Diserang Israel ? Tiga TNI UNIFIL Gugur, 5 luka-luka, 2 Luka Parah
Bandung, 31/03/2026
Tiga anggota TNI yang bertugas di Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur.
Praka Farizal Ramadhan (27) gugur (asal Kabupaten Kulonprogro), dalam serangan Israel terhadap pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon Minggu Malam (29/03). Gugurnya Praka Ramadhan ini disusul oleh dua anggota TNI lain, yang meninggal pada serangan lanjutan Israel Senin Malam (30/03).
Kapten Infrantri Zulmi Aditya Iskandar (33) (asal Kota Cimahi), dan Sertu Mohammad Nur Ichwan (25) (asal Magelang) adalah dua anggota TNI yang gugur, setelah kendaraan nya, diserang oleh Israel saat sedang mengawal konvoi CSSU dari markas sektor Timur UNIFIL UNP 7-2, menuju markas Satgas UNP 7-1 (Banni Hayyan, Libanon), Senin Malam (30/03).
CSSU atau Combat Support Service Unit adalah dukungan perbekalan, transportasi, logistik dan pemeliharaan alat dan dukungan layanan kesehatan, yang mendukung kegiatan tempur secara tidak langsung.
Dilaporkan 1 prajurit lainnya dalam kondisi luka berat, dan 2 prajurit lain mengalami luka-luka ringan akibat serangan hari Minggu Malam (29/03), sedangkan serangan yang terjadi Senin malam (30/03) menyebabkan dua anggota TNI terluka, satu dalam kondisi luka serius, dan satu orang luka ringan.
Menurut Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, prajurit TNI yang dalam kondisi luka-luka adalah (1) Kapten Sultan Wiryan Maulana (2) Praka Rico Pramudia (3) Praka Arief Kurniawan (4) Praka Bayu Prakoso, (5) Deni Riyanto
Lettu Infrantri Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto adalah dua anggota TNI yang terluka pada serangan Israel terakhir (30/03).
Sehingga total ada 8 anggota TNI yang menjadi korban sampai Senin malam (30/03).
“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada pers, Senin siang (30/3/2026). Akan tetapi malam hari nya data yang disampaikan oleh Brigjen Rico Sirait ini bertambah lebih banyak.
Brigjen Rico memastikan, sejauh ini korban luka telah menerima penanganan medis. Brigjen Rico juga memastikan bahwa peristiwa ini terjadi di tengah saling serang artileri dari Israel dan Libanon.
Gugur nya anggota TNI ini juga membuat Iran mengutuk keras perilaku Israel ini. Duta besar Iran untuk Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dari pemerintah Iran, atas gugur nya anggota TNI yang menjadi pasukan perdamaian ini.
Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean Pierre La Croix mengecam keras insiden mematikan ini. Sementara itu anggota Dewan Keamanan PBB Perancis meminta pertemuan darurat atas insiden di Lebanon Selatan ini. Spanyol adalah salah satu negara lain yang mengutuk keras gugur nya para anggota TNI ini.
UNIFIL menyatakan bahwa pihak nya masih melakukan penyelidikan asal proyektil yang mematikan ini. Dikabarkan pihak IDF (Israel Defence Forces) juga masih melakukan investigasi asal proyektil ini. Dalam hal ini Israel tentu saja mencoba mencari bukti bahwa proyektil yang mematikan tersebut dari pihak Hizbullah bukan dari IDF. Gugur nya TNI ini dikabarkan juga menghiasi berita di sejumlah media Israel.
Bagaimana pun juga tentara dari Indonesia adalah salah satu tentara yang mendapatkan perhatian khusus dari dunia. Keterlibatan TNI selama bertahun-tahun ini di UNIFIL bahkan telah ikut menjaga ketenteraman bagi warga Lebanon Selatan.
Kepada Informatika News Line, salah satu anggota TNI UNIFIL, Kapten (CPM) Syariful Anam memberikan ilustrasi kondisi tugas UNIFIL di Libanon Selatan. Menurut Syariful Anam, TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL sebenarnya bertugas menengahi dua fihak yang sedang bertikai. Pihak Israel dan Hizbullah. Selama bertahun-tahun kedua pihak ini selalu bertikai dan memperebutkan wilayah terdepan dalam pertikaian.
UNIFIL ditempatkan di tengah-tengah wilayah perbatasan yang menjadi konflik petikaian antara Israel dan Hizbulllah Terkadang dengan kelicikannya Israel menyerbu melintas batas garis demarkasi, demikian juga sebaliknya. Kondisi ini membuat UNIFIL berada di tengah-tengah lokasi pertikaian. Posisi UNIFIL ini sebenarnya mengamankan penduduk sipil dari korban pertikaian bersenjata antara dua militer Isreal dan Hizbullah. Dalam kondisi konflik, garis perbatasan menjadi sangat berbahaya. Apalagi setelah Israel melakukan kegiatan yang ekspansif setelah mendapatkan serangan balasan bertubi-tubi dari Iran.
Ketua Partai Demokrat AHY adalah salah satu anggota TNI yang menjadi anggota UNIFIL pada tahun 2006, pada saat itu pangkat AHY juga adalah Kapten Infrantri.
Sebuah film dengan setting kisah nyata kisah cinta anggota TNI dengan wanita Lebanon, dengan judul I leave My Heart In Lebanon (2016) adalah film yang dibuat berdasarkan pengalaman AHY saat bertugas di Lebanon. Film tersebut mengangkat kisah cinta anggota TNI yang satu group dengan AHY, yang akhirnya bertemu di pelaminan. Adalah AHY yang ikut dalam mensupport kisah cinta anggota TNI tersebut bahkan menyiapkan dana tiket penerbangan Lebanon Jakarta untuk mendukung kisah cinta melankolis tersebut.
(Vijay)

.jpeg)




