Equestrian Ramadhan Cup 2026 Di Arena Berkuda Yussar Stable

  Equestrian Ramadhan Cup 2026 Di Arena Berkuda Yussar Stable

(Laporan Khusus Equestrian Ramadhan Cup 2026, Dinas Panperta Kabupaten Sidoarjo) 



Sidoarjo, 15/03/2025

Equestrain Ramadhan Cup 2026 digelar di Yussar Stable, Tanggulangin,  Sidoarjo, Minggu (15/03). Yussar Stable sendiri berada hanya beberapa puluh meter dari tanggul pengaman semburan lumpur Lapindo Sidoarjo. Event berkuda tahunan yang digelar ini, menampilkan atlet berkuda tunggang serasi dan lomba jumping. 


Lomba tunggang serasi dimulai sejak pukul 10.00 dengan menampilkan sejumlah atlet tunggang serasi. Dengan diiringi oleh alunan musik, saxofone, para penunggang kuda ini berpacu dalam dua jenis kompetisi walk trot test 2 dan walk trot test 3. 

Walk trot test dalam Lomba Equestrian Berkuda adalah tingkat dasar dalam kompetisi dressage (tunggang serasi) berkuda yang fokus pada penilaian kemampuan berjalan (walk) dan berlari kecil (trot) secara teratur, seimbang, dan berirama. Tes ini dilakukan di arena 20x40 meter dengan menekankan akurasi lingkaran 20 meter dan kontrol kuda yang baik.






Penampilan Atlet Afidenaya dengan Kuda Fusena. Atlet Afidenaya berhasil meraih sejumlah medali yang diperebutkan dalam lomba kali ini.

  

Lomba berkuda yang didukung oleh Dinas Pangan Dan Pertanian (Panperta) Kabupaten Sidoarjo ini, merupakan lomba berkuda yang pertama, di Indonesia, yang diadakan dengan gratis untuk seluruh peserta yang mengikuti lomba dari Seluruh Indonesia. 



" Dalam Lomba berkuda, salah satu yang membuat nya mahal adalah entry fee nya. Jika atletnya banyak puluhan, nilai entry fee nya saja bisa mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.., " Kata Zahlul Yussar, S.I.Kom. Sekretaris Komisi D, DPRD Kabupaten Sidoarjo, yang juga ketua PORDASi (Persatuan Olahraga Berkuda) Kabupaten Sidoarjo ini. 



Atlet Equestrian 2



Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian (Panperta) Kabupaten Sidoarjo yang ikut membuka kegiatan lomba, atas nama Bupati Sidoarjo, menyatakan bahwa lomba ini akan menjadi agenda tahunan yang didorong oleh Dinas Pangan Dan Pertanian. 

Dalam sambutan pembukaan nya Sekretaris Dinas Panperta, drh. Tonny Hartono, MKes, menyampaikan keyakinan nya pada dukungan atas lomba yang sama di tahun-tahun yang akan datang. 

Pertandingan berkuda merupakan salah satu upaya memberikan nilai lebih dari kuda yang selama ini selalu menjadi partner membantu manusia dalam berbagai kebutuhan hidup manusia. 

"Ada ribuan bahkan mungkin puluhan ribu kuda yang ada di Kabupaten Sidoarjo atau bahkan Jawa Timur yang perlu diberikan nilai tambah, diantaranya melalui lomba berkuda ini. " Kata Zahlul Yussar mendukung pernyataan dari Sekdis Pertanian Dan Pangan Kabupaten Sidoarjo. 

Data BPS Provinsi Jawa Timur pernah mencatat sebanyak 10 ribu lebih kuda yang ada di seluruh Jawa Timur. Akan tetapi jumlah ternak kuda ini semakin lama semakin turun jumlah nya. Padahal kuda sebenarnya adalah ternak yang memiliki manfaat yang luar biasa bagi manusia. 

Salah satu BUMN yang memproduksi vaksin, di Indonesia, menggunakan ratusan kuda, sebagai salah satu alat produksi utama vaksin. Produksi vaksin di Indonesia teramasuk yang terbaik di dunia, yang bahkan telah diekspor dalam bentuk vaksin jadi ke 200-an negara di seluruh dunia. 

Jika jumlah ternak kuda berkurang maka alat produksi pembuat vaksin dipastikan akan berkurang, dan pendapatan negara dari penjualan vaksin sebesar trilyunan rupiah akan terancam turun drastis, bahkan hilang. 

Baca Juga : 

Korupsi Flu Burung Libatkan Direktur Pemasaran Biofarma ?

Lokasi Kandang Ternak Ideal : Bersih, Rapi, Hygienis 

Biofarma Butuh 1000 kg Rumput Per Hari    link 2

 

Doktor Dian salah satu calon guru besar di salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Timur, kepada Informatika News line, menyampaikan betapa pentingnya relasi antara menjaga eksistensi dan nilai kuda, serta produksi vaksin di Indonesia. 

"Kuda ini adalah salah satu ternak yang memberikan manfaat pendapatan negara yang tidak murah... Bahkan mahal... terutama dalam konteks pembuatan vaksin " Kata Dr. Dian kepada Informatika News line. 

" Upaya Dinas Panperta Kabupaten Sidoarjo dan PORDASI ini sangat strategis... " Kata Dr. Dian menambahkan. 

Pemahaman akan pentingnya posisi ternak kuda bagi negara seperti ini, tidak banyak difahami, sehingga posisi ternak kuda cenderung tidak terlalu diperhatikan. 

Bahkan saat ini posisi produsen vaksin Biofarma yang termasuk produsen Vaksin terbesar di dunia ini, cenderung dilupakan di dalam negeri. 

Di Indonesia sendiri pada tahun 2010 menurut data BPS terdapat hampir 420 ribu kuda. Akan tetapi jumlah ini terus menurun. Sampai dengan tahun 2025 tersisa ada hampir 145 ribu kuda di seluruh Indonesia, tidak diketahui kemana perginya 300 ribuan kuda ini menghilang.

Provinsi Jawa Timur sendiri termasuk provinsi di Pulau Jawa, yang memiliki jumlah ternak kuda terbesar kedua setelah Provinsi Jawa Barat. 



 

Salah satu peserta lomba jumping yang tetap memacu kudanya dalam kondisi hujan. Tampak tenda juri yang sempat terbongkar oleh tiupan angin keras. 



Lomba yang dilakukan sempat terhambat, oleh hujan angin yang turun. Bahkan tiupan angin sempat membuat tenda juri terbawa angin beberapa meter kel luar lokasi lomba Equestrian ini. 

Akan tetapi sebanyak 60 atlet yang telah siap berebut Trophy kejuaraan dari lomba equestrian dan lomba jumping ini, tetap bersemangat bertanding, tidak berhenti. Lomba tetap berlangsung seru sampai seluruh peserta menyelesaikan lomba pacu jumping yang menilai kemampuan jumping kuda dan kecepatan mencapai titik finish. 

Selama ini atlet berkuda Sidoarjo terkenal sebagai atlet tangguh di kejuaraan Provinsi, Nasional bahkan event internasional. (TNTW) 


 


  






Lebih baru Lebih lama