Menunggu Proklamasi Kemerdekaan (II) Tambang Mind Id Indonesia ?
Timeaus and Critias adalah karya Plato 2500 tahun yang lalu, mendeskripsikan sebuah kawasan dengan kekayaan alam berlimpah yang hilang lebih dari 60 ribu tahun yang lalu.
Bencana letusan gunung berapi serentak menghapus kawasan kaya raya itu. Iskandar Zulkarnain, Sang Penjelajah Agung, cucu murid Plato, yang ditemani Khidir, Apollo, Ilyasa, dan Aristoteles, menemukan kawasan itu di sebuah lokasi lepas pantai di dekat sebuah istana kuno Dhamna. Begitu catatan sejarah kuno yang diangkat juga di dalam Tambo Alam Minangkabau yang terkenal itu.
Ribuan tahun kemudian, kawasan di sekitar istana Dhamna yang hilang itu dikenal dengan nama Nusantara. Negeri kaya beragam hasil tambang. Berbagai komoditas tambang tersebar berlimpah ruah di seluruh kawasan; nikel, aluminium, timah, tembaga, bauksit, besi, emas, batubara, ferronikel. Di mana lagi ada kawasan dengan berlimpah sumber daya alam sekaya Nusantara.
" Akan tetapi bauksit harus diubah dulu menjadi alumina, sebelum berhasil diolah menjadi aluminium yang laku dijual di seluruh dunia, " kata Pratiwa Dyatmika, Corporate Comunication Mind Id menjelaskan pada awal Agustus yang lalu di Surabaya.
Indonesia tidak punya teknologi untuk mengubah Bauksit menjadi Alumina, sehingga Bauksit yang ditambang oleh BUMN Aneka Tambang, terpaksa dikirim ke Australia untuk diubah menjadi Alumina. Alumina hasil olahan dari Australia harus dibeli lagi untuk diproses menjadi Aluminium di dalam negeri.
Mind Id adalah Holding tambang dalam negeri yang diantaranya membawahi BUMN Aneka Tambang, Bukit Asam, Inalum, PT Timah, termasuk salah satunya adalah PT Freeport Indonesia, yang mengolah tambang tembaga terbesar di dunia. Ada 4 anggota Holding utama dan 62 perusahaan lain di bawahnya.
Mind Id digagas untuk memecahkan beragam proses pra pasca tambang, agar hasil tambang 100 % dapat dinikmati oleh negeri yang dijadikan dialog pembicaraan oleh Timeaus and Critias ribuan tahun yang lalu.
"Itulah negeri Atlantis yang paling akhir.."pesan Plato pada cucu muridnya Iskandar Zulkarnain, yang bangkit menyusuri dan menaklukkan seribu negeri untuk sampai di Nusantara, dan menemukan kawasan Atlantis paling akhir itu.
"Ada banyak perabadan Atlantis,"kata Plato, "akan tetapi yang aku bicarakan adalah yang di sini. Di sinilah letak negeri Atlantis paling akhir itu, yang hilang lebih dari 60 ribu tahun yang lalu."
Catatan-catatan PLato yang diajarkan ke Aristoteles itu turun ke Iskandar Sang Pengembara Agung Zulkarnain, yang hanya dalam waktu 10 tahun pengembaraan besarnya menemukan negeri berlimpah sumber daya alam yang telah tenggelam itu.
Ribuan tahun kemudian pesan Plato dan Penemuan Iskandar Zulkarnain itu disambung oleh pesan seorang ulama bercahaya tak dikenal di lorong sederhana kota Bandung, Pasar Kiaracondong.
Di pertengahan tahun, 30 tahun yang lalu, ulama sepuh itu berpesan dengan pesan penting.
"Negeri ini akan kembali dimerdekakan oleh 1000 orang Soekarno baru. Proklamasi kemerdekaan oleh 1000 Soekarno baru." kata ulama sepuh tak dikenal itu.
Hari ini upaya meraih kemerdekaan dalam pengelolaan hasil tambang itu diperjuangkan habis-habisan.
Seluruh hasil tambang harus dihilirisasi, tak lagi ada hasil tambang setengah jadi yang boleh dijual ke pasar global. Amanah yang digaungkan sejak awal Reformasi itu diperjuangkan habis-habisan di dalam negeri dan di kancah internasional.
Tidak main-main, karena lawan Indonesia adalah negara-negara maju, Uni Eropa yang menggunakan organisasi global WTO (World Trade Organization). Kelompok negeri yang terakhir ini beberapa anggotanya dulu pernah menjajah beberapa bagian Nusantara, kurang dari 1 abad yang lalu. Mereka meradang, bangkit menyerang dan tak rela negeri bekas jajahannya menjadi negara maju seperti mereka juga. Upaya menghambat dan menjegal perjuangan hilirisasi untuk Kemerdekaan pengelolaan tambang, dihambat sekuat tenaga, dengan berbagai cara, tipu muslihat, dan strategi kotor, katanya as bussiness as usual, sambil selalu mengelak dituduh berbuat curang.
Laporan laba Holding MInd Id oleh Hendi Prio Santoso, Dirut Mind Id, menyatakan bahwa tahun lalu berhasil dijual 37,46 juta ton hasil tambang campuran batu bara, bijih bauksit, emas, dan bijih nikel ke pasar global.
Penjualan mineral tambang 37,5 juta ton per tahun adalah jumlah yang sangat banyak. Jika dilakukan perhitungan kasar sederhana dalam 10 tahun saja angka nya akan berlipat menjadi 375 juta ton, hasil tambang campuran itu yang dihitung kasar, berhasil dijual ke pasar global.
Hampir 130 Trilyun rupiah pendapatan yang berhasil dikumpulkan oleh Mind Id tahun lalu. Atau jika dihitung rata-rata kasar sederhana, pendapatan selama 10 tahun akan tembus di angka 1300 Trilyun rupiah. Sementara asset mencapai angka hampir 230 Trilyun atau 2300 trilyun jika dilakukan proyeksi sederhana per 10 tahunan. Pekerjaan atau bisnis apa yang bisa meraup angka pendapatan 1300 Trilyun rupiah dan aset 2300 Trilyun rupiah ?
Akan tetapi angka pendapatan tambang di bawah Holding Mnd Id ini masih menyisakan lobang pekerjaan rumah yang sangat besar. Proses hilirisasi atau pengolahan produk jadi dari hasil tambang, belum sepenuhnya berhasil dilakukan.
Sebagai contoh, menurut data Kementerian Perindustrian, proses hilirisasi atau pengolahan paripurna bijih nikel, sebagai produk jadi, bisa memberikan nilai tambah 300-400 kali lipat dibandingkan produk nikel yang dijual saat ini. Luar biasa !!!
Dapat dibayangkan jika angka 300-400 kali lipat ini kemudian disandingkan dengan angka pendapatan 1300 Trilyun rupiah dan aset 2300 Trilyun rupiah Mind Id selama 10 tahun, Angka-angka tersebut tiba-tiba berubah menjadi pendapatan sebesar 520.000 Trilyun dan aset 920.000 Trilyun rupiah !!!
Bandingkan ini dengan seluruh pendapatan negara Republik per tahun, yang hanya mencapai 3000 trilyun per tahun. Angka 3000 trilyun rupiah hanya menjadi angka yang remeh temeh dibandingkan angka angka di atas.
Artinya jika memakai perhitungan yang dipakai oleh Kementerian Perindustrian, maka pendapatan negara akan menjadi berlipat lebih dari 30 ribu persen. 30.000 %. Seberapa besar 30000 persen itu ?
Atau jika dibandingkan, maka jumlahya akan melampaui PDB Amerika Serikat. Pada tahun ini Amerika Serikat merupakan negara dengan PDB terbesar di dunia dengan nilai mencapai kisaran sekitar 500 ribu trilyun.
Pengolahan dengan tepat bahan tambang di bawah holding MInd Id saja mampu membawa pendapatan negara mengalahkan PDB dari negara terkuat Amerika Serikat. Bahkan jika PDB Amerika Serikat dan China dijadikan satu menjadi 850 ribu trilyun rupiah, masih kalah jauh dari nilai 920 ribu trilyun rupiah, angka prediksi dan perhitungan aset Mind Id.
Saat ini, bedasarkan data dari Kementerian Perindustrian untuk lima komoditas tambang : bijih tembaga, bijih besi dan pasir besi, bijih nikel, bauksit, serta logam rare earth terdapat 27 smelter dalam negeri yang telah beroperasi, meliputi smelter pyrometallurgy dan hydrometallurgy nikel. Sebanyak 32 smelter lain dalam tahap konstruksi, dan 6 smelter lain masih dalam tahap feasibility study.
Memang masih membutuhkan pembangunan dan pengoperasian puluhan bahkan ratusan smelter lainnya untuk mencapai mimpi 920 ribu trilyun MInd Id.
Bukan itu saja, melawan kembali gerombolan musuh lama penjajah, Uni Eropa di WTO, bukanlah sebuah pekerjaan yang sederhana.
Serangan kejam dan keji seperti yang pernah dilakukan Sekutu di Surabaya 10 November 1945, 78 tahun yang lalu, bukan tidak mungkin akan dilakukan lagi. Bombardir gila gilaan dari udara, laut, dan serangan pasukan darat membunuh puluhan ribu arek Surabaya yang hanya bersenjatakan bambu pemukul yang runcing, keris, tombak, panah, tak sebanding dengan mesin pembunuh Perang Dunia II yang dahsyat.
Kebrutalan yang sama pasti akan dilakukan oleh gerombolan negara penjajah yang sekarang telah bersatu dalam organisasi Uni Eropa. Dengan cara yang berbeda akan tetapi dengan dampak yang tak kalah dahsyat. Kemiskinan, kerusakan tatanan sosial, kesengsaraan, karena tipu muslihat kurang akhlak kata para netizen.
Uni Eropa, yang bahkan semboyan organisasinya menjiplak semboyan Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. European Union dalam Unity in Diversity katanya.
Tanpa memahami bahwa di dalam Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya ada Unity In Diversity semata, akan tetapi ada deretan kata rahasia bertuah tan hana dharma mangrwa, yang bahkan tidak tertulis kasat mata. Deretan kata rahasia yang bahkan belum mampu difahami oleh organisasi global yang suka umbar kesombongan, petentengan, dan semena-mena pada negara under development seperti Indonesia.
Akan tetapi suratan langit tidak bisa ditolak. Mereka Uni Eropa seperti lupa pada sejarah, bahkan Iskandar Zulkarnain dan Plato yang nota bene adalah juga orang Eropa masa lalu, juga sudah mengingatkan 2500 tahun yang lalu, tentang kawasan berlimpah sumber daya alam itu.
Jika saat itu telah datang, tak lama lagi, maka saat proklamasi kemerdekaan (kedua) dunia tambang (?) itu akan terjadi, dan akan kembali membuat dunia tercengang, seperti saat Proklamasi (pertama) 1945.
Saat yang tidak bisa ditolak, tak bisa dihentikan, dan pasti akan datang, saat proklamasi kemerdekaan (2) Nusantara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan dunia tambang Indonesia ? Apakah dari Holding Tambang Mind Id ?
*Penulis adalah Jurnalis dan Ketua Forum Komunikasi Minyak Dan Gas Blora Bojonegoro
Baca juga :
Ulasan Dan Opini : Ideologi Komunis, Bukan Bekas Anggota PKI
Catatan Redaksi : Bojonegoro Review
Usulan Larangan Poligami Gaya PSI, Bertentangan Dengan Pancasila
Mencari Kebenaran Sejati Di Pemilu 2019
Esai Tentang Akar Kemiskinan Dan Kesengsaraan
Penerapan Konsep DUDI Dalam LKP Bimbingan Belajar
Salah Kaprah Dan Penyesatan Pendidikan Tinggi Indonesia, Kualitas Pendidikan Tinggi Dinilai Dari Tinggi Gedung Dan Jumlah Mahasiswa
BUMI MANUSIA : Tetralogi Kiri (Baca : KOMUNIS) Yang Memenangkan Pertempuran Melawan Waktu ?
Koneksitas Transportasi Membuka Pasar Garam Krangkeng Ke Bandung
Gagal Berantas Korupsi, KPK Memang Layak Dibubarkan
Ketika Tanah "Bengkok" Di bengkak-bengkokkan

.jpeg)