Penyebab dan solusi atasi ginjal yang mengecil
8 September 2018, 20:24
Saya mau tanya dok klo ginjal mengecil bisa tidak dibesarkan dok? Terima kasih
Bagus Saputra
dr. Deasy Larasand, 10 September 2018, 12:39
Halo Bagas Saputra,
Ginjal manusia termasuk salah satu organ vital, karena memiliki peran penting dalam sistem ekskresi (melalui saluran kemih), menjaga ekseimbangan elektrolit dalam tubuh dan juga menjaga tekanan darah. Terdapat sepasang ginjal di kiri dan kanan rongga perut. Dan pada beberapa kondisi, ukuran ginjal lebih kecil dari ukuran normalnya, misal pada kondisi berikut :
(1) congenital dysplasia, atau yang biasa disebut sebagai kelainan bawaan
(2) refluks nefropathy, yaitu gangguan aliran pada saluran kemih yang menyebabkan terjadi aliran balik yang tidak seharusnya
(3) acute pyelonephritis, yaitu infeksi berat pada ginjal
Pada kondisi-kondisi di atas, ukuran ginjal tidak dapat "dibesarkan" atau dibuat ke ukuran normal.
Mengingat fungsi ginjal sangat penting maka biasakan beberapa hal berikut untuk menjaga kondisi kesehatan ginjal :
(1) konsumsi air putih 2-3 liter per hari
(2) tidak membiasakan diri untuk menahan buang air kecil
(3) hindari mengkonsumsi obat-obat di luar resep dokter atau jamu-jamuan yang tidak terdaftar di BPOM yang menyebabkan ginjal mengecil
sekian semoga bermanfaat
Oleh:dr. Deasy Larasandi
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/ginjaal
dr. Aditya Prayoga, 20 Juni 2017, 20:29
Halo, terimakasih atas pertanyaan Anda.
Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Bentuknya seperti kacang, umumnya memiliki panjang 10-12 cm, lebar 5-6 cm, dan tebal 3-4 cm. Penyusutan ukuran ginjal berarti ukuran ginjal berkurang dari normal karena terjadi kerusakan pada sel-sel ginjal.
Penyusutan ginjal umumnya bisa disebabkan oleh:
(1) Penyakit bawaan (congenital) misalnya Congenital renal dysplasia
(2) Penyakit pada ginjal, misalnya Nefropati hipertensi, Nefropati diabetik
(3) Penyakit ginjal kronis stadium akhir
(4) Pyelonefritis kronis
Untuk melihat bentuk dan ukuran ginjal, pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu melalui USG. Sedangkan fungsi ginjal dievaluasi dengan pemeriksaan serum kreatinin dan BUN (Blood urea nitrogen). Nilai normal pemeriksaan ini bisa sedikit bervariasi antara laboratorium lainnya.
Kemungkinan penyebab penyusutan ginjal yang dialami ibu Anda adalah penyakit ginjal kronis. Untuk mengevaluasi kondisi ginjal, monitoring yang dilakukan umumnya dengan pemeriksaan fungsi ginjal, yaitu serum kreatinin dan BUN. Sedangkan USG ginjal tidak rutin dilakukan. Kemungkinan USG bisa dilakukan beberapa kali jika ada indikasi tertentu, misalnya adanya tanda dan gejala baru ditemukan saat kontrol. Walau demikian, jika Anda merasa khawatir dan tetap ingin mengetahui ukuran ginjal ibu Anda saat ini, silahkan lakukan USG kembali. USG merupakan pemeriksaan pencitraan non invasif sehingga minim efek samping.
Demikian informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Oleh:dr. Aditya Prayoga
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-perlu-follow-up-usg-untuk-mengetahui-penyusutan-ginjal-nya-kiri-atau-kanan#:~:text=Penyusutan%20ukuran%20ginjal%20berarti%20ukuran,misalnya%20Nefropati%20hipertensi%2C%20Nefropati%20diabetik
Penyakit Atrofi Ginjal
DR. Kartika MAYASARI
Atrofi Ginjal - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati
Dipublish tanggal: Apr 19, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ginjal normal pada umumnya seukuran kepalan tangan. Sedangkan atrofi ginjal merupakan suatu keadaan di mana ukuran ginjal menyusut ke ukuran abnormal dengan fungsi yang abnormal.
Atrofi ginjal tidak sama dengan hipoplasia ginjal, hipoplasia ginjal merupakan suatu kondisi di mana ginjal berukuran lebih kecil saat proses perkembangan di dalam rahim dan pada saat kelahiran.
Ginjal terletak di setiap sisi tulang belakang bagian bawah, tepat di bawah tulang rusuk. Ginjal kiri biasanya sedikit lebih besar dibandingkan ginjal kanan. Ginjal kiri biasanya juga terletak sedikit lebih tinggi dan lebih dekat ke jantung daripada ginjal kanan. Satu atau kedua ginjal dapat mengalami atrofi, tetapi atrofi ginjal biasanya lebih sering terjadi pada ginjal kiri.
Apa yang menyebabkan atrofi ginjal?
Atrofi ginjal dapat disebabkan karena terjadinya kerusakan ginjal secara tiba-tiba, seperti ketika ginjal terluka parah atau terpapar racun. Atrofi ginjal juga dapat disebabkan atau berkaitan dengan kondisi medis lain, seperti:
(1) sindrom antifosfolipid
(2) infeksi, seperti TBC
(3) sindrom metabolik
(4) penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis)
(5) penyempitan arteri ginjal (stenosis arteri ginjal aterosklerotik)
(6) obstruksi saluran kemih
(7) penyakit sel sabit
(8) kanker
Kerusakan ginjal umumnya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini bisa terjadi karena aliran darah ke ginjal tidak mencukupi.
Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena atrofi ginjal jika Anda memiliki beberapa kondisi sebagai berikut:
(1) diabetes
(2) riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
(3) penyakit jantung
(4) tekanan darah tinggi (hipertensi)
Tanda dan gejala dari atrofi ginjal
Ginjal berfungsi untuk menyaring produk limbah dari darah dan menghilangkan cairan berlebih dari tubuh. Ginjal juga memainkan peran penting dalam pengaturan tekanan darah.
Pada tahap awal atrofi ginjal, Anda mungkin tidak menemukan adanya gejala. Biasanya diperlukan hilangnya fungsi ginjal sebanyak 30 hingga 40 persen agar gejalanya dapat muncul. Ketika ginjal kurang mampu untuk menyaring darah, Anda mungkin akan menemukan beberapa gejala sebagai berikut:
(1) perubahan frekuensi buang air kecil
(2) kulit menjadi gelap
(3) mudah mengantuk
(4) kulit terasa gatal
(5) kehilangan selera makan
(6) kram otot
(7) mual dan muntah
(8) pembengkakan pada daerah tangan dan kaki
Tanda-tanda lain dari atrofi ginjal meliputi:
Asidosis
Anoreksia
konsentrasi kreatinin yang tinggi
kelainan elektrolit
kekurangan gizi
Bagaimana cara mencegah terjadinya atrofi ginjal?
Terjadinya atrofi ginjal tidak selalu dapat dicegah. Tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga ginjal Anda tetap sehat.
Pertama, cobalah untuk mencegah kondisi-kondisi yang dapat merusak ginjal Anda, seperti pada penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes. Jika Anda sudah memiliki kondisi seperti hipertensi dan diabetes, maka berusahalah untuk mengontrol penyakit tersebut.
Konsumsilah diet yang kaya akan:
buah-buahan dan sayur-sayuran
biji-bijian
produk susu rendah lemak atau bebas lemak
Kurangi asupan Anda terhadap:
makanan olahan atau gorengan
makanan ber-sodium
makanan yang manis
alkohol
Berikut adalah beberapa tips-tips lainnya:
Cobalah berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
Pertahankan berat badan yang ideal dan sehat.
Cobalah untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam.
Jangan merokok
Minumlah obat sesuai resep dokter.
Pantau kadar kolesterol Anda.
Obati infeksi saluran kemih (ISK) secepat mungkin.
Bagaimana cara mengobati atrofi ginjal?
Diagnosa
Untuk mendiagnosis seseorang mengalami atrofi ginjal biasanya dokter akan melakukan anamnesis secara lengkap dan diikuti dengan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan dengan tes pencitraan seperti ultrasound, computed tomography scan, atau magnetic resonance imaging (MRI).
Pengobatan
Sebagian besar pengobatan akan tergantung pada penyebab atrofi ginjal tersebut. Mengobati kondisi yang mendasarinya dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal Anda.
Bahkan dengan ginjal yang atrofi, ginjal Anda mungkin masih dapat berfungsi cukup baik untuk melakukan fungsinya. Tetapi jika ginjal Anda berfungsi kurang dari 10 hingga 15 persen, maka Anda bisa mengalami gagal ginjal. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu melalui tindakan dialisis.
Dalam hemodialisis, darah Anda akan dijalankan melalui alat ginjal buatan yang disebut hemodialyzer yang dapat menghilangkan produk limbah. Dalam dialisis peritoneal, cairan yang disebut dialisat digunakan untuk mengisi perut Anda untuk menyaring limbah dalam tubuh Anda melalui kateter dialisis peritoneal.
Dialisis dapat membantu tubuh Anda melakukan pekerjaan yang tidak lagi dapat dilakukan oleh ginjal. Anda perlu menjalani dialisis atau cuci darah beberapa kali dalam seminggu atau sampai Anda mendapatkan transplantasi ginjal.
2 Referensi
NCBI, Kidney Atrophy (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4100972/).
Stacy Sampson, Kidney Atrophy (https://www.healthline.com/health/atrophic-kidney), 25 May 2018.
https://www.honestdocs.id/atrofi-ginjal
.jpeg)
.jpeg)