VIRUS Nipah, Virus Mematikan Di Daging Babi yang terinfeksi Kelelawar
Jakarta, Informatika News Line (22/10/2023)
Penularan Virus Nipah terjadi di Malaysia pada tahun 1999. Virus diketahui menginfeksi babi serta manusia dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Serangan Nipah di Malaysia, menimbulkan dampak ekonomi, sosial dan psikologis yang besar.
Virus Nipah merupakan salah satu jenis virus berbahaya. Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui perantara hewan liar ke manusia. Meski belum terdeteksi di Indonesia, Departemen Kesehatan, meminta peningkatan kewaspadaan ekstra karena virus ini diduga dapat berpotensi menjadi pandemi.
Virus Nipah (NiV) adalah salah satu jenis virus yang dapat menyerang hewan dan manusia. Keberadaan Virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia hingga saat ini. Namun, beberapa kasus infeksi virus tersebut sudah terkonfirmasi di negara yang berdekatan dengan Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap virus yang diduga mudah menular ini.
Asal Usul Virus Nipah
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di sebuah peternakan babi di Malaysia. Saat itu, beberapa jenis hewan menunjukkan gejala demam, sulit bernapas, dan kejang.
Menurut WHO, virus tersebut berasal dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi saat terjadi penebangan hutan secara besar-besaran, sehingga menyebabkan populasi kelelawar berpindah mendekati area peternakan.
Ternak babi yang telah terinfeksi dapat menularkan Virus Nipah ke peternak dan peternak pun dapat menularkannya ke sesama manusia. Proses penularan yang mudah inilah yang menjadikan Virus Nipah diduga bisa berpotensi menjadi pandemi.
Kenali Cara Penularan Virus Nipah
Virus Nipah merupakan virus jenis RNA yang termasuk dalam golongan Paramyxovirus. Golongan virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak.
Virus Nipah diketahui berasal dari hewan liar, seperti kelelawar pemakan buah (Pteropus sp.), dan hewan ternak, seperti domba, kambing, dan babi, yang terinfeksi virus tersebut.
Penularan Virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa seseorang bisa mengalami gejala infeksi virus ini ketika ia mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi Virus Nipah, khususnya yang dimasak kurang matang. Tidak hanya dari hewan ke manusia, Virus Nipah pun diketahui dapat menular antar manusia. Seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah apabila pernah kontak dengan pasien yang terinfeksi virus tersebut.
Tanda dan Gejala Infeksi Virus Nipah
Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari. Ini artinya, seseorang dapat mengalami gejala infeksi Virus Nipah setelah virus tersebut masuk ke tubuhnya dalam kurun waktu tersebut.
Infeksi Virus Nipah dapat menimbulkan gejala ringan yang mirip dengan gejala flu, tetapi bisa juga menimbulkan gejala berat yang berisiko menyebabkan kematian. Saat terinfeksi Virus Nipah, seseorang dapat mengalami beberapa gejala berikut ini :
· Demam
· Sakit kepala
· Batuk
· Sakit tenggorokan
· Nyeri otot
· Muntah
Sementara itu, pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah bisa menyebabkan peradangan pada otak (ensefalitis).
Orang yang menderita ensefalitis akibat infeksi Virus Nipah bisa mengalami gejala berupa mudah mengantuk, sulit fokus dan konsentrasi, serta disorientasi atau tidak bisa mengenal waktu, tempat, dan orang lain, termasuk orang terdekatnya.
Mencegah Penularan Infeksi Virus Nipah
Kita disarankan untuk mengikuti beberapa cara berikut ini untuk mencegah penularan :
· Hindari kontak dengan kelelawar atau hewan ternak yang berisiko tertular Virus Nipah. Jika perlu, Anda bisa memasang jaring di sekitar rumah untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam rumah.
· Cuci bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi serta hindari konsumsi buah atau sayuran yang kotor dan tampak sudah tergigit oleh binatang.
· Gunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah, saat membersihkan kotoran atau urine hewan.
· Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sedang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Virus Nipah.
· Hindari konsumsi daging kelelawar atau daging hewan ternak yang dimasak kurang matang.
Meski belum ada laporan kasus infeksi Virus Nipah di Indonesia, Anda tetap perlu waspada karena virus ini mudah menular dari hewan atau orang yang terinfeksi, sehingga dianggap berpotensi menjadi pandemi.
(Depkes, Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, Vijay, Informatika News Line)
First. 26/07/2022. Rewrite, satu sehat, 5/10/2023
Lihat: htps://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/539/virus-nipah
Baca Juga :
VIRUS Nipah, Virus Mematikan Di Daging Babi yang terinfeksi Kelelawar
2025 Kaca Mata Gratis : CSR Optik Tunggal
Petinju Muda Meninggal : Cabang Olah Raga Tinju PORPROV Hentikan Pertandingan
Senyum Bahagia Petani Kebumen di HUT ke 78 RI, Terima Bantuan 600 Alat Pertanian dan 747 Ternak
Dan Panasnya Kota Surabaya pun Menjadi Hilang Berkurang
Suhu Panas Tingkatkan Serangan Penyakit Jantung

