Banjir Lagi Di Sidoarjo Kota, Sore Malam Ini

 Banjir Lagi Di Sidoarjo Kota, Sore Malam Ini

 

Sidoarjo, Informatika News Line, 20/12/2025

Hujan sepanjang siang, sore, dan petang di pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (20/12) membuat sejumlah ruas jalan mengalami banjir yang cukup lumayan. Air setinggi 20-35 cm menggenang di jalan Untung Suropati di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. Genangan air juga terjadi di jalan masuk kawasan perumahan padat penduduk di belakang Hartono Elektronik Sidoarjo. 

Curah hujan yang sangat tinggi, membuat jalur selokan tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Informatika News Line, lokasi Jalan Untung Suropati selalu mengalami genangan air yang cukup tinggi saat hujan deras terjadi. 

Perencanaan selokan dan gorong-gorong jalan di beberapa ruas jalan harus dilakukan perbaikan ulang dari sisi dimensi dan kemampuan daya tampung air hujan. Debit air yang sangat tinggi sudah tidak mampu lagi ditampung oleh gorong-gorong di pinggi jalan. 

Sejumlah rumah di jalan Kartini, jalan yang memotong melintang jalan Untung Siropati, terlihat memompa air dari halaman rumah nya yang tergenang, dan membuang air dari halaman rumah ke gorong-gorong pinggir jalan, secara mandiri. Akan tetapi debit air hujan yang sangat tinggi membuat gorong-gorong gagal menampung semua air hujan yang turun. 


 

 


 

Melakukan perencanaan jalan agar tidak mengalami banjir saat debit hujan besar, tidaklah sesederhana yang dibayangkan. 

Rosehan Anwar, staf pengajar Fakultas Teknik Unlam Banjarmasin, dalam jurnal Info Teknik Vol.8 No.1, menyatakan bahwa untuk menghindari terjadinya banjir, atau air tergenang di jalan perkotaan, diperlukan kajian yang mendalam, tentang aspek drainase jalan, yang menyangkut aspek perhitungan hidrologi dan hidrolika, dan berkait juga dengan perhitungan intensitas hujan yang turun.

 


 

Surat Edaran dari Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR (SE.23/SE/dB/2021) tentang Pedoman Drainase Jalan, misalnya, memberikan detail teknis perhitungan yang harus dilakukan agar tidak terjadi banjir di jalanan, karena debit hujan yang terlalu besar. Surat Edaran ini juga memberikan beberapa metode perhitungan curah hujan, dengan metode Polygon Thiessen, misalnya. 

Detail grafik hidrograf banjir misalnya, juga diberikan contoh teknis di dalam Surat Edaran ini. Dengan melakukan proses perhitungan teknis detail seperti ini, diharapkan perencanaan yang akan datang mampu mengantisipasi besarnya debit air hujan dan menghindarkan terjadinya banjir berulang.


 

Demikian juga Peraturan Menteri PUPR tentang Persyaratan dan Perencaaan Teknis Jalan (Permen 5/2023), juga memberikan pedoman teknis, yang perlu dipertimbangkan, untuk merencanakan jalan-jalan di dalam kota agar terhindar dari genangan banjir saat debit hujan tinggi (PDSJH)

 

Lebih baru Lebih lama