Pedagang Jalanan Di Sidoarjo Tembus Pasar Eropa, Bersama Mas Bram PEDALINDO Sidoarjo, Dengan 200 Ribu Anggota Di 15 Provinsi

Ngobrol Dengan Mas Bram Di Lingkar Timur Sidoarjo, Ketua Umum PEDALINDO

 


 

Kita ini sedang berupaya membangunkan raksasa Ekonomi Kreatif Indonesia yang saat ini sedang tidur pulas..... Kesederhanaan yang dibawakan oleh Mas Bram tidak akan membuat siapapun menyangka, bahwa di depan orang yang sangat sederhana inilah produk pedagang jalanan Sidoarjo dan Indonesia, mampu tembus pasar Eropa. Siapapun tak akan menyangka di balik kerendahan hati Mas Bram ada 200 ribu anggota setia, di 15 Provinsi Di Indonesia. Sedikit meleng saja, para petinggi partai di Republik ini pasti akan ngiler melihat anggota nya yang militan dan tersebar di seluruh Indonesia. Di depan para Ketua Partai di Republik ini, jumlah anggota nya yang berlimpah ruah itu adalah tiket menjadi Legislator bahkan menjadi kepala Negara.



Sidoarjo, Informatika Newsline, 01/03/2026
Bertiga, bersama dengan dua tiga jurnalis kota udang, Informatika Newsline, Minggu (01/03) siang, berkunjung ke markas Pedalindo Sidoarjo (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia), di sebuah kompleks perumahan, di bilangan jalan lingkar timur Sidoarjo. Jalan Lingkar Timur, jalanan yang dipenuhi lubang sebesar kubangan kerbau, membentang di ujung selatan jalan lingkar timur di dekat kompleks markas Pedalindo.

"Jalan lingkar timur ini adalah jalan Provinsi, bukan katagori jalan Kabupaten, jadi ini adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi." kata salah satu jurnalis kepada Informartika News Line, saat mengomentari betapa berbahayanya jalan dengan lubang sebesar kubangan kerbau ini, saat dilewati oleh kendaraan bermotor.

"Jalan-jalan di negara-negara bekas Uni Soviet yang miskin saja bisa dijaga mulus dan tidak berlobang. Ini jalan lingkar timur di Jawa Timur, Indonesia, kenapa bisa tidak segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi ?" kata jurnalis satunya lagi kepada Informatika Newsline. Lho bukankan ujung utara jalan lingkar Timur sudah diperbaiki tidak lagi berlubang besar seperti jalan ujung selatan ini ?  

***


Markas Pedalindo terasa nyaman. Dan saat mas Bram datang menemui, konsep tentang pemberdayaan pedagang jalanan mulai meluncur deras begitu saja.

"Kita ini cita-citanya, sedang berupaya membangunkan raksasa Ekonomi Kreatif Indonesia yang saat ini sedang tidur pulas, Mas...Ini ada potensi besar ekonomi, yang bisa digunakan untuk membangkitkan ekonomi Nasional, dan bahkan membantu meningkatkan kesejahteraan pada pedagang jalanan.. kesejahteraan rakyat." kata Bram 

"Kenapa menggunakan istilah pedal ? karena pedal itulah yang menggerakkan roda, roda bisnis para pedagang jalanan, nadi ekonomi masyarakat...jadi itu lah Pedalindo..."

Ada dua puluh ribu pedagang jalanan di seluruh Sidoarjo yang masuk menjadi anggota binaan Pedalindo nya Mas Bram.

" Di seluruh Indonesia kita memiliki 200 ribu anggota pedagang jalanan yang tersebar di 15 Provinsi." kata Mas Bram dengan wajah sangat serius.

Bukan hanya itu saja, mas Bram juga menceritakan bahwa Pedalindo saat ini mendapatkan akses yang sangat baik dari perbankan.

"Kita ini dipercaya oleh perbankan Mas.. Kemarin baru saja ada anggota kita yang dapat kucuran dari KUR BRI sebesar 100 juta tanpa agunan...."

Luar biasa. Mas Bram menceritakan, persetujuan KUR BRI itu pun hanya dalam hitungan hari saja, langsung cair.

" Baru kemarin, anggota ini meminta tolong kepada Pedalindo untuk mendapatkan bantuan KUR dari BRI. Setelah diajukan, Hanya kurang dari dua hari, saya terkejut, ditelepon oleh BRI Sidoarjo, bahwa bantuan KUR dari BRI sebesar 100 juta sudah cair..."

Pedalindo atau tepatnya ketua Pedalindo dapat apa dari 100 juta KUR yang sudah cair tersebut ?

"Tidak se sen pun Pedalindo menarik atau bahkan memotong uang KUR yang jadi hak anggota Pedalindo. Ini kan hak mereka, kita malah senang gembira jika ada anggota Pedalindo yang terbantu oleh kita... Demi Allah kita tidak melakukan pemotongan atau apapun dari KUR BRI yang cair ke anggota tersebut....."

"Bagi saya, hidup itu sekarang yang penting, bermanfaat untuk sebanyak-banyak manusia. Saya ini sedang sakit Mas..., " Kata Mas Bram berfilosof sambil menunjukkan sakit yang saat ini diderita nya.

"Saya pernah meminta untuk di euthanasia oleh dokter, karena parahnya sakit yang saya alami kata Bram. Tapi berangsur-angsur kesehatannya mulai pulih. Saat itulah Bram berjanji akan membantu agar bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.  

Ngobrol bersama dengan Ketua Umum Pedalindo ini, memang mengasyikkan.

" Lho saya dulu itu programmer, bahasa Cobol, C, Foxpro...atau bahasa pemrograman apa lagi yang ada... termasuk bahasa-bahasa pemrograman yang berbasis visual itu saya menguasai... Kalau sedang membuat program bisa berjam-jam bahkan berhari-hari saya berada di depan komputer menyelesaian program sampai tuntas..."

Bram juga menceritakan, hobby programmer nya itu bahkan sampai merambah ke pekerjaan professional. Termasuk dalam menyiapkan listing program perangkat wartel (warung telekomunikasi) era tahun 1990 an.

"Lho semua isinya program perangkat wartel, yang ada itu dulu, saya yang membuat listing programnya..." kata Bram.

Mas Bram memceritakan bagaimana trik untuk membuat pembicaraan di wartel saat itu bisa menjadi murah. "Wah ada tekniknya bagaimana menghemat pembicaraan SLI (Saluran Langsung Internasional..." kata Mas Bram menceritakan rahasianya sambil tersenyum kecil.

Silahkan dimakan mas, ini ada contoh makanan hasil karya para UMKM dan pedagang jalanan yang saat ini mejadi anggota Pedalindo. Bram menyajikan makanan kecil, dan bahkan memanggil penjual siomay keliling yang kebetulan sedang berjualan keliling di depan kantor Pedalindo, untuk menyajikan makanan. 

Baca Juga 

Ngobrol Dengan Mas Bram Di Lingkar Timur Sidoarjo, Ketua Umum PEDALINDO : Pedagang Jalanan Di Sidoarjo Tembus Pasar Eropa, Bersama Mas Bram PEDALINDO Sidoarjo, Dengan 200 Ribu Anggota Di 15 Provinsi 

Jejak 11 Tahun Perjalanan PEDALINDO (Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia) : Menjadi Perisai, Mengawal Raksasa Ekonomi Pancasila dari Sidoarjo untuk Indonesia

Halal Bi Halal Dan Konsolidasi Organisasi Internal Pedalindo  



 

"Silahkan dimakan Mas... di sini bebas saja..."

Walah, kebetulan lagi Puasa Ramadhan ini Mas. Puasa di bulan Ramadhan ini termasuk puasa wajib mas. Kalau puasa wajib kita tidak boleh sembarangan membatalkan puasa. Meskipun itu dijamu oleh tuan rumah.

Tapi lain lagi kalau puasa Sunnah, Puasa Senin Kamis atau Puasa Daud, atau puasa 40 hari yang sunnah-sunnah itu, kalau ditawari makanan maka di-sunnah-kan untuk membatalkan Puasa. Jadi untuk puasa Sunnah biasa, saat membatalkan puasa karena dijamu, maka otomatis pahala puasa dapat, makanannya juga dapat, kalau puasa sunnah. Akan tetapi kalau puasa Ramadhan, tidak boleh sembarangan membatalkan puasa.

" Oh iya..iya saya lupa... Saya tahu itu, iya benar ... lagi pada Puasa Ramadhan ini ya...ya saya tahu itu...kan ayah dan kakek saya itu Kiai lho ...." kata Mas Bram tersenyum, lalu meminta pedagang Siomay itu membungkus makanan untuk dijadikan bekal berbuka puasa, nanti.

Pembicaraan yang mengasyikkan itu, tiba-tiba terputus, saat salah satu putra Mas Bram, yang sedang kuliah di Fisipol Unesa meminta ijin ayahnya untuk berangkat ke Kampus.

"Anak saya itu termasuk Ketua DPM (Dewan Pimpinan Mahasiswa) di Kampusnya, biar belajar politik di Kampus nya, gak papa. DPM itu yang merangkum beberapa BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang ada di Kampus..."

Sajian makanan yang diberikan Mas Bram ini, jadi mengingatkan saya, pada Nabi Ibrahim, yang suatu saat kedatangan tamu, tanpa ditanya terlebih dahulu kepentingan tamunya itu apa, tiba-tiba Nabi Ibrahim menyiapkan sejumlah makanan untuk menjamu tamunya.

"Nama saya itu Junius Bram. Nah Bram itu kan asalnya dari nama Abraham, yang ada di Al Kitab..." kata Mas Bram. Iya Mas betul nama Abraham dan Ibrahim itu kan merujuk pada tokoh yang sama, yang satu dalam penyebutan Al Kitab, yang satunya lagi dalam penyebutan Al Qur'an.
 


"Markas Pedalindo ini buka 24 jam. Jika ada anggota yang kebetulan ingin datang berkunjung, ingin tidur di sini karena lelah saat malam, itu saya siapkan kasur untuk tidur di depan,"  kata Mas Bram sambil menunjuk kasur berwarna biru bersih yang siap dipakai para anggota Pedalindo yang membutuhkan.

"Selain itu di Markas Pedalindo ini saya juga siapkan kompor, mie instant, ada minyak, ada kopi, gula, gelas piring .... yang bisa dipakai oleh anggota yang datang kapan saja. Kantor Pedalindo tidak pernah dikunci, dan saya siap melayani selama saya masih belum lelah, belum mengantuk... Silahkan saja siapa saja datang ke sini, membuat mie sendiri, minum kopi sendiri, gratis, semua disediakan gratis...temen-temen Informatika News Lina yang akan datang dan mampir ke sini sewaktu-waktu... silahkan jangan sungkan-sungkan ..."

Menyenangkan berbicara dengan Mas Junius Bram atau Junius Abraham. Tak terasa waktu sudah mendekati saat berbuka. Informatika news mendapatkan bingkisan makanan kecil, snack karya anggota Pedalindo, dan juga bungkusan siomay, satu tas penuh. Akan tetapi waktu berbuka sudah dekat. Informatika News Line meminta ijin untuk mengakhiri ngobrol bareng tersebut.

"Silahkan dibawa mas jangan malu-malu ... ini masih banyak yang ada di kantor Pedalindo ini..." 

"Ini ada produk yang bahkan sudah berhasil menembus pasar Eropa. Kita punya banyak relasi di Belanda dan beberapa negara Eropa lain yang membanu pemasaran kita di Eropa. Kemarin baru saja saya mengirimkan produk anggota Pedalindo ke Eropa, ada 30 kilo an yang dikirim.."

Nah ini apa lagi ? Pedalindo berhasil mengirimkan produk-produk anggotanya menembus pasar manca negara. Luar biasa.

Saya juga memproduksi sendiri, Produk Bumbu Bram, namanya ini, juga dikirim ke manca negara. Belum usai bicara lebih jauh soal strategi dan dimensi bisnis produk Pedalindo ke manca negara. Waktu menjelang berbuka datang sudah membatasi.

"Mas menyenangkan bisa bertemu dengan pejuang UMKM Pedagang Jalanan seperti Mas Bram... Jangan sungkan-sungkan berbagi informasi atau apapun kepada media Mas... kita temen-temen dan komunitas jurnalis siap membantu..."

Hari Minggu ini, Informatika Newsline mendapatkan sahabat baru. Junius Bram atau Junius Abraham.  Konseptor pemberdayaan pedagang jalanan, "dan kita bukan hanya konsep, tapi kita sudah berhasil jalan dengan baik.."

Pendiri dan Ketua Umum Pedalindo yang telah tersebar di seluruh Indonesia itu ternyata berasal dari Sidoarjo. Ide kebangkitan pedagang jalanan di Indonesia ini ternyata sumber awalnya dari Sidoarjo, dari Markas Pedagang jalanan yang sederhana di sebuah kompleks perumahan, di jalan lingkar timur Sidoarjo, yang sampai saat tulisan ini dibuat, lubang-lubang jalannya sebesar kubangan kerbau sawah, siap memangsa korban baru kendaraan bermotor yang tidak hati-hati (MIG)

 

 

 

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama