuk naik ke permukaan laut, menurut Hozairi, sudah pernah terjadi sekitar 10 tahun lalu.
Namun, lanjut dosen bidang kemaritiman lulusan Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, secara ilmiah kerang bambu memiliki pola hidup yang khas, meskipun ada variasi antara spesies yang berbeda.
Lebih lanjut ia menjelaskan pola hidup kerang bambu meliputi pemijahan, tahap larva, pertumbuhan dan makan, dan reproduksi dan umur.
Berdasarkan analisa pengalaman dan pengamatan, kata dia, ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan kerang bambu atau lorjuk naik ke permukaan laut, diantaranya, pasang surut air laut, suhu air, sirkulasi air, dan pencarian makanan.
Kerang bambu cenderung naik ke permukaan laut selama pasang surut karena wilayah tempat hidup kerang bambu ini terpapar udara dan cahaya matahari.
“Ini mendorong kerang bambu untuk naik ke permukaan laut agar dapat mengakses oksigen dan sumber makanan yang diperlukan,” katanya.
Berikutnya, kerang bambu cenderung naik ke permukaan laut untuk menghindari suhu yang terlalu panas di dasar perairan dan ketika ada aliran air yang kuat atau perubahan arus, kerang bambu dapat terdorong ke permukaan laut.
Kerang bambu, lanjutnya, biasanya hidup di dasar laut dan menyaring partikel makanan dari air. Namun jika enemukan sumber makanan yang melimpah di dekat permukaan laut, maka ia akan naik untuk memperoleh makanan tersebut.
Dari beberapa faktor tersebut, terjadinya fenomena kerang bambu ke permukaan sangat dipengaruhi oleh suhu air dan sirkulasi air.
“Faktor-faktor di atas hanyalah beberapa kemungkinan yang dapat mempengaruhi naiknya kerang bambu ke permukaan laut. Tapi ini perlu dilakukan kajian lebih detail oleh para akademisi dan uji laboratorium untuk menghasilkan analisa yang lebih detail,” katanya.
Fenomena kerang bambu naik ke permukaan laut ini menjadi perhatian warga. Hampir setiap malam, ratusan orang mengambil kerang bambu yang naik ke permukaan di pesisir Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.(ant/iss)
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/akademisi-fenomena-lorjuk-di-pamekasan-karena-faktor-alam/
1. Arca Ganesha Jatuh Ke Kawah
2. Ada Salju di Lautan Pasir Bromo
3. Semeru Erupsi : Awan Panas Hingga 17 km dari Puncak.
4. Fenomena Lorjuk Naik Ke Pantai
5. Selamatkan Pulau Gede Rembang
Lihat juga :
1. Arca Ganesha Jatuh Ke Kawah
2. Ada Salju di Lautan Pasir Bromo
3. Semeru Erupsi : Awan Panas Hingga 17 km dari Puncak.
4. Fenomena Lorjuk Naik Ke Pantai
5. Selamatkan Pulau Gede Rembang

.jpeg)

