Jalan Tol Bojonegoro : Ngawi-Tuban-Gresik, Catatan Media
Proyek Pembangunan Tol yang melintasi Ngawi Bojonegoro Tuban, dalam rencananya termasuk dalam ide pembangunan Tol yang melintas jalur tengah Pulau Jawa. Menghubungkan Bunder di Gresik dan juga rencana Tol Demak Pati Tuban di Pesisir Utara Pulau Jawa.
Ide pembangunan Tol ini melibatkan beberapa Pemerintah Daerah dan juga studi dari Perguruan Tinggi di Jawa Timur (Universitas Brawijaya).
Beberapa Daerah yang terlibat dalam rencana realisasi Tol ini membuat beragam konsep muncul dalam proses realisasinya. Salah satunya konsep yang diajukan Pemerintah Tuban yang mengajukan Trucuk Parengan dan Bagian Barat Tuban sebagai salah satu jalur alternatif dari Utara Jawa. Sementara konsep relasi alternatif jalan dari Selatan meliputi Ngawi yang terkoneksi ke desa-desa di Kecamatan Dander Sumberrjo sampai ke Tuban Lamongan yang lebih membelah desa desa di wilayah Bojonegoro.
Pemerintah Bojonegoro sendiri menolak konsep Pembebasan Lahan dan lebih memilih memanfaatkan tanah negara di Sepanjang Lembah Sungai Bengawan Solo dan terintegrasi dengan tanggul kendali Banjir Bengawan Solo di Bojonegoro. (Vijay)
https://dinkominfo.bojonegorokab.go.id/berita/baca/1010
Rute Jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan Belum Ditentukan
24 November 2020 15:00 PM
Radar Bojonegoro – Penentuan rute tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan belum disepakati. Pemerintah kabupaten (pemkab) yang dilewati memiliki pendapat masing-masing berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Karena itu, rute tol menyambung ini masih dikaji.
Namun, semua keputusan terakhir terkait rute tol dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementerian PUPR akan membuat peta satelit. Nantinya untuk menentukan jalur yang paling sesuai. Termasuk saat ini masih menggandeng kampus untuk prastudi kelayakan (feasibility study).
Kasubbid Sarana dan Prasarana Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan, RTRW kabupaten yang dilewati tol berbeda-beda. Pemkab Bojonegoro sepertinya keberatan untuk melakukan pembebasan lahan. Sehingga, menurut dia, Pemkab Bojonegoro mengajukan tol menggunakan jalur Solo Valley Werken.
Jalur ini dari Kecamatan Margomulyo sampai Kecamatan Babat, Lamongan. Alasannya, karena tanah negara dan tidak perlu dilakukan pembebasan lahan. Dengan konsep sungai pengendali banjir diapit dua jalur tol. “Jalurnya berbeda. Untuk Kabupaten Lamongan tidak begitu mempermasalahkan, karena sudah terakses tol Demak – Gresik,” ujarnya.
Berbeda dengan Pemkab Tuban. Menurut dia, Pemkab Tuban menginginkan tol melalui wilayah barat, yang merupakan sentra industri. Keberadaan jalan tol bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga sentra industri tumbuh. Karena akses kendaraan mudah dan mengangkat hasil daerah tersebut. “Karena bagian barat Tuban ada industri besar,” ungkapnya ditemui di kantornya kemarin (23/11).
Ramses menjelaskan, Pemkab Tuban meminta jalan tol masuk ke Tuban melalui Kecamatan Trucuk, Bojonegoro dan Kacamatan Parengan hingga ke Kacamatan Jenu. Ramses meminta LPPM Universitas Brawijaya Malang selaku peneliti prastudi kelayakan (feasibility studyi) memberikan solusi terbaik atas kajian rute tol ini. Dengan target akhir tahun, sebab kontrak dengan pihak UB hingga Desember.
“Cobalah cari win-win solution. Tidak ada yang disalahkan,” jelasnya. Namun semua keputusan terkahir terkait rute tol dilakukan oleh Kementerian PUPR. Ramses menjelaskan, pembangunan jalan tol merupakan program presiden sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbang kertosusila. Sehingga pembangunan direncanakan selesai 2024.
“Sesuai masa jabatan Presiden Jokowi,” ungkapnya. Semantara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo mengatakan, permbangunan tol masih lama. Terdapat proses-proses akan dijalani selanjutnya. Koordinasi penentuan rute akan dilakukan lagi. “Ditunggu kabar selanjutnya,” ungkapnya. (irv)
Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan- Manyar-Bunder mulai konstruksi sebelum 2024
Minggu, 15 Mei 2022 08:30 WIB
JAKARTA (Jatimupdate.id ) - Ada 218 proyek di Jawa Timur dengan nilai investasi mencapai Rp 294 triliun.Salah satu proyek yang menjadi highlight adalah tol Ngawi- Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Manyar Bunder.
Pembangunan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Manyar-Bunder dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional kilang minyak Tuban dan KEK Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Yang merupakan salah satu achor yang untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Pemerintah mencanangkan untuk pembangunan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan- Manyar-Bunder bisa mulai konstruksi sebelum 2024 mendatang.
Dari hasil Rapat Koordinasi dengan tiga kepala daerah, pada Rabu (11/5/2022) kemarin, untuk proyek strategis nasional wilayah Jawa Timur juga dikejar sesuai dengan Perpres No 80/2019, untuk bisa selesai konstruksi 2024 atau telah memenuhi financial closing untuk proyek KPBU.
"Diarahkan untuk segera di dorong transaksinya (Penetapan BUJT) dan financial closing pada tahun 2023, Kementerian Keuangan juga diharapkan mulai menganggarkan alokasi pengadaan melalui LMAN di 2023," Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan, dikutip Kamis (12/5/2022).
Ini merupakan percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan prioritas Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto- Surabaya-Sidoarjo- Lamongan) terutama terbangunnya klaster migas dan kondensat, dan berdirinya pemurnian kilang minyak dan petrochemical di Tuban
Adapun mengutip perpres 80/2019, nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan tol ini mencapai Rp 23,7 triliun, dengan skema KPBU.
UPDATE Terbaru
Desa di Kecamatan Bojonegoro yang Bakal Dilewati Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban
Selasa, 4 April 2023 09:39 WIB
Penulis: Dwi Yansetyo Nugroho
Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TribunMataram.com
TRIBUNPRIANGAN.COM- Saat Ini, Pemerintah sudah merencanakan pembangunan proyek jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban.
Sebanyak 69 Desa di Kabupaten Bojonegoro yang direncanakan terdampak proyek jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban.
Bahkan saat ini sudah ada pembahasan konsultasi publik amdal dalam proyek tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban.
Melansir TribunPriangan.com dari artikel Pemkab Bojonegoro rencanaya panjang pembangunan jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban mencapai 116,78 KM.
Tak hanya itu dalam proyek ini juga akan menerabas 16 Kecamatan di 69 Desa Kabupaten Bojonegoro.
16 Kecamatan yang terdampak dalam proyek jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban adalah Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo,
Padangan, Purwosari, Ngasem, Gayam, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Kapas, Sukosewu, Balen, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno.
Sementara itu berikut rincian 69 Desa di 16 Kecamatan Bojonegoro yang terdampak jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban:
1. Kecamatan Ngraho
Desa Jumok
Desa Nganti
Desa Klempun
2. Kecamatan Kapas
Desa Wedi
Desa Kalianyar
Desa Sukowati
Desa Mojodeso
Desa Plesungan
3. Kecamatan Baureno
Desa Ngemplak
Desa Sraturejo
Desa Blongsong
Desa Baureno
Desa Selorejo
Desa Tlogoagung
Desa Sumuragung.
4. Kecamatan Kepohbaru
Desa Pohwates
Desa Sumberoto
Desa Turigede
Desa Bayamgede
Desa Tlogorejo
Desa Sumbergede
Desa Bumirejo
Desa Sugihwaras
Desa Kranggan
5. Kecamatan Balen
Desa Ngadiluhur
Desa Kabunan
Desa Kemamang
Desa Suwaloh
Desa Bulu
6. Kecamatan Ngasem
Desa Bonorejo
Desa Brabowan
Desa Begadon
7. Kecamatan Margomulyo
Desa Sumberejo
Desa Meduri
Desa Geneng
8. Kecamatan Tambakrejo
Desa Pengkol
9. Kecamatan Gayam
Desa Ringintunggal
10. Kecamatan Sukosewu
Desa Sidodadi
11.Kecamatan Sumberejo
Desa Pakuwon
Desa Karangdowo
Desa Jatigede
Desa Tulungrejo
Desa Margoagung
Desa Butoh
12. Kecamatan Padangan
Desa Ngeper
Desa Simorejo
Desa Ngradin
Desa Kendung
13. Kecamatan Purwosari
Desa Purwosari
Desa Pojok
14. Kecamatan Kalitidu
Desa Katur
Desa Sumengko
Desa Grebegan
Desa Kalitidu
Desa Wotanngare
Desa Mayanggeneng
Desa Mayangrejo
Desa Mojosari
Desa Pumpungan
Desa Ngujo
Desa Leran
Desa Sukoharjo
15. Kecamatan Dander
Desa Ngablak
Desa Ngulanan
Desa Sumbertlaseh
Desa Ngumpakdalem
16. Kecamatan Bojonegoro
Desa Jetak
Desa Pacul
http://simpulkpbu.pu.go.id/project/read/469/
Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Babat
Jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Babat merupakan Jalan Tol unsolicited yang penyusunan FBC dan pelaksanaan transaksinya akan dibiayai melalui loan ESP-ADB. Jalan tol ini direncanakan sepanjang 119.02KM dengan 2 junction dan 3 interchange.
Kategori Proyek Solicited
Sektor Jalan dan Jembatan
PJPK PUPR
Status Proyek Final Business Case
Lokasi Jawa Timur
Masa Konsesi 50 Tahun
Biaya Konstruksi Rp. 11 Triliun
Kelayakan Finansial IRR 11.88%
NPV 2.608 Triliun
https://sinfra.jatimprov.go.id/admin/data/infra/profile/view/49
Profile Proyek - Pembangunan Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban - Lamongan - Manyar - Bunder
Pembangunan Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban - Lamongan - Manyar - Bunder
Sektor Jalan dan Jembatan
Kab. Ngawi, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Lamongan, Kab. Gresik
Pembangunan Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban - Lamongan - Manyar - Bunder sepanjang ± 116,78 km bertujuan untuk mengurangi kemacetan, menunjang system transportasi dan meningkatkan kapasitas layanan infrastruktur yang mampu menstimulasi pertumbuhan di wilayah utara hingga timur Pulau Jawa
Prioritasi
Tahap
Progres Konstruksi
0%
Nilai Investasi
Rp. 23.797 M
Peraturan Presiden
No. 80/2019
Kode
3/A.3
1 Tasks
View
8 Progress
View Progress
Koordinator
Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur
Google Maps
Representasi Lokasi
Gunakan dua jari untuk menggerakkan peta
*multiple marker designed for regional or section in "Jalan Tol" categories
No. Keterangan Latitude Longitude Action
1 Pembangunan Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban - Lamongan - Manyar - Bunder -7.4166027 111.4117876







