Piutang Pembiayaan yang Dikelola Adira Finance Capai Rp 58 Triliun

 Piutang Pembiayaan yang Dikelola Adira Finance Capai Rp 58 Triliun 

Surabaya, Informatika News Line (13/08/2024)

Piutang Pembiayaan yang Dikelola Adira Finance Capai Rp 58 Triliun,  tumbuh sebesar 15 % di Semester 1-2024. 

Hal tersebut merupakan prestasi tersendiri mengingat ekonomi global saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk ekspektasi suku bunga yang tinggi untuk periode yang lebih lama, tekanan inflasi, volatilitas harga komoditas, dan risiko geopolitik. Namun demikian, menurut laporan terbaru dari Bank Dunia pada Juni 2024, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan stabil pada tingkat 2,6% untuk tahun 2024. 

Di tengah stagnasi ekonomi global, perekonomian domestik pada pertengahan tahun 2024 juga dihadapkan pada tantangan yang ditandai dengan penurunan permintaan akibat peningkatan harga khususnya kebutuhan pokok, pelemahan kinerja manufaktur, dan pelemahan nilai tukar. 

Namun demikian, Kementerian Keuangan tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal II-2024 diperkirakan masih relatif bertahan pada kisaran 5,0%-5,2%.

Sama halnya dengan kondisi ekonomi domestik, industri otomotif juga dihadapkan dengan tantangan dimana penjualan ritel mobil baru mengalami penurunan sebesar 14% y/y menjadi 432 ribu unit selama semester pertama 2024. 

“Seiring dengan melesunya industri otomotif di sepanjang semester pertama 2024, Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sedikit mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp 20 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan (termasuk pembiayaan bersama) mengalami pertumbuhan sebesar 15% y/y menjadi Rp58,4 Tiliun.” Ujar Dewa Made Susila

Ia mengatakan, jika Adira Finance akan terus menerapkan berbagai inisiatif strategi untuk mendorong kinerja bisnis di tengah tantangan yag terjadi saat ini. Salah satunya adalah terus mengembangkan bisnis non-otomotif seperti pinjaman multiguna. Sepanjang semester pertama tahun 2024, perusahaan mencatat pertumbuhan pembiayaan baru di segmen non-otomotif sebesar 15% y/y, mencapai Rp 4,0 Triliun. Pembiayaan multiguna berkontribusi terbesar dalam pembiayaan non-otomotif perusahaan.

"Secara regional, pembiayaan baru Adira Finance wilayah Jawa Timur di 1H24 tercatat mencapai Rp1,6 triliun. Segmen sepeda motor berkontribusi sebesar 46% dari total pembiayaan baru di Jawa Timur, diikuti oleh segmen mobil sebesar 31%, dan segmen non-otomotif sebesar 23%. Secara keseluruhan, area Jawa Timur berkontribusi sekitar 8% dari total pembiayaan baru Adira Finance,” ujar Agus Hartanto, Kanwil Jawa Timur pekan lalu 

Di sisi lain, sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi bersih di Indonesia, Adira Finance menyediakan pemiayaan untuk kendaraan listrik (EV), mencakup sepeda motor dan mobil, melalui kerja sama dengan berbagai merek dan dealer kendaraan listrik. Sepanjang semester I-2024, pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance meningkat signifikan, mencapai Rp 178 miliar.

Untuk dapat terus meningkatkan penyaluran pembiayaan, Adira Finance memperluas jaringan bisnisnya secara selektif  di wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi. Hingga 30 Juni 2024, Adira Finance telah mengoperasikan 476 jaringan bisnis memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang ke-497, Adira Finance Kembali hadir dalam acara Jakarta Fair Kemayoran 2024 yang diselenggarakan pada 12 Juni hingga 14 Juli yang lalu.




Reporter Budy










Lebih baru Lebih lama