Surabaya Terbakar : Ketua AMI Murka, Menyampaikan Aspirasi Jangan Anarki Dan Membakar Fasilitas Umum
Surabaya, Informatika News Line, 30/08/2025
Demo di sejumlah lokasi di Surabaya Jum'at malam (29/08), meninggalkan jejak anarki dan kerusakan. Baihaqi Akbar, Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) mengutuk aksi anarki yang berujung kerusakan di sejumlah fasilitas umum di Kota Surabaya.
" Sampaikanlah aspirasi tapi jangan seperti ini, membakar dan merusak seperti ini adalah aksi anarki..." Seru Baihaqi Akbar.
Ribuan massa turun di berbagai lokasi di Surabaya Jum'at Malam (29/08). Unjuk rasa ini dipicu oleh aksi ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan (21 tahun), pengemudi ojek on line di Jakarta, karena terlindas kendaraan taktis Brimob Barracuda, yang sedang menghalau massa yang berunjuk rasa, Kamis malam (28/8).
Baca Juga :
Sejumlah motor yang dibakar di halaman Gedung Grahadi Surabaya
Demo besar-besaran juga terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejumlah kekerasan aparat terhadap massa pendemo, bahkan sejumlah jurnalis juga terrekam dengan jelas.
Di Jakarta, aksi demo bahkan membakar, menjarah, merusak dan menghancurkan, beberapa lokasi kantor Polisi di Jakarta. Kantor Gegana, Kantor Brimop Kwitang Jakarta, menjadi sasaran amuk massa.
Bahkan Kantor Polisi Jakarta Timur juga tidak luput dibakar massa, belasan mobil yang ada di halaman kantor Polisi dibakar habis. Demikian juga fasilitas umum juga ikut dibakar. Sejumlah halte bus Trans Jakarta luluh lantak dibakar dan dirusak. Halte di GBK, Senayan Jakarta, Halte Trans Senen Jakarta, Pintu Tol Pejompongan hangus terbakar.
Rumah
wakil Ketua DPR RI Ahmad Syahroni dijarah massa yang marah, barang-barangnya dijarah massa, uang dollar Singapura dijarah oleh massa dan dibuat rebutan.
Makassar Membara
Di Makassar, Kantor DPRD Kota Makassar dan Kantor DPRD Provinsi juga menjadi puing-puing arang, setelah massa membakar habis kedua gedung tersebut.
Belasan Mobil terbakar dan paling tidak ada 4 orang yang tewas karena demo anarkis dan pembakaran gedung DPRD Kota Makassar ini.
Belakangan beredar berita konfirmasi bahwa salah satu korban yang sebelumnya diberitakan meninggal, ternyata masih hidup, dan dalam perawatan RS Primaya Makassar.
Konfirmasi ini disampaikan oleh Saharuddin Daeng Sarring, ayah korban Budi Haryadi (Satpol PP yang bertugas di Gedung DPRD), yang loncat dari lantai 4 Gedung DPRD yang dibakar massa. ini.
Di Surabaya sendiri aksi pembakaran ini, sengaja dilakukan di halaman Timur Gedung Grahadi Surabaya. Sejumlah motor yang diparkir di halaman Timur depan pun hangus terbakar. Pos polisi di Taman Bungkul dibakar dan juga sejumlah kantor pos polisi lain. Di Pos lantas Waru, samping Stasiun Waru, di depan pintu keluar Timur Terminal Bungurasih, massa mengepung sejumlah polisi dalmas dan melempari dengan bahan bakar minyak. Sedikit lengah para anggota pengendalian massa ini bisa terbakar habis.
Mall Tunjungan Plaza Surabaya bahkan mengumumkan menutup Mall pada Sabtu (30/08) mengantisipasi kerusuhan dan amuk massa yang mungkin berlanjut. Akan tetapi menjelang senja, pengelola Mall Tunjungan Plaza Surabaya, memutuskan membuka layanan Mall untuk menyambut acara Malam Minggu (30/8).
Sebenarnya jika dilihat lebih detail. demo yang terjadi di Surabaya, sebenarnya terjadi dengan fokus yang beragam, dari aksi yang memprotes tindakan DPR, aksi bela sungkawa meninggalnya pengemudi ojeg on line, dan protes terkait korupsi dana hibah Provinsi Jawa Timur. Paling tidak ada tiga fokus utama kegiatan demonstrasi yang sedang bergolak di Surabaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Sabtu siang (30/8) turun melihat kondisi sejumlah motor yang dibakar di halaman Timur depan Gedung Grahadi dan menemui masyarakat yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi. Sejumlah masyarakat Surabaya mendapatkan kesempatan bertatap muka dan diskusi dengan Gubernur. Diskusi singkat itu kemudian diakhiri dengan pembagian paket sembako dari Gubernur Jawa Timur kepada masyarakat Surabaya. Masyarakat menyambut gembira pembagian paket sembako tersebut.
Di Bandung, rumah MPR RI di Kota Bandung habis dimakan api. Para pengunjuk rasa yang tidak diketahui identitasnya menghanguskan rumah yang berfungsi untuk rumah MPR RI Kota Bandung di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Sejumlah lokasi dalam kota Bandung juga terlihat berantakan. Sejumlah pos polisi dibakar.
Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat dirusak massa, bahkan lobby nya dibakar oleh massa. Di depan DPRD Provinsi Jawa Barat bangkai mobil yang dibakar massa masih terlihat terngonggok sampai Sabtu pagi (30/08).
Di Kota Malang, aksi sempat diwarnai dengan penembakan gas air mata, yang menyebar dari depan Markas Polres Malang di ujung Jalan Kayutangan memanjang sampai di depan Rumah Sakit Saiful Anwar. Sejumlah petugas kesehatan dan pasien Rumah Sakit Saiful Anwar, merasakan aroma pedas gas air mata itu.
Ribuan anggota ojeg on line juga berkumpul di lokasi lain, depan alun alun depan Masjid Agung Kota Malang. Usai aksi di lokasi ini, panitia membersihan sisa-sisa lilin yang masih menyala dan mematikan apinya, Sejumlah sampah yang menumpuk juga tampak dibersihkan oleh para relawan dan panitia aksi.
Sejumlah orator aksi, di depan alun-alun bundar depan Kantor Walikota Malang, mencoba membakar emosi massa untuk menyerang balik aparat kepolisian dan membalas dendam kematian pengemudi ojeg on line di Jakarta. Akan tetapi provokasi itu gagal membujuk massa untuk berbuat anarkis.
Baca juga
Gelombang Kemarahan Mahasiswa Dan Masyarakat Di Seluruh Penjuru Negeri ?
Di Semarang, massa yang marah, membakar sejumlah mobil dan motor di pelataran kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah. Ada 4 mobil dan 3 motor yang dibakar. Belasan mobil lainnya, juga dirusak oleh massa yang marah. Sebuah pos Polisi di simpang lima Semarang juga tak luput dibakar massa
Di Kota Kediri, Sabtu Malam (30/08) menyusul pembakaran gedung DPRD KOta Kediri dan perusakan kantor Polisi di Kota Kediri.
Di Tegal, massa yang marah mencoba membakar gedung DPRD Kota Tegal, akan tetapi gagal. Sejumlah ruangan DPRD Kota Tegal diobrak abrik massa, demikian juga pos keamanan di depan gedung DPRD menjadi porak poranda.
Kantor DPRD yang berlanjut di bakar massa pada Sabtu (30/08) dan aksi demonstrasi yang berakhir rusuh
1. Kantor DPRD Cilacap
2. Kantor DPRD Provinsi NTB, Mataram
3. Kantor DPRD dan Walikota Kota Pekalongan
4. Lobby Gedung DPRD Sumsel, Palembang Dibakar : Sebelumnya Para Provokator Sebar Berita Palsu
5. Bentrokan Pendemo Di Kota Bengkulu
Aksi Demontrasi Aman Di Seluruh Indonesia
Aksi anarki terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Akan tetapi sebagian besar wilayah Indonesia dilaporkan dalam keadaan aman. Aksi Demonstrasi memang meletus di berbagai daerah. Akan tetapi sebagian besar aksi dilakukan dalam suasana aman damai.
1. Demonstrasi Aman di Banda Aceh
2. Demo Padang Kondusif Dan Aman, Tidak ada Aksi Anarkis
Di Sidoarjo, Kota Medan, Bali, Aksi Berlangsung Damai
Akan tetapi di beberapa kota yang lain aksi berlangsung dengan damai. Di Sidoarjo, Kota Medan, dan Bali misalnya, aksi solidaritas para pengendara ojeg on line berlangsung aman, jauh dari anarki.
Di Jombang, ratusan ojol melakukan aksi damai dengan aman. Demikian juga di kota Madiun, Banyuwangi, Denpasar aksi berlangsung damai.
Di Madiun, Kapolres Madiun melaksanakan sholat Ghoib bersama Ojol di Masjid Agung Madiun, untuk mendoakan pengemudi ojeg yang meninggal.
Di Sidoarjo demo terjadi dengan damai, para pengemudi ojeg on line sempat membawa lilin dan dinyalakan di Mapolresta Sidoarjo. Polisi kemudian meminta massa bergeser ke arah alun-alun kota. Tak ada aksi anarkis di Sidoarjo.
Di Medan, para anggota ojeg on line yang berdemo di depan DPRD Provinsi berjalan dengan damai. Bahkan setelah demo dan penyampaian aspirasi selesai dilakukan, para pendemo mendapatkan pembagian 5 kg beras dari pihak Polda Sumatera Utara dan juga Kodim Kota Medan.
Vijay


