Nabi Adam a.s.
Tinjauan Data Geologis Bumi Eksistensi Waktu Kehadiran Nabi Dan Rasul, Antara Informasi Langit Dan Data Ilmu Pengetahuan
Sebuah hadits Rasulullah menceritakan eksistensi Nabi Adam yang dihadikan oleh Allah di muka bumi.
Salah
satu hadits Rasulullah menyatakan bahwa terdapat 100 ribu Adam yang
telah diciptakan oleh Allah. Ada 100 ribu Adam, Kata Rasulullah.
Hadis
Nabi Muhammad, “Innallaha khalaqa miata alaf Adam” (Sesungguhnya Allah
telah menciptakan 100.000 Adam). (Futuhat Al Makiyyah, Ibnu Arobi).
Dalam
hadist juga diterangkan bahwa terdapat adam utama dan adam penyerta.
Ada 100 adam utama yang masing-masing 1 orang Adam disertai oleh 999
adam penyerta.
Angka Adam penyerta inilah yang menjadi asal muasal dari golongan Iblis yang
menggunakan lambang 666 yang menyatakan sebagai lawan utama dari lambang 999 yang dibawa dan diberikan pada keturunan
Nabi Adam.
Apa maksud Nabi adam utama dan Adam penyerta ?
Nabi Adam penyerta adalah Nabi Adam yang berfungsi menurunkan fungsi-fungsi
biologis yang berbeda untuk setiap kelompok spesies/ras Nabi Adam.
Sampai
dengan hari ini, ilmu pengetahuan masih kesulitan memahami bagaimana
terdapat perbedaan yang menyolok antar beragam manusia. Dalam warna
kulit saja ada kelompok warna kulit putih, kulit merah, kulit kuning,
sawo matang, kulit hitam, dan sebagainya. Bagaimana Nabi Adam yang satu
bisa menurunkan beragam variasi yang sedemikian beragam ?
Ilmu
pengetahuan mencoba memahami variasi perubahan dengan membuka pemahaman
tentang rekayasa genetika. Akan tetapi dalam kenyataannya pengetahuan rekayasa
genetika yang dilakukan secara evolutif gagal membuktikan adanya pergeseran data-data karakter dasar variasi kemanusiaan ini.
Dan
kebingungan ilmu pengetahuan ini sebenarnya ditutup dan disempurnakan jawabannya oleh Hadits Nabi tentang 100 ribu Adam ini dengan sempurna. Teori evolusi Darwin hanya mampu secara
teoritis menceritakan hubungan antara variasi-variasi yang muncul, akan
tetapi gagal berbicara lebih lanjut ketika harus membuktikan eksistensi teori nya di alam raya,
khususnya untuk manusia.
100 ribu Adam, masing-masing adalah mewakili Ras makhluk manusia yang berbeda dari ukuran dan berbagai dimensi biologis lain.
Nabi Adam yang ras manusia saat ini adalah Nabi Adam yang mendapat sebutan
juga Abu Muhammad. Ras Nabi Adam Abu Muhammad, kakek moyang kita
semuanya berbeda dengan Ras Adam Atlantis yang banyak dibingungkan oleh
para peneliti.
Peninggalan
Ras Atlantis ini pernah disebut-sebut oleh Plato di Yunani Kuno. Yang
menyebabkan bangkitnya Nabi Iskandar Dzulkarnain diperintahkan Allah
melakukan perjalanan ke Timur menaklukkan negeri-negeri. Dengan alasan
menemukan situs Atlantis terakhir, untuk mengambil Ibrah dan
pelajaran penting, mengapa Ras Atlantis ini diijinkan musnah oleh ketentuan Allah dari
muka Bumi.
Dengan
demikian maka terbuka pemahaman bahwa setiap Ras Nabi Adam memiliki
perbedaaan Biologis yang berbeda dengan Ras yang Nabi adam yang lain.
Dan perbedaan biologis yang fital dalam Ras Adam ini terjadi karena
memang diturunkan dari eksistensi Nabi Adam Utama dan Adam penyerta.
Suatu kali diriwayatkan bahwa Ibnu Arabi bertemu dengan Nabi Adam a.s. yang tingginya 60 kaki, setinggi pohon kelapa.
Maka Ibnu Arabi bertanya-tanya tentang Nabi Adam tersebut.
Nabi
Adam menjawab, Adam yang mana yang kau maksud ? Bukankah Rasulullah
telah memberi tahukan bahwa jumlah Nabi Adam adalah sebesar 100 ribu ?
Ibnu Arabi pun terkejut dan terpana.
Data-data Kondisi Lingkungan Bumi
Dari
data-data kondisi lingkungan Bumi yang ditemukan oleh Ilmu Pengetahun
modern ini saat ini dapat dianalisis dengan lebih baik bagaimana Hadits
tentang 100 ribu adam tersebut memang bukan hadits yang sembarangan.
Ilmu pengetahuan menjadi saksi kebenaran Hadit ini.
Data-data
mengenai kondisi permukaan air laut di muka bumi selama 450.000 tahun
membuka sebuah grafik berulang pendingan suhu bumi yang berakibat
munculnya saat-saat jaman es yang sangat dingin.
Pada
grafik terlihat, bahwa saat paling dingin, terdekat dengan saat ini,
adalah pada masa kisaran 50.000 tahun yang lalu. Kondisi hangat di muka
bumi ditemukan dalam grafik selain masa sekarang juga pernah terjadi
pada 175.000 tahun yang lalu. Pada masa itu kondisi suhu bumi sama atau
bahkan lebih hangat dari masa sekarang.
Masa
berikutnya adalah pada sekitar 215.000 tahun yang lalu, kemudian lebih
hangat lagi pada 235.000 tahun yang lalu. Kemudian terjadi lagi pada
325.000 tahun yang lalu dan sekitar 450.000 tahun yang lalu.
Pada masa-masa suhu hangat inilah kehidupan di muka bumi ini akan sangat ramai seperti saat ini.
Terkait
dengan hadits Rasul tentang 100 ribu Adam, maka data kondisi bumi yang
hangat dengan beberapa periode waktu ini, bisa menjadi salah satu
evidence kondisi lingkungan bumi yang mendukung pernyataan Rasulullah
tersebut.
Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa pada saat suhu hangat itulah ras Nabi
Adam sebelumnya hidup dan berada di muka Bumi. Dan "musnah" kembali setelah
mengalami musim dingin yang sangat hebat.
Beberapa
pendapat mencoba memberikan penjelasan mengenai 100 ribu Adam ini dengan
mengkaitkannya dengan eksistensi makhluk lain di luar angkasa/alien. Mereka
membuat hipotesis bahwa 100 ribu Adam adalah terletak di planet planet
lain selain bumi.
Akan
tetapi dengan melihat data-data geologi dan astronomi ini saja menjadi
terbuka kemungkinan besar posisi 100 ribu Adam Hadist Rasulullah adalah ras Nabi Adam, yang ada di planet bumi bukan
lokasi yang lain.
Jadi dari pada repot-repot membayangkan 100 ribu Nabi Adam yang lain, ada di luar angkasa, maka dengan memperpanjang pengamatan pada kondisi berulang selama ratusan juta tahun di muka bumi, maka akan ditemukan jangka waktu kehadiran mereka di muka Bumi.
Jadi dari pada repot-repot membayangkan 100 ribu Nabi Adam yang lain, ada di luar angkasa, maka dengan memperpanjang pengamatan pada kondisi berulang selama ratusan juta tahun di muka bumi, maka akan ditemukan jangka waktu kehadiran mereka di muka Bumi.
Nabi Adam a.s. yang terakhir yang mendapat julukan Abu Muhammad diturunkan Allah pada kisaran 40
ribu tahun yang lalu. Sebelum kehadiran Nabi Adam a.s. di 40.000 tahun
yang lalu, sebuah ledakan super Volcano pada 73.000 tahun yang lalu terjadi.
Letusan Gunung Toba (Supervolcano Toba), meledak dan kemudian debunya menghalangi
Radiasi Sinar Matahari yang hangat. Akibat kondisi yang sangat dingin
ini maka 90 % kehidupan yang ada pada saat itu hancur.
Letusan Gunung Super Volcano Toba ini disusul oleh letusan gunung Gunung Sitinjau (Danau Maninjau) yang ada di sekitar kota Padang. Dan kemudian disusul oleh letusan Gunung Sunda Baru di dataran Pulau Jawa saat ini.
Letusan Gunung Super Volcano Toba ini disusul oleh letusan gunung Gunung Sitinjau (Danau Maninjau) yang ada di sekitar kota Padang. Dan kemudian disusul oleh letusan Gunung Sunda Baru di dataran Pulau Jawa saat ini.
Kondisi
hangat di muka bumi yang ditemukan dalam grafik selain masa sekarang
ini juga pernah ditemukan terjadi pada 175.000 tahun yang lalu. Pada
masa itu kondisi suhu bumi sama atau bahkan lebih hangat dari masa
sekarang. Pada masa inilah Ras Atlantis menguasai muka bumi, sebelum
akhirnya Ras ini pun "musnah" karena berbagai bencana yang melanda di muka
Bumi
Bencana letusan super volcano Toba menutup seluruh lembaran kehidupan dari ras Atlantis ke bawah permukaan bumi.
Bencana letusan super volcano Toba menutup seluruh lembaran kehidupan dari ras Atlantis ke bawah permukaan bumi.
01. Nabi Adam A.S. (40.000 tahun yang lalu)
Jadi Berbeda dengan kebanyakan para ahli yang menentukan kemunculan Nabi Adam a.s. di kisaran angka 10 ribu tahun yang lalu, data-data iklim dan kondisi global yang terbaru, menunjukkan bahwa Nabi Adam hadir pada kisaran 40 ribu tahun yang lalu. Di tengah-tengah puncak jaman es terdekat dengan jaman sekarang.
Prof. Adil Thaha Yunus dalam bukunya Hayah Al Anbiya menyatakan bahwa Nabi Adam diturunkan ke muka bumi pada 5872- 4942 SM atau dengan perhitungan sekitar 8000 an tahun yang lalu, dihitung dari abad ke 21, tahun Masehi. Jadi eksistensi Ras Adam manusia menurut Prof Adil kurang lebih ada di 10 ribu tahun yang lalu.
Akan tetapi pada data geologi terlihat bahwa pada masa 10 ribu tahun yang lalu terjadi sebuah proses kenaikan air muka laut. Lebih cocok masa 10 ribuan tahun yang lalu adalah masa Nabi Nuh a.s. dibandingkan dengan masa Nabi Adam a.s.
Dalam penelitian berbasis data geologi terlihat bahwa Nabi Nuh dalam data geologis muncul pada masa antara (15 ribu sampai 13 ribu tahun yang lalu, pada saat kenaikan air muka laut mendadak atau melt water pulse yang pertama). Air Laut pada masa ini mengalami kenaikan 50 meter dengan cepat.
(Sebagai informasi tambahan, Laut Jawa saat ini hanya memiliki kedalaman tidak lebih dari 40-50 meter saja. Artinya sebelum ada kenaikan air laut maka Laut Jawa dulunya adalah lembah yang bahkan memiliki aliran sungai daratan.) Melt water Pulse membuat lembah sungai yang subur tiba-tiba ditutup oleh air laut setinggi 50 meter, dan puluhan ribu tahun kemudian laut yang menutupi itu pun digunakan sebagai jalur kapal laut dan juga nelayan. Irosninya mereka yang melewati bekas lembah/dataran itu tak pernah tahu bahwa dasar laut yang mereka lewati, dulunya adalah lembah yang juga memiliki anak sungai yang subur.
Data-data geologi menunjukkan telah terjadi beberapa kali puncak jaman es yang datang dan melanda seluruh permukaan bumi. Pada saat puncak jaman es itulah kondisi kehidupan di muka bumi dalam kondisi minimal, atau dengan kata lain semua jenis kehidupan musnah di muka Bumi, karena sedemikian dinginnya suhu udara di muka Bumi.
Ras Adam Abu Muhammad
Kakek manusia saat ini adalah Ras Nabi Adam yang disebut sebagai Abu Muhammad. Nabi Adam a.s. juga diikuti oleh Adam penyerta dengan jumlah 999 Adam penyerta. Nabi Adam utama yang diturunkan oleh Allah adalah berkulit putih. Dan kemudian diturunkan Adam penyerta sebanyak 999 dengan berbagai jenis karakter biologis yang berbeda (DNA, warna kulit, dan sebagainya).
Di dalam Al Qur'an terdapat kisah penciptaan dan Nabi Adam as yang terakhir. Karena terdapat sekian kali penciptaan Adam dan diturunkan di muka bumi, maka serta merta Malaikat mengajukan pertanyaan kepada Allah
Mengapa Allah menciptakan yang akan bertengkar dan menumpahkan darah di muka Bumi ?
Pengetahuan Malaikat muncul karena penyaksian terhadap penciptaan Adam Adam sebelumnya yang memang membuat pertengkaran dan pertumpahan darah.
Bahkan putra Nabi Adam sendiri Qobil membunuh Habil, karena masalah yang sangat sederhana, perebutan Iklima dan Labudza. Terbunuhnya Habil membuat Allah menggantikan putra Nabi Adam dengan Nabi Syits a.s. (Nabi Syts inilah Nabi kedua yang diberi jabatan Nabi oleh Allah setelah Nabi Adam a.s.)
Kakek manusia saat ini adalah Ras Nabi Adam yang disebut sebagai Abu Muhammad. Nabi Adam a.s. juga diikuti oleh Adam penyerta dengan jumlah 999 Adam penyerta. Nabi Adam utama yang diturunkan oleh Allah adalah berkulit putih. Dan kemudian diturunkan Adam penyerta sebanyak 999 dengan berbagai jenis karakter biologis yang berbeda (DNA, warna kulit, dan sebagainya).
Di dalam Al Qur'an terdapat kisah penciptaan dan Nabi Adam as yang terakhir. Karena terdapat sekian kali penciptaan Adam dan diturunkan di muka bumi, maka serta merta Malaikat mengajukan pertanyaan kepada Allah
Mengapa Allah menciptakan yang akan bertengkar dan menumpahkan darah di muka Bumi ?
Pengetahuan Malaikat muncul karena penyaksian terhadap penciptaan Adam Adam sebelumnya yang memang membuat pertengkaran dan pertumpahan darah.
Bahkan putra Nabi Adam sendiri Qobil membunuh Habil, karena masalah yang sangat sederhana, perebutan Iklima dan Labudza. Terbunuhnya Habil membuat Allah menggantikan putra Nabi Adam dengan Nabi Syits a.s. (Nabi Syts inilah Nabi kedua yang diberi jabatan Nabi oleh Allah setelah Nabi Adam a.s.)
Kisah Nabi Adam
Kesalahan karena memakan Sajaratul Quldi, membuat Nabi Adam Hawa diturunkan ke muka Bumi oleh Allah. Dalam pemahaman hakikat, maka kesalahan memakan Sajaratul Quldi hanya lah sebab saja, karena memang Allah telah memetakan tugas Nabi Adan sebagai Khalifatullah di Muka Bumi sejak awal penciptaannya.
Dalam Kitab Nabi Idris (The Book Of Enouch) diceritakan bahwa Sajaratul Quldi itu adalah sebuah pohon ilmu pengetahuan. Azazil (Iblis) merayu-rayu Hawa untuk memakan buah ilmu pengetahuan itu bersama Nabi Adam. Setelah diturunkan ke Bumi, Nabi adam dalam sebuah riwayat terpisah dari Hawa selama 200 tahun. Dan mereka oleh Allah kemudian dipertemukan kembali di Jabal Rahmah (Gunung Cinta) di Padang Arafah, yang saat ini setiap tahun para jamaah Haji berdiam dan berdoa pada setiap musim Haji.
Gelar Safi Allah kepada Nabi Adam a.s.
Usia
Nabi Adam dan Siti Hawa.
Konon sebuah riwayat mengungkapkan bahwa. Nabi
Adam hidup selama 930 tahun, Sedangkan Siti Hawa diciptakan ketika Nabi
Adam berusia 130 tahun. Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25.
(Revisi. 1 Mei 2025, Lihat Edisi sebelumnya)



