Banjir Lahar Dingin di Sumbar, 47 Korban Meninggal Dunia, 17 Orang Hilang ?
Padang, Informatika News Line (13/05/2024)
Hampir 3200 warga mengungsi setelah tiga lokasi kabupaten di Sumatra Barat terlanda bencana Banjir bandang bercampur material lahar dingin Sabtu (11/05) malam.
Simpang siur korban hilang dan meninggal tercatat oleh pers dalam pencatatan korban banjir lahar dingin di tiga kecamatan di Sumatra Barat Sabtu (11/5) malam.
Basarnas mengumumkan ada 47 korban jiwa meninggal yang berhasil ditemukan oleh pihaknya, sementara itu pihak BPBD dan BNPB, mengumumkan ada jumlah yang berbeda dengan yang disampaikan oleh Basarnas. BPBD mencatat ada 44 korban yang meninggal. Sementara 15 sampai 17 orang dinyatakan hilang.
Sampai dengan Senin (13/5/2025), BPBD baru mencatat 41 korban jiwa dan 17 lainnya hilang.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab mengatakan hingga Senin (13/5/2024) pagi, 41 orang meninggal akibat banjir yang menerjang wilayah Sumbar.
Banjir bandang dahsyat yang membawa air dan lahar dingin, air bercampur material lahar, menerjang sejumlah kecamatan di tiga wilayah Kabupaten. Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Padang Panjang*, terdampak bencana ini Sabtu (11/5) malam.
Luasnya area bencana dan lemahnya koordinasi informasi di lapangan membuat simpang siur informasi jumlah korban.
"Ini data masih tetap bergerak ya, kalau kemarin sampai sore, kita sudah mencatat ada 37. Kemudian pagi ini sudah bergerak lagi karena tadi malam ada penambahan korban dari kejadian di Padang. Ini data sementara kami korban sudah mencapai 41 orang," kata Ilham Wahab.
Ilham juga mengatakan bahwa terkait warga yang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian akibat banjir tersebut berjumlah 17 orang.
"Sementara untuk data yang masih dicari kemarnin ada di beberapa lokasi jumlahnya 17 orang," ungkapnya.
Ia menyebut tidak hanya banjir bandang yang menerjang, Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah lainnya di Sumatera Barat.
"Kalau yang paling terdampak parah ada 2 kabupaten yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Sementara itu Kabupaten Padang Panjang juga parah, akan tetapi lebih mendingan dibandingkan dengan dua wilayah Kabupaten tersebut.."
"Kejadian yang kecil-kecil longsor, juga terjadi di Padang di jalan lintas Padang-Solok, juga terjadi di 50 kota di dekat kelok 9. Longsor menganggu aktivitas publik," tutur Ilham.
Sebelumnya, BPBD mendirikan posko pencarian korban hilang akibat banjir lahar dingin yang melanda Kabupaten Agam pada Sabtu (11/5) dini hari.
"Bagi masyarakat Kabupaten Agam yang kehilangan anggota keluarga dapat melapor ke posko tanggap darurat di SD Negeri 08 Kubang Duo Koto Panjang Kecamatan Canduang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumbar Fajar Sukma, Minggu, (12/5), dikutip dari Antara.
Hingga pukul 16.00 WIB BPBD Sumbar mencatat masih mencari sejumlah warga di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang yang hingga kini belum ditemukan.
Ia menegaskan, jumlah korban yang hilang masih bersifat sementara dan dinamis. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya namun belum terdata.
Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (12/05) menjelaskan ada puluhan korban jiwa yang tersebar di sejumlah, diantaranya Kabupaten Agam 19 orang tewas, 15 orang di Kabupaten Tanah Datar dan 7 orang di Kota Padang Panjang.
BNPB menyatakan bahwa, banjir bandang di Kabupaten Agam terjadi setelah adanya hujan lebat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan IV Koto.
Kondisi yang sama juga terjadi di Kabupaten Tanah Datar, banjir juga dipicu intensitas curah hujan yang tinggi.
Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, yakni Kecamatan X Koto, Kecamatan Batipuh, Kecamatan Pariangan, Kecamatan Lima Kaum, dan Kecamatan Sungai Tarab.
Selain korban jiwa, banjir juga berdampak pada puluhan rumah dan 12 unit jembatan.
Muhari mengatakan banjir yang terjadi di Tanah Datar juga meninggalkan endapan lumpur yang cukup tinggi.
"Oleh karena itu, selain upaya pencarian dan pertolongan, tim gabungan pada hari ini juga berupaya melakukan pembersihan ruas jalan Batusangkar - Padang Panjang yang terdampak endapan lumpur. Alat berat dikerahkan guna percepatan pembersihan akses jalan ini," (ESW/TNTW)
* Up date : (14/05/2024)
(1)
Belakangan cakupan wilayah bencana meluas bukan hanya 3 kota/kabupaten akan tetapi mencakup 5 wilayah kota kabupaten :
Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang,
Kota Padang, Padang Pariaman
(2)
Jumlah korban tewas mencapai 57 orang dengan, 27 orang hilang, 37 orang luka luka
* Up date (17/05/2024)
Korban Tewas : 67 orang dan hilang : 20 orang

