Keluarga besar MKKS SMP Negeri Kota Kediri Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Kediri Ke 1146 (27 Juli 2025)
Jaring Aspirasi OJOL Desak Gunakan Silpa Milyaran APBD Sidoarjo Untuk Kesejahteraan OJOL Dan Keluarga
Sidoarjo, Informatika News Line, 26/07/2025
Silpa APBD Sidoarjo nilai nya tidak sedikit. Setiap tahun anggaran yang tidak terserap untuk pembangunan itu nilainya mencapai Milyaran rupiah. Gagal dibelanjakan dan harus dikembalikan ke kas Pemerintah Daerah.
Jaring Aspirasi OJOL (ojek on line) yang digelar oleh Aliansi OJOL Sidoarjo dan juga Wartawan On Line Sidoarjo (AWOS) menyoroti besarnya anggaran Silpa yang tidak terserap ini.
"Dana Sisa APBD ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh teman-teman OJOL Sidoarjo..." Kata Bupati LSM Lira, Wiranto, ST.SH.MHum. yang hadir dalam kegiatan Jaring Aspirasi OJOL Kamis (24/07) di bilangan Lebo Sidoarjo.
APBD Kabupaten Sidoarjo setiap tahun besar nya berkisar antara 6-7 Trilyun rupiah, dan dalam pembelanjaan tahunan, selalu menyisakan anggaran yang tidak terserap dengan jumlah yang cukup besar. Nilai nya ada di kisaran puluhan Milyar rupiah.
Salah satu usulan penting dalam diskusi jaring aspirasi Ojol Sidoarjo itu adalah memanfaatkan dana Silpa ini untuk kesejahteraan ojol Sidoarjo.
" Bagaimana pun juga Ojol saat ini adalah salah satu alternatif bidang pekerjaan yang jujur saja, gagal dipenuh dan disediakan oleh pemerintah. Sudah selayaknya kalau kemudian pemerintah memberikan alokasi dukungan untuk kesejahteraan ojol, khususnya OJOL Sidoarjo..." Kata Babe Teguh, ketua AOS (Aliansi OJOL Sidoarjo).
Hasil diskusi juga mendesak agar gerakan. Inisiatif ini juga diperjuangkan di tingkat lokal Sidoarjo, selain diarahkan untuk menjadi perhatian Nasional.
Kegiatan Jaring Aspirasi yang digelar juga menuntut penghapusan tiga fitur utama aplikasi on line yang merugikan, fitur program slot, fitur goceng, dan double order.
Sejumlah ojol yang hadir dalam kegiatan tersebut menganggap ketiga fitur tersebut menjadi andil turunnya pendapatan pengemudi dan menambah jarak tempuh dan waktu tanpa kompensasi pembayaran yang diterima oleh para driver.
Dalam kegiatan tersebut, AOS juga mendesak penurunan komisi aplikator, serta perbaikan sistem rekrutmen mitra baru yang dinilai tidak transparan, terlalu bebas, tanpa dibarengi upaya mendorong peningkatan orderan.
“Kualitas pengemudi menjadi tantangan, karena sekarang rekrutmen terlalu longgar. Ini menekan order dan penghasilan driver lama,” ungkap salah satu peserta forum.
Kuasa hukum AOS, Kasan Munasir, SH, mengingatkan bahwa peran driver ojol dalam perputaran ekonomi sangat besar, namun tidak diimbangi dengan posisi hukum yang kuat.
“Kita tidak bisa terus membiarkan mereka diatur oleh sistem algoritma tanpa ada perlindungan dari negara,” katanya.
Dukungan terhadap perjuangan AOS juga datang dari Ketua Aliansi Wartawan Online Sidoarjo (AWOS), Warsono ST, SH, MM. Warsojo menegaskan bahwa media harus ikut serta mengawal perjuangan pekerja transportasi daring.
“Ini bukan hanya soal pekerjaan. Ini hak warga negara untuk hidup layak,” Kata Warsono.
Menindaklanjuti hasil jaring aspirasi tersebut, AOS pada Sabtu (26/07) di Base Camp OJOL Sidoarjo, juga menggaungkan seruan serius, yang meminta adanya regulasi pasti, adil, dan berpihak pada kesejahteraan driver ojol.
Selama ini para pengemudi ojol beroperasi di tengah ketidakjelasan hukum.
Babe Teguh mengatakan jika sampai saat ini memang belum ada UU yang secara spesifik mengatur tentang ojol.
“Kami menilai ketidakadilan sistem aplikasi transportasi daring sudah berjalan terlalu lama. Kami driver Ojol dalam posisi sebagai mitra, bukan buruh. Para pengemudi ingin agar posisi mereka diakomodir dalam undang-undang," ujar Babe Teguh
Kami tidak minta kaya. Kami hanya ingin anak kami tetap bisa bersekolah, keluarga kami sehat, dan bisa makan setiap hari. Itu saja sudah cukup membuat kami tetap setia menjadi bagian dari ekonomi digital Indonesia.
AOS menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka yakin, pemerintah pusat bisa menjawab aspirasi rakyat kecil, termasuk driver ojol yang saat ini masih merasa termarjinalkan.
"Jika kami diberi perlindungan, kami akan menjadi mitra yang kuat bagi negara dalam mendorong penguatan ekonomi rakyat dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Babe Teguh. (MIG)
Mantan Presiden RI Jokowi Hadiri Acara Alumni Fakultas Kehutanan UGM
Yogyakarta, (26/07/2025)
Di tengah hingar bingar masalah ijazah S1 nya, Mantan Presiden Jokowi, menghadiri acara kegiatan reuni Fakultas S1 Kehutanan UGM, Sabtu siang (26/07).


