Fokus Layanan Internet BUMN

News Analysis : Fokus Layananan Internet BUMN


News Clip : 

1. Iconnet Pukul Indihome di Gresik (12 Februari 2022) 
2. Sengit! Ini toh BUMN-BUMN yang Jadi Pesaing IndiHome Telkom (02 September 2021)
3. Saingi IndiHome? Begini Alasan Jasa Marga Masuk Internet (25 Juni 2021)
4. Ramai-ramai BUMN Jadi Pesaing IndiHome, Erick Sinyalkan Ini! (02 September 2021)
5. Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir untuk IndiHome dkk (03 September 2021)

 

Deskripsi :

1. Iconnet Pukul Indihome di Gresik (12 Februari 2022)  

LIHAT LINK...Di Kabupaten Surabaya (Gresik), Indihome Babak Belur TKO..


2. Sengit! Ini toh BUMN-BUMN yang Jadi Pesaing IndiHome Telkom (02 September 2021)

 



Sengit! Ini toh BUMN-BUMN yang Jadi Pesaing IndiHome Telkom
Monica Wareza, CNBC Indonesia, 02 September 2021 13:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlomba-lomba menjadi penyedia jasa layanan internet dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah pandemi berlangsung dan hampir semua kegiatan mulai dari belajar hingga bekerja bisa dari rumah (work from home) mengandalkan internet.

Selain itu, masuknya sejumlah perusahaan BUMN di bisnis internet juga memanfaatkan keunggulan yang sudah ada sebelumnya kendati BUMN lain sudah lebih dahulu masuk yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) lewat IndiHome.

Namun beberapa BUMN lainnya mulai merangsek masuk ke industri penyedia jasa internet ini. Siapa saja BUMN yang dimaksud?

PT PLN (Persero) dengan Icon+

Belum lama ini PLN menyediakan produk layanan internet broadband berbasis jaringan fiber optik bernama Iconnet melalui anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Perusahaan ini disebut siap bersaing dengan kompetitor di industri ini, seperti Indihome, Biznet, dan lainnya.

Adanya jasa internet ini bermula dari proses digitalisasi di dalam PLN. Dalam perjalanannya saat melakukan proses digitalisasi organisasi di tengah jalan, tiba-tiba terjadi pandemi, di mana pemerintah melakukan pembatasan dan meminta agar masyarakat belajar dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Jadi, muncul gaya hidup baru dan dari situ ada kebangkitan sektor telekomunikasi," kata Darmawan Prasodjo, Wakil Direktur Utama PLN, Kamis (01/07/2021).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan PLN memang memiliki tanggung jawab untuk menerangi nusantara. Namun kini PLN juga terpanggil untuk berkontribusi menerangi dan memberikan
 informasi cepat kepada pelanggan melalui penyediaan internet.

"Dengan tersedianya layanan Iconnet untuk masyarakat luas di seluruh Indonesia artinya PLN sudah siap jawab kebutuhan dan tuntutan pelanggan, tuntutan internet yang andal, cepat, dan sesuai dengan keekonomian masyarakat," jelasnya.


PT Jasa Marga Tbk (JSMR) via PT Jasa Marga Related Business (JMRB)

Anak usaha perusahaan pengelola jalan tol ini nantinya akan menyediakan infrastruktur backbone fiber optik yang dapat menjadi alternatif layanan bagi para ISP (internet service provider) mengingat Jasa Marga saat ini mempunyai infrastruktur jalan tol  terpanjang yang membentang di pulau Jawa.

Pertimbangannya adalah lantaran dari seluruh ISP yang ada di Indonesia, masih sedikit yang memiliki infrastruktur jaringan sendiri.

Dengan demikian, perusahaan ini tidak akan bersaing dengan perusahaan BUMN lainnya dengan core business telekomunikasi. Jasa Marga nantinya akan menyediakan jaringan backbone fiber optik di kawasan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

"Ini bukan merupakan saingan [dengan Telkom], KAI [Kereta Api Indonesia] juga punya fiber optik. Kami masuk fiber optik bisa menjadi alternatif pemerataan jaringan bagi pasar pelaku ISP," kata Imad Zaky Mubarak, Direktur Bisnis Komersial JMRB,saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (25/6/2021).


PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan Gasnet

Perusahaan gas BUMN ini melalui anak usahanya PT Telemedia Dinamika Sarana telah terlebih dahulu meluncurkan Gasnet. Layanan ini memang baru tersedia di Batam, Bekas dan Jakarta.

Selain itu, ketersediaannya juga masih sangat terbatas untuk lokasi tertentu saja, Dalam laman resminya, disebutkan bahwa Gasnet memberikan layanan internet untuk ritel maupun korporasi.


Konsolidasi Bisnis

Terkait dengan ini, Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini mensinyalkan adanya konsolidasi bisnis di lini jasa internet tersebut.

"Memang ada catatan bagaimana kondisi beberapa BUMN yang mengembangkan usahanya di luar klasterisasi," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Senin (30/8/2021).

"Jujur memang ada satu dua BUMN yang sedang kita dalami, salah satunya memang kalau dalam pembicaraan internal kami karena ada rapim [rapat pimpinan] mingguan, mengenai tadi ICON+ dengan
Telkom [IndiHome]. Nah ini kita lakukan," kata Erick.

Upaya konsolidasi ini dilakukan sejalan dengan transformasi bisnis besar-besaran yang dilakukan di BUMN selama masa kepemimpinan Erick.

Hal yang sama sebelumnya juga telah dilakukan atas BUMN yang bergerak di bidang jasa rumah sakit dan perhotelan. Bahkan saat ini tengah dilakukan penggabungan bisnis di usaha pelabuhan yang dimiliki BUMN menjadi satu holding perusahaan. (tas/tas)



3. Saingi IndiHome? Begini Alasan Jasa Marga Masuk Internet (25 Juni 2021)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210625114019-17-255906/saingi-indihome-begini-alasan-jasa-marga-masuk-internet


Saingi IndiHome? Begini Alasan Jasa Marga Masuk Internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol dan infrastruktur, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB) menegaskan tidak akan bersaing dengan perusahaan BUMN lainnya dengan core business telekomunikasi seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Direktur Bisnis Komersial JMRB, Imad Zaky Mubarak mengatakan, perseroan nantinya akan menyediakan jaringan backbone fiber optik di kawasan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

Sebabnya, dari seluruh internet service provider (ISP) yang ada di Indonesia, masih sedikit yang memiliki infrastruktur jaringan sendiri.

JMRB, nantinya akan menyediakan infrastruktur backbone fiber optik yang dapat menjadi alternatif layanan bagi para ISP mengingat Jasa Marga saat ini mempunyai infrastruktur jalan tol terpanjang yang membentang di pulau Jawa.

Tak hanya itu, ke depannya, kata Zaky, bisnis data maupun jaringan potensinya akan makin besar seiring berkembangnya teknologi.

"Ini bukan merupakan saingan [dengan Telkom], KAI [Kereta Api Indonesia] juga punya fiber optik. Kami masuk fiber optik bisa menjadi alternatif pemerataan jaringan bagi pasar pelaku ISP," kata Zaky,
saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (25/6/2021).

Perseroan juga belum bisa membeberkan lebih rinci mengenai nilai investasi yang digelontorkan perseroan.

"Masih dikaji, belum tahu nominal pastinya, perencanaannya gak dalam 1-2 tahun, kita merencanakan untuk jangka panjang," bebernya.

Seperti diketahui, selain Jasa Marga, sebelumnya PT PLN (Persero) juga telah meluncurkan produk
layanan internet dengan basis fiber optik yang disebut Iconnet.

Layanan ini tersedia di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.Dengan biaya langganan kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 427 ribu per bulan dengan kecepatan 10 Mbps hingga 100 Mbps. Sementara Telkom sudah memiliki layanan jasa internet lewat IndiHome. (tas/tas)


4. Ramai-ramai BUMN Jadi Pesaing IndiHome, Erick Sinyalkan Ini! (02 September 2021)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210902075518-17-273078/ramai-ramai-bumn-jadi-pesaing-indihome-erick-sinyalkan-ini

Ramai-ramai BUMN Jadi Pesaing IndiHome, Erick Sinyalkan Ini!
Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia, 02 September 2021 08:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Masuknya sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke lini bisnis jasa layanan internet yang sudah lebih dahulu dijalankan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuat Menteri BUMN Erick Thohir mensinyalkan adanya konsolidasi bisnis di lini jasa internet tersebut.

Beberapa BUMN yang dimaksud Erick jadi 'pesaing' Telkom Indonesia lewat bisnis IndiHome yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB).

Lainnya yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN memiliki bisnis internet di bawah PT Telemedia Dinamika Sarana dengan brand untuk produk internetnya bernama Gasnet.

Lalu PT PLN (Persero) terjun ke bisnis internet melalui anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Melalui anak usahanya tersebut, BUMN setrum ini melahirkan produk layanan internet
broadband full fiber optic dengan nama Iconnet yang diluncurkan pada 31 Mei 2021 lalu. Sebelumnya brand dikenal dengan nama Stroomnet.

"Memang ada catatan bagaimana kondisi beberapa BUMN yang mengembangkan usahanya di luar klasterisasi," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Senin (30/8/2021).

"Jujur memang ada satu dua BUMN yang sedang kita dalami, salah satunya memang kalau dalam pembicaraan internal kami karena ada rapim [rapat pimpinan] mingguan, mengenai tadi ICON+
dengan Telkom [IndiHome]. Nah ini kita lakukan," kata Erick.

Sebab itu menurut Erick, perlu ada konsolidasi bisnis antarBUMN yang memiliki lini usaha yang sama.

"Karena tentu selama ini kenapa dari dulu kita paparkan sejak awal, ketika kita konsolidasikan antara BUMN yang mempunyai hotel itu kita konsolidasikan, kalau lihat rumah sakit juga kita konsolidasikan. Ini memang tidak lain tadi supaya lebih efektif, lebih sinkron, ini menjadi catatan bagian dari kerja
sama itu," tegas Erick.

Sebagai catatan, 2 tahun lalu di DPR, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019),, Menteri Erick juga menegaskan akan mengembalikan perusahaan BUMN pada bisnis intinya lantaran beberapa BUMN diketahui terlalu jauh mengembangkan bisnis mereka di luar bisnis inti melalui anak usaha dan tidak fokus pada keuntungan.

Saat itu, dalam rapat tersebut yang disorot adalah PT PANN (Persero) yang sebetulnya fokus pada pembiayaan (multifinance) di bidang maritim seperti pengadaan kapal, tapi kemudian memiliki bisnis di luar inti sehingga tidak fokus.

"Tentu di BUMN sendiri kita juga akan bikin kembali ke core bisnis. Berat juga, saya enggak menyalahkan PANN," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019).

"Back to diskusi, sinkronisasi kenapa harus terjadi. Kita balik ke core bisnis lalu sinkronisasi. Permen [Peraturan Menteri] pembentukan anak usaha dan cucu usaha [BUMN] harus ada alasannya. Tapi kalau
alasannya enggak jelas. Saya setop. BUMN yang sehat jangan sampai tergerogoti sama oknum," tegas mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Bisnis internet yang sebelumnya dijalani oleh Telkom Indonesia lewat IndiHome kini mulai ramai dengan hadirnya perusahaan BUMN lainnya lewat anak usahanya yakni PLN dan yang terbaru
emiten jalan tol JSMR.

Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB) memang mulai menggeluti bisnis internet.

Emiten jalan tol dan infrastruktur ini membangun infrastruktur jaringan fiber optik untuk data internet di Pulau Jawa. Dengan demikian JSMR meramaikan bisnis internet yang sudah dijalani BUMN seperti
IndiHome milik Telkom dan Iconnet dari PLN

"Lebih tepatnya penyedia infrastruktur data fiber optik, JMRB mungkin saat ini belum ke arah penyedia internet," kata Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso, kepada CNBC Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Cahyo menjelaskan penyediaan infrastruktur ini akan memanfaatkan aset Jalan Tol Trans Jawa milik Jasa Marga. Tol sepanjang 1.167 kilometer ini akan dibangun jaringan kabel fiber optik untuk penyedia
layanan internet.

"JMRB hanya mengoptimalkan potensi yang dimiliki induknya [Jasa Marga] yang memiliki infrastruktur jalan tol terpanjang di Pulau Jawa," katanya.

Sebelumnya PLN juga telah meluncurkan produk layanan internet dengan basis fiber optik yang disebut Iconnet.

Layanan ini tersedia di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.Dengan biaya langganan kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 427 ribu per bulan dengan kecepatan 10 Mbps hingga 100 Mbps.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya siap bersaing dengan kompetitor seperti IndiHome, First Media, Biznet, dan lainnya.

"Hari ini kita lihat transformasi PLN, breakthrough fiber optic. Kita siap bersaing dengan kompetitor lainnya seperti dengan IndiHome, First Media, Biznet dan lainnya," paparnya saat acara peluncuran
Iconnet, Senin (31/05/2021).

Menurut Zulkifli, PLN memang memiliki tanggung jawab untuk menerangi nusantara. Namun kini, PLN juga terpanggil untuk berkontribusi menerangi dan memberikan informasi cepat kepada pelanggan melalui penyediaan internet.

"Dengan tersedianya layanan Iconnet untuk masyarakat luas di seluruh Indonesia artinya PLN sudah siap jawab kebutuhan dan tuntutan pelanggan, tuntutan internet yang andal, cepat, dan sesuai dengan
keekonomian masyarakat," jelas mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini. (tas/tas)


5. Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir untuk IndiHome dkk (03 September 2021)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210902193521-17-273321/mengungkap-rencana-besar-erick-thohir-untuk-indihome-dkk

Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir untuk IndiHome dkk
Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia, 03 September 2021 06:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mensinyalkan adanya konsolidasi bisnis perusahaan pelat merah di jasa penyedia internet (internet service provider/ ISP) sehingga terjadi sinkronisasi dan lebih efisien.

Hal ini ditegaskan Erick menyusul masuknya sejumlah perusahaan BUMN ke lini bisnis jasa layanan internet yang sudah lebih dahulu dijalankan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) lewat IndiHome.

Beberapa BUMN yang dimaksud Erick jadi 'pesaing' IndiHome yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB).

Kemudian PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN memiliki bisnis internet di bawah PT Telemedia Dinamika Sarana dengan brand untuk produk internetnya bernama Gasnet.

Berikutnya ada PT PLN (Persero) terjun ke bisnis internet melalui anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Melalui anak usahanya tersebut, BUMN setrum ini melahirkan produk layanan
internet broadband full fiber optic dengan nama Iconnet yang diluncurkan pada 31 Mei 2021 lalu. Sebelumnya brand dikenal dengan nama Stroomnet.

"Memang ada catatan bagaimana kondisi beberapa BUMN yang mengembangkan usahanya di luar klasterisasi," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Senin (30/8/2021).

"Jujur memang ada satu dua BUMN yang sedang kita dalami, salah satunya memang kalau dalam pembicaraan internal kami karena ada rapim [rapat pimpinan] mingguan, mengenai tadi ICON+
dengan Telkom [IndiHome]. Nah ini kita lakukan," kata Erick.

Sebab itu menurut Erick, perlu ada konsolidasi bisnis antar-BUMN yang memiliki lini usaha yang sama.

"Karena tentu selama ini kenapa dari dulu kita paparkan sejak awal, ketika kita konsolidasikan antara BUMN yang mempunyai hotel itu kita konsolidasikan, kalau lihat rumah sakit juga kita konsolidasikan. Ini memang tidak lain tadi supaya lebih efektif, lebih sinkron, ini menjadi catatan bagian dari kerja sama itu," tegas Erick.

Sebagai catatan, 2 tahun lalu di DPR, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019),, Menteri Erick juga menegaskan akan mengembalikan perusahaan BUMN pada bisnis
intinya lantaran beberapa BUMN diketahui terlalu jauh mengembangkan bisnis mereka di luar bisnis inti melalui anak usaha dan tidak fokus pada keuntungan.
 
Saat itu, dalam rapat tersebut yang disorot adalah PT PANN (Persero) yang sebetulnya fokus pada pembiayaan (multifinance) di bidang maritim seperti pengadaan kapal, tapi kemudian memiliki bisnis di luar inti sehingga tidak fokus.

"Tentu di BUMN sendiri kita juga akan bikin kembali ke core bisnis. Berat juga, saya enggak menyalahkan PANN," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2019).

"Back to diskusi, sinkronisasi kenapa harus terjadi. Kita balik ke core bisnis lalu sinkronisasi. Permen [Peraturan Menteri] pembentukan anak usaha dan cucu usaha [BUMN] harus ada alasannya. Tapi kalau alasannya enggak jelas. Saya setop. BUMN yang sehat jangan sampai tergerogoti sama oknum," tegas mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Bisnis internet yang sebelumnya dijalani oleh Telkom Indonesia lewat IndiHome memang semakin ramai dengan hadirnya perusahaan BUMN lainnya lewat anak usahanya yakni PLN dan yang terbaru
emiten jalan tol JSMR.

Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB) memang mulai menggeluti bisnis internet.

Emiten jalan tol dan infrastruktur ini membangun infrastruktur jaringan fiber optik untuk data internet di Pulau Jawa. Dengan demikian JSMR meramaikan bisnis internet yang sudah dijalani BUMN seperti IndiHome milik Telkom dan Iconnet dari PLN

"Lebih tepatnya penyedia infrastruktur data fiber optik, JMRB mungkin saat ini belum ke arah penyedia internet," kata Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso, kepada CNBC Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Cahyo menjelaskan penyediaan infrastruktur ini akan memanfaatkan aset Jalan Tol Trans Jawa milik Jasa Marga. Tol sepanjang 1.167 kilometer ini akan dibangun jaringan kabel fiber optik untuk
penyedia layanan internet.

"JMRB hanya mengoptimalkan potensi yang dimiliki induknya (Jasa Marga) yang memiliki infrastruktur jalan tol terpanjang di Pulau Jawa," katanya.

Sebelumnya PLN juga telah meluncurkan produk layanan internet denganbasis fiber optik yang disebut Iconnet.

Layanan ini tersedia di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Dengan biaya langganan kisaran Rp 185 ribu hingga Rp 427 ribu per bulan dengan kecepatan 10 Mbps hingga 100 Mbps.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya siap bersaing dengan kompetitor seperti IndiHome, First Media, Biznet, dan lainnya. 

"Hari ini kita lihat transformasi PLN, breakthrough fiber optic. Kita siap bersaing dengan kompetitor lainnya seperti dengan IndiHome, First Media, Biznet dan lainnya," paparnya saat acara peluncuran
Iconnet, Senin (31/05/2021).

Menurut Zulkifli, PLN memang memiliki tanggung jawab untuk menerangi nusantara. Namun kini, PLN juga terpanggil untuk berkontribusi menerangi dan memberikan informasi cepat kepada pelanggan melalui penyediaan internet.

"Dengan tersedianya layanan Iconnet untuk masyarakat luas di seluruh Indonesia artinya PLN sudah siap jawab kebutuhan dan tuntutan pelanggan, tuntutan internet yang andal, cepat, dan sesuai dengan keekonomian masyarakat," jelas mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini.(tas/tas)

 

News Analysis : 

Merger layanan Telekomunikasi bisa dilakukan dengan berbagai alasan, baik ekonomis atau semata kebijakan. Beberapa BUMN pada saat ini memiliki kapasitas untuk menggelar layanan telekomunukikasi. Perkembangan teknologi IT telekomunikasi yang pesat membuat terbukanya layanan telekomunikasi oleh sekian banyak BUMN. 

Akan tetapi kemampuan gelar layanan IT Telekomunikasi, termasuk layanan internet kepada publik tidak serta merta bisa dilakukan begitu saja di Indonesia. Rezim regulasi telekomunikasi di Indonesia, bukanlah rezim yang sederhana,  yang bisa dengan mudah ditembus oleh kepemilikan jaringan telekomunikasi semata.

Tanpa pengaturan yang dilakukan oleh Menteri Negara BUMN pun proses pengaturan layanan telekomunikasi, bukanlah rezim yang mudah ditembus oleh aspek legal BUMN. Layanan internet Iconet adalah contoh tidak mudahnya BUMN Energi ini menggelar layanan internet di Indonesia.

Layanan internet Icon plus sudah pernah diberikan dan dilakukan untuk publik sejak tahun 2004-2005 atau hampir 18 tahun yang lalu.  Akan tetapi setelah 18 tahun berlalu, skala layanan customer internet Iconplus juga tidak mampu melampaui customer dari para pemain gaek telekomunikasi.

BUMN yang memiliki jangkauan jaringan dan teknologi telekomunikasi ini bahkan memiliki jangkauan yang jauh lebih dari yang dimiliki oleh pemain telekomunikasi lama.

Iconnet misalnya memiliki pasar 80 juta pelanggan PLN yang secara hitungan di atas kertas jauh melampaui jangkauan pasar Indihome misalnya. Demikian juga PT KAI yang memiliki jangkauan jaringan yang luas yang bahkan melampui lokasi yang mampu dijangkau oleh Indihome misalnya.

Jasa Marga juga memiliki jaringan fiber optik di sepanjang jalan tol yang selama ini hanya digunakan untuk jaringan internal untuk data-data CCTV jalan tol. Masih banyak kapasitas kosong yang bisa dimanfaatkan untuk layanan telekomunikasi publik. PT PGN juga memiliki jaringan yang sama di sepanjang pipa gas yang mereka miliki.

Tidak berhenti pada data-data yang ada di sini saja. Kapasitas gelar jaringan telekomunikasi di Indonesia kemungkinan juga dimiliki oleh BUMN lain yang luput dari pengawasan Kementeerian Negara BUMN.    

Bank BRI adalah salah satu contoh lain BUMN yang bahkan memiliki jaringan Satelit yang saat ini kapasitasnya hanya digunakan untuk komunikasi internal BRI semata. Undang-undang telekomunikasi melarang membuka kapasitsa jaringan yang ada untuk kepentingan publik.

Kemeneterian BUMN harus mendata dengan detail satu demi satu gelar jaringan yang ada di Republik untuk bisa mengambil kebijakan yang efisien dan efektif dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi.

Dirjen PPI dan SDPPI (eks Dirjen Postel) dan deretan pejabat Dirjennya memiliki data yang jauh lebih lengkap tentang gelar jaringan yang ada di Republik, jika pertimbangan yang dilakukan untuk gelar layanan telekomunikasi atau internet publik dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas jaringan yang dimiliki oleh BUMN dan juga lembaga negara terkait.

Ide Eric Tohir untuk melakukan merger horisontal dan melakukan penajaman kluster BUMN sangat bagus. Telkom sebagai BUMN yang bergerak di layanan telekomunikasi akan sangat terbantu jika proses yang diusulkan tersebut juga dengan mempertimbangkan proses perhitungan dan pemetaan kembali jangkauan jaringan yang dimiliki oleh BUMN BUMN tersebut.

Jaringan milik PT KAI misalnya bisa diserahkan untuk dikelola oleh PT Telkom sebagai bentuk sinergi BUMN. Penggunaan jaringan tersebut dipastikan akan jauh lebih powerfull di bawah pengelolaan admin pengelola Indihome ini. Demikian juga jaringan PLN yang mencakup 80 juta pelanggan tersebut, alih-alih dikelola oleh Iconnet bisa diserahkan dan dikerjasamakan dengan PT Telkom.

Bayangkan betapa layanan internet yang dikelola oleh Telkom akan mengalami pelipatan hampir 10 kali lipat, jika kebijakan seperti ini berani diambil oleh Erick.

Telkom yang mengalami kesulitan dalam bisnis dasar IT Telekomunikasi selamabeberapa tahun terakhir akan bangkit bahkan mengalahkan anak nya PT Telkomsel. Mungkin begitulah yang diminta dilakukan oleh Erick selama menjadi Menteri Negara BUMN berani melakukan perombakan mustahil. Akan tetapi jika Erick memang berani melakukan hal tersebut, maka keuntungan buat BUMN Telkom misalnya akan sangat terasa, keuntungan akan terasa dan berkembang berkali lipat. Rakyat akan mendapatkan keuntungan dari layanan yang lauh lebih luas dan lebih murah. Bukan hanya semata menebar kritik pedas dan penilaian akan tetapi tak banyak membawa perubahan yang significant.



Baca juga :
 

Rahasia Layanan ICON+ : Luasnya Jaringan Dan Teknologi PLC (broken link)     (Link baru)

News Analisis : Fokus Layanan Internet BUMN   (broken link)      (Link baru)

Di Kabupaten Surabaya (Gresik) Indihome Babak Beluk Dihajar Iconnet

ICONNET Tembus 1 Juta Pelanggan




Baca Juga




Index News Informatika/Informatika News Line


 
 
 
 
Ikuti Informatika News Line 
Di Instagram


 
Dual Server
 
 
Indeks
 










Lebih baru Lebih lama