Melawan Hutang Dengan Jimpitan RT Di Sidoarjo.

Melawan Hutang Dengan Jimpitan RT Di Sidoarjo.



Siapa ibu-ibu yang kemarin dapat hutangan dari BRI.... atau dari Bank Jatim....ya kemarin ada juga hutangan dari Mekar...siapa yang belum dapat...

Gus Muhdlor, Bupati Sidoarjo bertanya kepada para tenaga relawan kesehatan di Sidoarjo yang hari itu berkumpul di Hotel Aston Sidoarjo untuk mendapatkan pelatihan kesehatan dari Dinas Kesehatan dalam melayani masyarakat.

Sebagian besar ibu ibu mengacungkan tangan karena telah mendapatkan kucuran hutang yang disampaikan oleh Gus Muhdlor.

Dahulu tidak ada hutang hutangan seperti ini, masyarakat guyub rukun saling membantu anggota masyarakat lain yang kesulitan, bahkan dalam bidang ekonomi.

Gus Muhdlor menyoroti mulai hilangnya berbagai kebiasaan baik yang ada di tengah tengah masyarakat ini. Hilangnya sikap guyub rukun misalnya, memunculkan banyak penyakit masyarakat modern baru yang membuat struktur masyarakat menjadi rusak.

Perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah dalam pembangunan tidak bisa semata mata dilakukan dengan pendekatan top down semata mata. 

" Pemerintah tidak pernah benar benar tahu kebutuhan masyarakat itu apa. Pemerintah hanya sok tahu saja apa kebutuhan masyarakat... akhirnya solusi yang diberikan oleh pemerintah juga tidak tepat    sasaran. Masyarakat butuh nya A tapi pemerintah yang sok tahu malah memberika. solusi B yang berbeda dengan kebutuhan A masyarakat.

" Karena itulah Konsep self government ini kita luncurkan ke tengah masyarakat Sidoarjo untuk menggerakkan masyarakat memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Membangun dengan inisiatif dan solusi yang memang benar benar dibutuhkan oleh masyarakat sendiri......bukan solusi sok tahu yang selama ini selalu dijadikan patokan pemerintah dalam memecahkan masalah di masyarakat.

"Jimpitan itu tidak selalu berarti jimpitan beras...atau makanan pokok....jimpitan juga bisa berarti mengumpulkan uang kecil uang receh yang digunakan untuk bersama-sama membantu kebutuhan masyarakat."

Gus Muhdlor menunjuk hutang yang diberikan oleh bank dan lembaga keuangan yang membebani dan membuat masyarakat menjadi memiliki hutang. Hal yang sebenarnya tidak diperlukan dalam masyarakat yang guyub rukun.

Dengan jimpitan dalam bentuk uang receh, misalnya, maka hasilnya akan luar biasa dan bahkan bisa membantu ekonomi masyarakat lepas dari jerat hutang.

" Masyarakat punya kemampuan, dengan konsep guyub rukun yang digagas oleh pemerintah Sidoarjo ini...maka masyarakat akan dikembalikan pada karakter teladan yang selama ini telah dimiliki oleh masyarakat..."

" Saya gemes melihat ibu ibu yang menghabiskan biaya 50 juta lebih untuk disain karnaval 17 an kemarin ...yang bahkan hadiahnya saja hanya 2 juta rupiah..."

" Ini bagaimana ibu-ibu kita ini...hadiah nya hanya 2 juta...rias dan disain baju dan asessoris nya saja habis sampai 50 juta ...." kata Gus Muhdlor yang disambut tawa ramai peserta.

Gus Muhdlor mencontohkan bahwa masyarakat sebenarnya punya kemampuan yang kuat. Dalam lomba pawai karnaval 17 an misalnya, bahkan ibu-ibu di Sidoarjo tidak keberatan mengeluarkan biaya 50 juta lebih agar bisa memenangkan hadiah lomba yang hanya 2 juta rupiah.

"Acara 100 tahun NU awal tahun 2023 yang lalu...Kita kedatangan tamu 3 juta orang lebih...Dan dengan semangat gotong royong guyub rukun...para tamu yang datang ke Sidoarjo dapat makan gratis, minuman tersedia di mana-mana,...tidak ada APBD yang digunakan semua nya adalah dana masyarakat...Dengan satu rumah menyumbang nasi bungkus 2 atau 3 bungkus...semua tamu yang datang tercukupi makanan nya bahkan berlimpah-limpah... Kalau dihitung pakai uang sudah berapa puluh Milyar uang harus keluar... tapi dengan guyub rukun...melayani 3 juta orang, warga Sidoarjo sanggup.... Apalagi yang akan kita benahi dan bangun di seluruh Sidoarjo ini penduduk yang hanya 2 juta orang.... lebih kecil dari jumlah tamu yang datang di Acara 100 tahun NU kemarin..."


Konsep Asli Dari Bupati Sidoarjo

Konsep layanan self government yang digunakan oleh Gus Muhdlor adalah salah satu dari konsep layanan government 5.0. Konsep layanan pemerintahan ini membangkitkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Konsep Government 5.0 berpusat pada masyarakat ini sempat diangkat pada tahun 2019 yang lalu dalam konferensi internasional Government 5.0.

Mohammad J Sear dari Dubai menyatakan bahwa tujuan dari konsep Government 5.0 adalah untuk memangkas berbagai filter filter birokrasi yang biasa muncul dalam layanan pemerintahan.

"The goal is to minimise the need for citizens to intervene or communicate extensively with different agencies, as the system automatically coordinates and delivers the necessary services through a single channel...." kata Muhammad J Sear.


Lihat juga konsep Government 5.0 yang diusulkan oleh : Mohammad J Sear dari Dubai. 

Baca : Unveiling government 5.0 – a blueprint for digital empowerment 


Akan tetapi tentu saja konsep Muhammad J Sear ini akan jauh dari realisasi real implementasi di tengah masyarakat. 

Gus Mudhlor yang mengangkat konsep Government 5.0 juga menyatakan bahwa penguatan masyarakat di tingkat RT RW di Sidoarjo adalah konsep yang murni digodok oleh institusi pemerintah daerah (institusi Bupati).

" Ini konsep ide bukan dari mana-mana, ini adalah konsep pembangunan dari Bupati Sidoarjo sendiri." kata Gus Muhdlor menerangkan kepada Informatika News pada saat ditanya Informatika asal usul ide dan konsep unik self government berbasis RT di Sidoarjo ini. (Wijaya, Informatika News Line)















Lebih baru Lebih lama