Pemuliaan Pataka Suci ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ Oleh Kapolda Jawa Timur
Surabaya, Informatika News Line, 30/06/2025
Menyambut Hari Bhayangkara ke -79, Polda Jawa Timur melaksanakan upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata Polda Jawa Timur.di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Senin (30/6).
Pataka Tribata Polri yang dipegang oleh Polda Jatim adalah Pataka Tan Hana Dharma Mangrwa.
Kegiatan simbolis pemaknaan nilai suci Nusantara yang patakanya dipegang oleh Polda Jatim ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs Nanang Avianto,M.Si. Kapolda yang berdarah Arema Malang.
Upacara pemuliaan nilai suci ini diikuti oleh para pejabat utama Polda Jatim dan gabungan satuan kerja Polda Jatim.
Kabidhumas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, kegiatan upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrwa” ini merupakan tradisi tahunan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara.
Baca Juga :
Puluhan Ribu Warga Sudah Sampai Di Monas
Pemuliaan Pataka Suci ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ Oleh Kapolda Jawa Timur
Rekor Prestasi: 129 Anggota Polresta Sidoarjo Dapatkan Kenaikan Pangkat HUT Bhayangkara Ke-79
Kombes Pol Abast menegaskan, upacara ini untuk mengingat, menghayati, serta mengamalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tribrata sebagai pedoman hidup dan etika profesi anggota Polri.
“Tujuannya untuk menyucikan nilai luhur Tribrata sebagai pedoman hidup anggota Polri,” ungkap Kombes Abast usai upacara, Senin (30/6).
Kombes Pol Abast, di dalam upacara pemuliaan nilai – nilai luhur Tribrata Pataka Polda Jatim menyatakan bahwa nilai suci “Tan Hana Dharma Mangrwa” itu memilki makna mengajak anggota Polri memahami dengan dalam jati diri Polri sebagai Bhayangkari negara, yang suci dan murni. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Tan hana dharma Mangrwa bagi Polri bermakna bahwa tak pernah ada jati diri yang mendua.
Kombes Pol Abast menambahkan upacara ini menjadi momen penting untuk memperkuat kembali komitmen dan integritas personel Polri dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Tribrata.
Upacara berlangsung hikmat penuh makna, menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai dasar kepolisian dalam membentuk karakter aparatur negara yang berintegritas, berdedikasi, dan senantiasa mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Tan Hana Dharma Mangrwa”adalah bahasa Sansakerta yang berarti Tidak Ada Dharma Yang Mendua, tak pernah ada jati diri yang mendua. Sesanti Suci Nusantara ini tertulis dalam Buku Sutasoma Mpu Tantular.
Buku Sutasoma itu ditulis pada abad ke 14 masehi di masa Kerajaan Majapahit, yang merupakan kalimat tersembunyi yang berada di balik sesanti suci Bhineka Tunggal Ika yang kemudian menjadi semboyan yang mempersatukan Nusantara. Sesanti suci negeri itu lengkapnya adalah dua untai kalimat Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.
Sesanti dahsyat suci Nusantara, yang membuat Nusantara mampu bersatu padu yang bahkan coba-coba ditiru oleh Uni Eropa pada awal berdirinya Uni Eropa pada dekade 2000 an.
Uni Eropa yang bahkan selama berabad-abad gagal dipersatukan, karena egoisme sektarian Eropa yang masing-masing berfokus pada kelebihan masing-masing wilayah Eropa. Masing-masing merasa lebih dibandingkan yang lain. Adigang, adigung, adiguna. Setelah merasakan tidak nyamannya egoisme sektarian itu, akhirnya Eropa dengan penuh pemahaman, mengambil nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam semboyan kawasan mereka Unity In Diversity menjadi semboyan yang sebenarnya bermakna Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga
Kemenperin: Ekspor alas kaki capai Rp30,6 triliun di triwulan I 2025
Sayang nya Uni Eropa tak pernah faham bahwa Bhinneka Tunggal Ika hanyalah sebuah sesanti yang masih memiliki pasangan kalimat rahasia, Tan Hana Dharma Mangrwa.
Pasangan suci kalimat rahasia Tan Hana Dharma Mangrwa itu, saat ini dipegang patakanya oleh Polda Jawa Timur, untuk menjadi pemegang marwah Bhayangkari Negara yang menjaga seluruh Nusantara dari Timur.
Laporan: MIG


