Dan Pasti Kami Tunjuki Kepada Shirothol Mustaqim
wa la hadzay nahum Shirothol Mustaqiim
Dan pasti Kami tunjukkan kepada mereka Shirothol Mustaqiim
(Al Qur'an Surat An Nisa' (4) ayat 68 (Qs.4:68))
Ayat ke 68 di Surat An Nisa' (Surat ke-4) ini memiliki koneksi dengan doa yang selalu dibaca pada saat sholat, doa yang dikandung oleh surat Al Fatihah, Ihdinash Shorothol Mustaqim, Ya Allah tunjukkanlah ke Shirothol Mustaqim.
Sholat diajarkan langsung oleh Rasulullah. Dan tidak sah jika sholat itu tidak membaca Al Fatihah. Atau bisa lebih khusus lagi jika kemudian kita katakan, tidak sah sholat kita, jika tidak mengucapkan doa meminta Shirothol Mustaqim.
Pada saat Rasulullah masih hidup mudah bertanya kepada Rasulullah apakah definisi Shirothol Mustaqim yang ada dalam Al Fatihah ini. Akan tetapi setelah Rasulullah wafat hampir 1500 tahun yang lalu, kepada siapa sekarang harus bertanya definisi Shirotol Mustaqim yang paling tepat ?
Mungkin ada banyak ulama yang kemudian bisa menjawab apa definisi Shirothol Mustaqim. Akan tetapi itu definisi yang disampaikan oleh mereka. Bukankah akan jauh lebih lega jika definisi itu disampaikan sendiri oleh Rasulullah. Kita bisa bertanya langsung dan dijawab langsung oleh Sang Kekasih Allah ini.
Ada Al Qur'an yang bisa kita baca, dan juga sekian ratus ribu atau bahkan mungkin sekian juta hadist Rasulullah yang bisa kita bongkar untuk mencari definisi yang tepat dari Shirothol Mustaqim.
Akan tetapi di hari ke-11 Ramadhan 1446 H, ini tiba-tiba menemukan ayat ke 68 ini pada saat membaca darus Al Qur'an. Benar-benar mencengangkan. Ternyata ada kepastian yang diberikan oleh Allah sendiri dalam Al Qur'an bahwa Shirothol Mustaqim pasti ditunjukkan, Wa la haday nahum Shorithol Mustaqim.
Ternyata kepastian Shirothol Mustaqim yang ada di ayat 68 ini diberikan oleh ayat ayat 66. Shirothol Mustaqim ditunjukkan itu setelah melakukan perintah Allah yang khusus.
An Nisa' (Surat 4) Ayat 66 : Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka : bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu. ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan itu, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)
An Nisa' (Surat 4) ayat 67 : Dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami
Perintah Allah yang jika dilaksankan kemudian akan mengundang Shirothol Mustaqim itu adalah aniq tuluu anfusakum aw akhruju min diyarikum ...
Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu
Untuk mendapatkan Shirothol Mustaqiim kita diminta untuk melakukan dua hal di ayat 66 tersebut.
Apa maksudnya kata bunuh dirimu ? kata aslinya bukan semata-mata membunuh diri, akan tetapi kata aslinya adalah anfusakum, bukan jasadakum. Karena Al Qur'an juga mengenalkan definisi jasad atau tubuh. Anfus yang disebut dalam ayat ini bukanlah jasad, jadi bukan perintah untuk membunuh jasad kita. Tapi anfus.
Perhatikan definisi tentang jasad di beberapa ayat Al Qur'an berikut :
Surat ke-38 (Shood) ayat ke 34
Ada definisi jasad Nabi Sulaiman di ayat ini.
Ayat 8 surat ke 21 ini juga menyebut jasad yang berbeda dengan anfus di ayat 68 surat 4 di atas. Masih ada beberapa ayat lagi yang menunjukkan ada jasad yang berbeda dengan unsur anfus.
Perintah khusus Untuk Bertaubat
Rangkaian ayat yang meminta untuk membunuh diri ini, bukan perintah membunuh jasad, akan tetapi sebenarnya lebih pada perintah untuk membunuh (mengendalikan) unsur anfus membunuh syahwat dan hawa nafsu. Butuh analisis yang lebih dalam, untuk memahami rangkaian ayat dalam Al Qur'an.
Rasulullah SAW bersabda, "Al-Qur'an memiliki (makna) lahir dan batin. Dalam setiap batinnya ada batin lagi hingga tujuh lapisan." (HR Ibnu Hibban)
Redaksi (Mas Ika)
Baca Juga
Dan Pasti Kami Tunjuki Kepada Shirothol Mustaqim
Hadapkanlah Wajahmu Pada Fitrah Allah (Blue Print Allah)
Antum A'lamu Bi Ummuri Dunia Kum
Fawzun Adhim, Kemenangan Yang Agung
Tulisan Ramadhan
Lihat Juga Liputan Berbagai Persiapan Ibadah Bulan Ramadhan

