Bandung, Informatika Newsline (14/02/2022)
Korban
tewas Covid 19 per (14/02/2022) secara global mencapai lebih dari 5,8
juta orang (5.840.145). Selama 2 bulan terakhir (per 19/12/2021) 533
ribu orang lebih tewas di seluruh dunia (533.080). Terdapat kenaikan
jumlah kematian sebesar 45 ribu orang di seluruh dunia pada rentang 2
bulan terakhir, dibandungkan dengan rentang 2 bulan sebelumnya
(3/10/2021).
Sebanyak
412 juta lebih manusia di seluruh dunia telah terinfeksi (412.185.405),
sebanyak 138 juta lebih manusia di seluruh dunia yang terinfeksi selama
2 bulan (data 19/12/2021) terakhir (138.360.371). Terjadi kenaikan 3
kali lipat lebih (3,6095) dari periode 2 bulan sebelumnya (3/10/2021).
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, karena tingkat kecepatan infeksi
menjadi 3 kali lipat lebih.
Sebanyak
88 juta orang lebih masih dalam kondisi sakit terinfeksi (88.046.526),
jumlah mereka yang masih sakit ini naik menjadi 52 juta lebih orang
selama 2 bulan terakhir (52.679.193). Kenaikan ini hampir mencapai 5
kali lipat dibandingkan dengan periode empat bulan sebelumnya (4,7272)
Tingkat kematian dari korban yang masih sakit terinfeksi turun menjadi
6,63 %. Prosentase turunnya tingkat kematian ini menjadi sinyal positif
kegawatan kasus yang dialami oleh mereka yang masih terinfeksi. Trend
turunnya tingkat kematian ini terus terjadi selama 4 bulan terakhir.
Sebelumnya angka ini mencapai 15,0056 % (19/12/2021) dan turun dari
data dua bulan sebelumnya yang mencapai 19,8240 % (3/10/2021).
Prosentase tingkat kematian dari kasus positif total juga turun drastis
menjadi 1,4169 %, Angka ini turun dari angka 4 bulan sebelumnya sebesar
1,9381 % (19/12/2021) dan 2,0461 % (3/10/2021).
Rasio
tingkat kematian antara yang masih sakit dengan total terinfeksi naik
menjadi 21,3609 % dari perhitungan dua bulan lalu sebesar 12,9159 %
(19/12/2021) dan 10,3213 % (3/10/2021). Rasio ini menunjukkan hal yang
positif terkait probabilitas tingkat kematian akibat Covid 19. Semakin
tinggi prosentasenya, semakin baik tingkat recovery sembuh dari Covid 19
tanpa dihadang oleh kematian.
Berdasarkan
data global terbaru Indonesia termasuk 17 besar negara paling berbahaya
terkena infeksi Covid-19. Akan tetapi posisi Indonesia turun secara
bertahap selama 4 bulan berturut-turut. Data 2 bulan yang lalu
menunjukkan posisi Indonesiadi ranking 15 global setelah sebelumnya
berada di urutan posisi 14 (3/10/2021).