The More You Give the More You Get

The More You Give the More You Get




Oleh : Mas Imam Suhadi"

 

Minggu lalu ada seorang teman yang bercerita mau dihijack perusahaan lain. 

Saya tanya: “Salary naik berapa persen?” 

“Twice pak”, jawabnya. 

“Wuow jarang2 itu”, sergah saya. 

“Apa karena berapa waktu lalu saya pernah bantu orang dalam pekerjaan sekarang saya jadi dapat kesempatan ini ya?” Tanya dia lagi, dalam obrolan tersebut.

Dalam hidup memang ada pepatah the more you give, the more you get. Ungkapan ini bukan sekadar kata-kata bijak, tapi benar-benar bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Ketika kita terbiasa memberi, entah itu dalam bentuk materi, ilmu, atau bantuan lainnya, anehnya hidup kita justru jadi lebih mudah. Dalam kehidupan nyata, banyak orang yang takut berbagi sesuatu untuk oarng lain, karena merasa akan kekurangan, takut berkurang, takut tidak cukup, padahal kenyataannya, semakin kita memberi dengan tulus, semakin banyak kemudahan yang datang tanpa disangka-sangka.





Coba perhatikan orang-orang yang murah hati. Mereka mungkin tidak selalu terlihat kaya raya, akan tetapi kenyataannya kehidupan mereka terasa lebih lancar. Ketika mereka membutuhkan sesuatu, sering kali ada jalan keluar yang datang dengan sendirinya. Bisa dalam bentuk rezeki tak terduga, kesehatan yang lebih baik, atau peluang yang muncul di saat yang tepat. Ini karena kebaikan yang diberikan sering kali berbalik dalam bentuk lain yang lebih berharga.

Dalam dunia kerja dan usaha, prinsip ini juga berlaku. Orang yang sering berbagi ilmu dan membantu orang lain tanpa pamrih biasanya lebih mudah berkembang. Misalnya, seorang pebisnis yang suka memberi kesempatan kepada orang lain sering kali malah mendapat kepercayaan lebih besar dalam dunia bisnis, sehingga usahanya semakin maju. Begitu pula di dunia profesional, orang yang senang berbagi wawasan akan lebih dihargai dan sering mendapat kesempatan lebih baik berkembang dalam karier mereka. 

Selain itu, memberi juga membawa ketenangan batin. Hidup terasa lebih ringan, ketika kita tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga peduli pada sekitar. 

Banyak orang sukses yang tetap merasa damai dan bahagia karena mereka tahu bahwa kekayaan atau pencapaian mereka juga bermanfaat bagi orang lain. 

Sebaliknya, orang yang terlalu pelit atau takut berbagi justru sering merasa cemas dan khawatir kehilangan apa yang mereka miliki. Hidupnya biasanya terasa lebih sempit walau harta dan uangnya banyak.

Bagi seorang muslim, memang hidup bukan tentang mengejar harta dan uang. Namun mungkin kita perlu terus belajar memberi dan memudahkan urusan orang lain. Tidak harus dengan uang. Entah dalam bentuk bantuan kecil atau sesuatu yang lebih besar sesuai kemampuan kita. Percayalah, semuanya akan kembali dalam bentuk kemudahan hidup. Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu orang lain, tapi juga membuka pintu rezeki, peluang, dan ketenangan untuk diri kita sendiri.



*Imam Suhadi, professional IT Telekomunikasi, keluarga besar PT Telekomunikasi Indonesia tbk., tinggal di Bandung-Jakarta, pernah studi di Telkom University dan menjadi penerima bea siswa akademik PT Telekomunikasi Indonesia pada era 90'an.



























Lebih baru Lebih lama