Hampir 1700 Tewas, Gempa Dahsyat Guncang Myanmar Dan Sebagian Thailand : Lokasi Etnis Rohingya Aman*
Bandung, Informatika News Line
Yangon, Myanmar, diguncang gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat (28/3/2025). Bencana dahsyat ini menyebabkan kehancuran luas dan meningkatnya jumlah korban jiwa. Sampai dengan Minggu (30/3/2025), jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 1.644 orang, sementara lebih dari 3.400 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, lebih dari 300 orang masih dinyatakan hilang. Diperkirakan korban akan mencapai lebih dari 10 ribu jiwa (Perkiraan USGS). Guncangan kuat juga terasa hingga ke negara tetangga seperti Thailand, Bangladesh, dan India.
Gempa terasa parah di Thailand, di Bangkok, dilaporkan 18 orang tewas akibat runtuhnya sebuah gedung konstruksi, dengan 83 orang lainnya masih hilang. Guncangan gempa dirasakan di 56 dari 76 provinsi di Thailand, dengan kerusakan dilaporkan di 13 provinsi, terutama di wilayah utara dan sekitar Bangkok. Bangkok, sebagai ibu kota, mengalami kerusakan parah pada beberapa bangunan tinggi, termasuk jembatan penghubung antara tiga menara apartemen mewah yang terputus, menyebabkan puing-puing jatuh dan air dari kolam renang atap meluap. Situasi ini menyebabkan kepanikan massal, dengan banyak penghuni gedung tinggi bergegas berlarian keluar ke jalanan.
Selain itu, beberapa rumah sakit di Bangkok dan provinsi lainnya melaporkan kerusakan, seperti retakan pada dinding, yang menyebabkan evakuasi sementara pasien. Misalnya, Rumah Sakit Rajavithi di Bangkok memindahkan pasiennya ke aula olahraga sementara bangunan utama diperiksa keamanannya
Di pusat bencana, Myanmar sendiri, gempa meluluhlantakkan banyak bangunan di wilayah pusat dan utara Myanmar. Kota-kota seperti Mandalay dan Naypyidaw mengalami dampak paling parah, dengan banyak rumah, sekolah, dan fasilitas umum yang roboh.
Pusat gempa diperkirakan terletak di dekat Sagaing, sekitar 16 km barat laut dari kota Sagaing. Pusat Gempa ini ada di 600-700 km barat daya lokasi pembantaian etnis Rohingya oleh militer Myanmar. Etnis Rohingya berada di Provinsi negara bagian Rakhine. Tidak ada korban di lokasi pembantaian etnis muslim ini, akan tetapi dampak distribusi pangan dan berbagai kebutuhan hidup bisa terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga :
Pembantaian Muslim Rohingya: Kejahatan Kemanusiaan di Tengah Konflik Pemerintahan Militer Myanmar
Berikut adalah beberapa lokasi yang terdampak signifikan akibat gempa tersebut:
-
Sagaing: Sebagai lokasi episentrum, Sagaing mengalami kerusakan infrastruktur yang parah dan dilaporkan adanya korban jiwa.
-
Mandalay: Kota terbesar kedua di Myanmar ini mengalami kehancuran bangunan yang luas, termasuk runtuhnya apartemen yang menjebak lebih dari 90 orang di dalamnya.
-
Naypyidaw: Ibu kota Myanmar melaporkan setidaknya 96 korban tewas dengan kerusakan struktural yang signifikan.
-
Pyinmana: Bagian dari wilayah Naypyidaw, mencatat setidaknya 86 korban tewas akibat gempa.
-
Kyaukse: Kota ini mengalami kerusakan bangunan dan dilaporkan adanya korban jiwa.
-
Pyawbwe: Melaporkan setidaknya 6 korban tewas akibat gempa.
-
Meiktila: Mengalami kerusakan bangunan dengan jumlah korban yang belum diketahui.
-
Yamethin: Melaporkan setidaknya 14 korban tewas.
-
Bagan: Situs warisan dunia ini mengalami kerusakan pada beberapa struktur bersejarahnya.
Tim penyelamat menghadapi berbagai kendala dalam upaya pencarian korban, terutama akibat rusaknya infrastruktur, gangguan komunikasi, serta situasi politik dan militer yang tidak stabil di Myanmar.
"Kami terus berupaya menyelamatkan korban yang tertimbun reruntuhan, tetapi akses ke beberapa daerah sangat sulit," ujar seorang relawan penyelamat kepada media lokal.
Pemerintah Myanmar telah mengumumkan status darurat nasional dan meminta bantuan internasional. Sejumlah negara, termasuk China, India, Rusia, dan Malaysia, telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, makanan, serta tenaga medis.
Masyarakat internasional juga turut menyalurkan dukungan melalui berbagai lembaga kemanusiaan. Sementara itu, organisasi PBB dan LSM global telah menggalang dana serta bantuan logistik untuk para korban.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, upaya penyelamatan dan pemulihan diperkirakan akan berlangsung lama. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan mendesak semua pihak untuk segera mengirimkan bantuan guna meringankan penderitaan warga yang terdampak.
Laporan : Vijay
*Tim Informasi Administrasi Negara Myanmar mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa mencapai 2.056. Sekitar 3.900 orang terluka dan hampir 270 orang dilaporkan hilang, (Data 01/04/2015)
Lebih dari 10.000 bangunan runtuh atau rusak parah di Myanmar bagian tengah dan barat laut. Satu gedung kelas prasekolah runtuh di distrik Mandalay menewaskan 50 siswa yang masih anak-anak dan dua orang guru
*Data Rabu (02/04)
Jumlah korban tewas mencapai 2.719 orang, korban luka-luka mencapai 4.521, sementara 441 orang masih hilang.
Panglima Militer dan Perdana Menteri Min Aung Hlaing menambahkan bahwa jumlah korban tewas dapat mencapai lebih dari 3.000 orang.



.jpeg)
