H. Agil Effendi : Perkuat Soliditas Masyarakat Untuk Deteksi Dini Dan Pencegahan Bahaya Destruktif

 H. Agil Effendi : Perkuat Soliditas Masyarakat Untuk Deteksi Dini Dan Pencegahan Bahaya Destruktif


Sidoarjo, Informatika News Line (13/10)

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, H.M. Agil Effendi SE, MM. menyampaikan pesan penting dalam sosialisasi Deteksi Dini Dan Pencegahan Bahaya Destruktif, Senin (13/10) di Kantor Desa Suko, Sidoarjo. 

"Soliditas Masyarakat Harus Diperkuat, Masyarakat saling membantu saling mendukung, dan saling memahami apa yang menjadi kebutuhan anggota masyarakat yang lain. Ini akan memperkuat Soliditas Masyarakat yang berujung pada peningkatan Kemampuan Deteksi Dini Dan Pencegahan Bahaya Destruktif Di tengah Masyarakat, " pesan Agil Effendi, yang juga pentholan Partai Demokrat Sidoarjo ini. 






Acara yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Sidoarjo ini bertujuan melakukan kegiatan sosialisasi Deteksi Dini dan Pencegahan Bahaya Destruktif di tengah masyarakat. Acara sosialisasi ini dibuka secara rrsmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Fedrik Suharto, S.Sos. MM. Hadir dalam acara sosialisasi Anggota Densus 88 Anti Teror Polri, unsur Babinsa TNI yang ada di tengah masyarakat, dan juga Kepala Desa Suko.



Dalam Sambutannya Kepala Badan Kesbangpol menyampaikan bahwa deteksi dini di Indonesia menjadi sebuah keharusan yang penting. 

"Bonus demografi yang disampaikan oleh pemerintah pusat, jika tidak dikelola diperhatikan dengan serius dan baik, bukan tidak mungkin dari tadinya akan menjadi berkah akan tetapi malah bisa berujung kepada bencana, ketidakpastian sosial yang berbahaya." kata Fredrik Suharto.


Baca Juga

Agil Effendi : MBG Itu Memperkuat Ekonomi Masyarakat 

 H. Agil Effendi : Perkuat Soliditas Masyarakat Untuk Deteksi Dini Dan Pencegahan Bahaya Destruktif


Anggota Densus 88 Anti Teror, Danny yang juga didapuk menjadi pembicara mengangkat materi penting dalam pencegahan terorisme. Selain infiltrasi Ideologi, Danny juga menganggap isu kebutuhan aktual dari masyarakat yang bisa dijadikan alasan untuk menggiring ekstrimisme dan berubah menjadi terorisme.



Kebutuhan ekonomi, kebutuhan sosial, keadilan hukum, dan sejumlah kebutuhan aktual di tengah masyarakat bisa menjadi pemicu aksi terorisme, termasuk di dalamnya adalah isu kasih sayang.

Danny memberikan penekanan penting nya pada menyebarluaskan kasih sayang di antara anggota masyarakat, karena isu kasih sayang saat ini menjadi hal yang paling strategis digunakan sebagai pintu masuk terorisme.


Laporan: TNTW



















Lebih baru Lebih lama