Bertemu Ilham Habibie

  

Bertemu Ilham Habibie



Jakarta, 10 Desember 2024

Lagi shalat di musholla KCIC Halim, Jakarta (10/12), tiba-tiba ada yang menepuk pundak dan ikut berma'mum sholat. (KCIC, kereta cepat Jakarta Bandung).

Setelah selesai shalat pas saya lihat ke belakang, ternyata ada Pak Ilham Habibie yang bermakmum sholat. Saat memakai sepatu, saya tanya boleh berfoto bareng ngga. Pak Ilham Habibie tidak keberatan dan mempersilahkan.

Kemudian asisten Pak Ilham Habibie pun beraksi mengambil foto berdua bersama Pak Ilham Habibie. 

Ilham Habibie mengatakan kepada  asistennya yang waktu itu menunggu di luar musholla

 "ini tadi imam shalat saya, lho.." kata Ilham Habibie sambil tersenyum.

Ilham Habibie adalah seorang Professor perancang pesawat terbang di Indonesia. Putra mendiang Presiden B.J. Habibie ini lah yang merancang pesawat jet N2130, yang belum berhasil direalisasikan karena reformasi 1998 menghapus semua program strategis Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada waktu itu.

Disain N 2130 dibuat setelah Ilham Habibie dikirim oleh ayahnya Prof.Dr. B.J. Habibie ke Boeing Aerospace di Amerika Serikat untuk mempelajari semua hal terkait disain pesawat terbang.

Mendiang Presiden BJ Habibie menceritakan kisah Ilham Habibie di Boeing Aerospace ini di sebuah Kampus Telekomunikasi di Bandung pada kisaran tahun 1995-1996.

Ilham Habibie saat memasuki area Boeing Aerospace dilarang membawa alat perekam audio video bahkan alat telekomunikasi. Semua alat komunikasi harus diletakkan di luar gedung Boeing.

Karena tugas studi dari ayahnya terhambat, maka Ilham Habibie pun kontak kepada Prof.BJ. Habibie di tanah air.

" Gunakan seluruh panca indera yang diberikan oleh Tuhan Allah kepada mu untuk melihat semua detail yang ada di Boeing...lalu nanti setelah itu setiap malam, telepon ke tanah air, telepon ke saya...itu sudah cukup untuk bisa memahami bagaimana proses disain pesawat yang dibuat di Boeing Corporation..." Kata BJ Habibie bercerita dihadapan sekitar 2000 mahasiswa Teknik di Kampus Telekomunikasi (Telkom University).

Setelah studi beberapa hari di Boeing itu kemudian disain pesawat jet pertama Indonesia N2130 pun berhasil dibuat. Tidak sulit buat Prof.Dr. B.J. Habibie yang menemukan metal fattiggue di teknik penerbangan untuk memahami seluk beluk rahasia yang dimiliki oleh Boeing.

Sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat F-16 yang pernah jatuh tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya, mengambil thesia BJ Habibie tentang metal fattiggue tersebut dan memperbaiki semua disain rancang bangun pesawat tempurnya. BJ. Habibie mendapatkan insentif besar dari hasil penelitian nya yang kemudian digunakan oleh semua jenis pesawat terbang yang ada di dunia. BJ. Habibie sangat dihormati karena penelitian nya tentang pesawat terbang yang fenomenal tersebut.

Sayangnya disain N 2130 yang berhasil dibuat itu gagal diimplementasikan setelah terjadi gelombang Reformasi 1998, yang segera saja membuat mafia dunia penerbangan global yang tidak menyukai perkembangan penguasaan teknologi angkasa Indonesia, menjegal ide brilian ini. Bahkan pemerintahan yang muncul pasca Reformasi pun tak sedikit pun melirik ide brilian sang Profesor ini. Kekuatan mafia bisnis penerbangan global di Indonesia terlalu kuat, bahkan pemerintahan baru yang terbentuk pun tidak pernah berani mengangkat kembali ide brilian N 2130 milik Professor.

Koresponden : E.H/MIG







Lebih baru Lebih lama