MENEMUKAN MISSING LINK MANUSIA

MENEMUKAN MISSING LINK MANUSIA

 



Di mana kah letak missing link kehadiran manusia pertama di dunia ?. Sebuah pertanyaan yang sangat sulit dijawab selama puluhan ratusan bahkan ribuan tahun. Uji DNA paling mutakhir pun tak mampu menemukan jembatan penghubung antara penemuan aneh fosil fosil pra manusia, manusia Peking, Neanderthal, Pithecantropus, Javaman dengan kita.


(Lihat penemuan terbaru ada material luar bumi yang membentuk DNA manusia)


Eugene Dubois berhasil menemukan fosil manusia Homo Erectus yang pada masanya terkenal menjadi fosil pra manusia yang tertua di dunia. Homo Dubois ini dikenal dengan sebutan yang sangat terkenal pada masanya, Java man (Belakangan para ahli yang tak mau lagi kenal Pulau Jawa lebih suka menyebut Javaman dengan nama latinnya, Homo Erectus dari Asia Tenggara)


Penemuan Homo Erectus E Dubois ini berjarak hanya 20 tahun setelah tulisan ilmiah On Origin Of Species diakui di lingkup Royal Society (London). 


Pada tahun 1859 On The Origin Of Species ditulis oleh Darwin. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1870 semua ilmuan Eropa tampak setuju-setuju saja pada teori Darwin yang menyatakan bahwa Evolusi memang benar benar telah terjadi. Tak banyak ilmuan yang menentang klaim Darwin yang aneh dan lucu, jika dilihat dari penelitian esensi di bawah penampilan fisik yang ada pada masa sekarang. Banyak contoh betapa lucunya ide Darwin, dibandingkan kemajuan pengetahuan saat ini. Babi adalah kerabat terdekat dari manusia dan bukan kera, berdasarkan penelitian rantai DNA yang dimiliki oleh manusia dan babi. Karena itu wajar jika kemudian konsumsi babi dilarang oleh beberapa budaya dan bahkan agama. Kemiripan rantai DNA Babi dan Manusia, akan mengundang bencana serius jika ada proses saling memakan. Memakan babi sama seperti memakan daging manusia sendiri. Memakan babi adalah seperti kanibalisme yang dilakukan oleh manusia kepada saudaranya sendiri.







Kedekatan DNA manusia dan babi tidak dapat diterangkan oleh karya science Darwin On Origin Of Species, yang mungkin lebih mengedepankan majinasi dibandingkan realitas ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Akan tetapi anehnya sampai hari ini masih banyak juga ilmuan yang tidak memahami bagaimana peta DNA yang ditemukan lengkap pada satu dekade terakhir telah meruntuhkan science imajinatif Darwin yang sangat terkenal itu.


E Dubois pada tahun 1893 berhasil menemukan Homo Erectus yang mengejutkan itu di Pulau Jawa. Penemuan E Dubois kemudian menjadi salah satu bukti yang dijadikan penopang utama Origin Of Species Darwin.Paling tidak begitulah alur pikir para pendukung Teori Darwin pada masa itu.


Seluruh Eropa terkejut pada penemuan fosil Javaman E Dubois. Dan kemudian sebagian besar komunitas ilmuan tersebut menganggap manusia 1,6 juta tahun yang lalu itulah nenek moyang terdekat manusia. 


Manusia pertama kali pasti turun di Pulau Jawa, karena tidak ada fossil pra manusia setua fossil Javaman. Berbagai teori kemudian berkembang liar di Eropa menyusul penemuan E Dubois. 


Dan sejak tahun 1900 awal, awal abad ke 20, Pulau Jawa pun menjadi perhatian dunia, setelah logika komunitas ilmuan Eropa terperangah oleh penemuan besar E Dubois.


Alien atau bahkan Extra Terrestrial yang terdampar di Bumi terbukti ada di Pulau Jawa, begitu gambaran imajinatif dalam benak para ilmuan. Dan sejak saat itu Pulau Jawa menjadi sangat sakral di seluruh dunia. Javaman pun menjadi pusat baru hipotesis asal usul manusia dunia.


Pada tahun 1927 China mencoba memperkenalkan Peking Man untuk menyaingi Java Man. Akan tetapi fosil Peking itu konon hilang dan tak pernah ditemukan lagi, selama lamanya (paling tidak sampai tulisan ini dibuat). 


China sentris pasti tidak suka dengan konsep Javaman. Membuat sentralisasu peradaban di Pulau Jawa, adalah seperti sebuah penghinaan untuk yang kesekian kali oleh orang pulau ini, sejak masa Kertanegara di Malang Singosari (belum ada yang memberi nama Kota Malang di lokasi itu, saat itu), masa Dinasti Yuan.


Dendam lama Ku Balai Khan, cucu Gengis Khan, bersemi kembali. Sepanjang sejarah, China tak pernah mau kalah dengan negeri manapun yang lain. Selalu ingin memang sendiri.


Bahkan fosil Peking Man yang ada sekarang, yang sekarang hanya tinggal replika, karena fossil aslinya tidak pernah ditemukan, tak pernah ada yang menanyakan kemungkinannya sebagai karya palsu dari ilmuan China yang terobsesi Javaman.


Sudah menjadi kebiasaan memalsukan data, di kalangan para arkeolog hanya untuk memperkuat teorinya. Lihatlah serentetan data palsu yang diangkat oleh ilmuan Eropa yang terobsesi ingin beken, juga arkeolog Jepang yang memalsukan data data arkeologis yang sempat mengejutkan dunia.


Dan anehnya meski tak ada bukti apapun soal fossil nya,  Peking Man dianggap menjadi sebuah bukti sejarah untuk menunjukkan missing link. 


Bahkan sebuah bukti imajinatif pun bisa diterima sebagai bagian dari missing link. 


Sebut saja begitu (imajinatif) karena memang tak pernah ditemukan fossilnya sampai saat ini, selain hanya cerita dan catatan tentang fossil yang bisa dibuat dengan niat apapun dan tujuan apapun.


Seperti kisah Imajinatif, Perang Bubat yang dibuat oleh Dr. C. Bregg dari Belanda. Seorang Doktor yang berbohong tentang perang imajinatif yang dibuat untuk tujuan penghancuran persatuan Jawa Sunda yang gagal diciptakan pada masa Perang Diponegoro. Perang Diponegoro adalah sebuah Perang yang hampir saja sukses menghancurkan VOC. Jika Sunda bisa dipersatukan oleh Diponegoro untuk berperang menyerang VOC, VOC dipastikan akan hancur di Pulau Jawa.


Atau Dr. Snoch Horgronye yang berpura-pura masuk Islam, belajar Agama Islam di Mekah, lalu kembali ke Aceh membuat ribuan hadits palsu, dengan tujuan utama menaklukkan Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. 


Siapa bilang ilmuan tidak bisa ber imajinasi dan bahkan berbohong untuk tujuan tertentu. Dua ilmuan besar Belanda anthropolog besar, C, Berg dan Dr, Snoch Horgronye adalah para pembohong Hadits Palsu untuk Teuku Umar dan Cut Nyak Dien, dan Perang Bubat Untuk menahan Diponegoro.


Setelah hingar bingar Peking Man, tiba-tiba pada tahun 1975 ditemukan fossil Homo Erectus yang berusia 1,9 juta tahun di Afrika, atau menurut penelitian yang lain berusia antara 1,9 juta tahun sampai 1,4 juta tahun yang lalu.


Fossil ini dibilang lebih muda atau lebih tua dari Fossil Javaman Dubois di Sangiran yang berusia 1,6 juta tahun.


Muncullah teori ekspedisi keluar Afrika, yangmencoba menghapuskan dominasi Java man sebagai asal manusia pertama di dunia. 


Dalam teori itu manusia pertama turun di Afrika dan bermigrasi ke seluruh dunia termasuk ke Pulau Jawa. Akan tetapi fossil yang ditemukan di Afrika tidak jauh lebih tua dari Fossil Java man. 


Karena meskipun Fossil Trinil Sangiran berusia 1,6 juta tahun, akan tetapi ada fossil Homo Mojokertensis yang berusia lebih tua, 1,8 juta tahun yang lalu.


Dan penemuan di Afrika ragu-ragu menyebut angka 1,4 juta tahun karena merasa Javaman jauh lebih tua. 


Jika tidak ragu-ragu, maka tidak akan ada rentang jangka waktu yang diberikan sebagai catatan tambahan pada fossil yang ditemukan tersebut. 


Jangka waktu antara 1,9 juta tahun lalu sampai 1,4 juta tahun yang lalu adalah sebuah titik awal adanya keraguan dalam penemuan tersebut. 


Para penemunya sendiri tidak memiliki keteguhan keyakinan, sebagaimana keyakinan E. Dubois dan rentetan penemuan berikutnya.


Akan tetapi para Ahli yang tidak suka pada konsep Java centris, tetap berusaha memaksanakan Afrika sebagai tempat turun pertama manusia, karena indikasi penelitian Bibliologi yang mengarahkan lokasi itu ke Afrika. 


Para ahli tafsir Bible percaya bahwa Afrika adalah lokasi turunnya manusia kera nenek moyang manusia. 


Mungkin Adam adalah sejenis makhluk manusia kera yang menandai missing link yang terjadi. Dan dalam kasus Afrika ini telah akan terjadi kisah Galileo yang kedua.


Saat teori Heliosentris sentris dituduh sebagai teori yang salah menurut tafsir Biblical yang lebih suka merujuk pada Teori Geosentris. 


Galileo baru diampuni oleh gereja pada tahun 1992, setelah Gereja menghukum  Galileo karena mengajarkan Helioosentric Nicolas Copernicus pada tahun 1822. 


Butuh waktu lebih dari 150 tahun untuk mengampuni Galileo. Dan pengampunan itu diberikan setelah Nasa berhasil meluncurkan Wahana Ruang Angkasa Galileo Galilei menyusuri planet-planet diTata surya Matahari. 


Saat ini pesawat pesan umat manusia itu bahkan telah melintasi sabuk terluar Tata surya Matahari menuju ketidak-terbatasan langit, menuju langit yang memiliki ke tak hinggaan keluasan.


Homo Bumiayu, Banyumas, adalah penemuan terbaru setahun yang lalu (2019) yang mencatat angka usia yang sama dengan Homo Mojokertensis. Homo Bumiayu mencatat angka usia 1,8 juta tahun yang lalu, sama atau sedikit lebih tua dari Homo Trinil, Sangiran, Homo Soloesnsis.


Sebelumnya pada tahun 1991 ditemukan  juga fossil dengan usia 1.6 juta tahun yang lalu di Georgia, sama setua usia Javaman di Sangiran. 


Tapi Fossil Homo Erectus Mojokertensis yang ditemukan berusia jauh lebih tua, 1,8 juta tahun yang lalu. Dan terakhir 2019 yang lalu Homo Bumiayu ditemukan berusia sama dengan Homo Mojokertensis. Javaman kembali menunjuk Pulau Jawa sebagai lokasi turunnya manusia homo erectus pertama di muka Bumi. 


Thesis tentang lokasi penemuan fosil Georgia sebagai bukti adanya penyebaran manusia dari Afrika, kembali tumbang dengan angka 1,8 juta tahun yang baru di Bumiayu.


Akan tetapi China dengan sangat tidak tahu malu membuat penanggalan mundur di angka usia 2,1 juta tahun yang lalu. Meskipun tidak ada fossil yang ditemukan di China akan tetapi berbagai alat-alat gerabah dari Batu yang diuji radio aktif menunjukkan angka waktu di 2,1 juta tahun yang lalu, mengalahkan angka 1,9 juta tahun yang dibuat ragu-ragu di Afrika.


Perebutan tempat pertama asal usul manusia di dunia ini selalu menjadi perdebatan dan adu unggul di antara Afrika, Jawa, Eropa, dan China.


Belakangan sekelompok ahli menyebut kawasan Balkan sebagai asal usul manusia pertama. Para ahli yang ingin mengklaim lokasi penelitiannya sebagai lokasi asal usul manusia bahkan menggunakan uji karbon pada sedimen dari fossil yang mereka temukan. Dan angka 7 juta tahun yang mereka dapatkan mengalahkan China, Afrika, apalagi Java man. Akal akalan imajinatif baru para arkeolog menggunakan uji sedimen dibandingkan dengan uji karbon pada fossil.


Akan tetapi karya Dubois masih sulit digeser. Javaman selalu dimenangkan dalam diskusi, meskipun namanya diubah menjadi fosil dari Asia Tenggara. Selalu ada alasan untuk memenangkan Javaman. Meskipun China paling berhasil mengelola gua-gua tempat tinggal yang jauh lebih tua, akan tetapi tetap saja tanpa disertai penemuan fossil. Akan tetapi gerabah batu yang ditemukan di dalamnya sukses menjadi tempat Wisata yang jauh lebih populer dari Javaman dan Afrika. Bahkan imajinasi bisa mengalahkan realitas logika. Apalagi imajinatif yang kemudian dibantu oleh teknologi kembangan CAD Computer Aided Design yang sekarang semakin sering digunakan.


Bahkan komputer pun bisa diajak tersesat bersama dengan ide imajinatif tentang Origin Of Species Darwin. Asalkan ada penjelasan logis, maka komputer akan menyajikan data apapun meskipun data data yang diolah adalah data data dalam kerangka imajinatif. Padahal dalam proses pemetaan DNA, sebuah pendekatan Origin Of Species terbaru, terbukti DNA Babi jauh lebih berkerabat dengan manusia dibandingkan DNA Gorilla atau Kera yang selalu dianggap para ahli imajinatif sebagai kerabat dekat manusia. Ada banyak juga ilmuan imajinatif yang masih ngotot juga menyamakan primata gorilla kera.dengan manusia dan bukan Babi. Padahal 98 % kesamaan DNA yang disebut sebut ada antara manusia dan primata itu ternyata terjadi di proses nukleotida sequence saja, bukan DNA yang menjadi penanda kode genetis. Secara medis ternyata material tubuh Babi telah banyak digunakan dalam proses transplantasi dan berbagai pengobatan di tubuh manusia dan bukan organ milik simpanse, gorilla, kera atau jenis primata yang sama.



Manusia dan kera atau primata berbeda, dan tidak ada hubungan kekerabatan seperti ilusi para pendukung teori evolusi yang telah dipatahkan telak oleh teknologi berbasis genetika dan juga kedokteran praktis (EUGENE M. MCCARTHY, PHD)


Babi adalah kerabat dekat Homo Sapiens dan bukan Gorilla atau Kera. Seharusnya proses pencarian asal usul manusia lebih diarahkan ke Babi dibandingkan ke species kera atau gorilla yang punya kemampuan berjalan tegak.


Struktur Kulit Manusia sama dengan Babi dan Sama sekali Berbeda dengan Primata Yang Dianggap Kerabat Dekat Manusia. Kenapa kerabat manusia bukan babi saja ? Malah menunjuk pada Primata ? Seperti yang puluhan tahun dipercaya oleh pengikut sesat kredo Evolusi Darwinisme. Genetika berhasil membongkar kredo evolusi darwinisme yang salah, yang masih dipakai oleh para pencari asal usul manusia, para pendukung kredo primata sebagai kerabat dekat dan nenek moyang manusia




Tapi realitas genetika dan kedokteran tidak mampu mengubah science imajinatif atau bahkan pseudo sciense para pendukung evolusi Darwin yang sederhana bukan secara filosofis. Karena genetika dan kedolteran modern secara filosofis juga masih terjebak pada prinsip prinsip Origin Of Species.


Akan tetapi meski ngotot, tetap saja yang dicari dalam missing link masih belum bisa ditemukan. Baik realitas logis ataupun imajinasi yang dibuat, untuk mendukung proses pencarian missing link masih belum mampu menemukan di manakah letak missing link sebenarnya. 


Dan janganlah lupa bahwa pertikaian ini belum diperluas misalnya ke arah Meganthopus Palaeo Javanensis dan berbagai spesies lain yang juga menjadi pembawa pesan missing link ala Darwin yang lain, yang jumlah spesiesnya bukan hanya satu. Dan yang bahkan peta missing link nya akan jauh membuat pusing para perangkai sejarah turunnya manusia ke Bumi. (Vijay)


Baca Juga 

A Dose Of Virtual Prozac

Dukun Sakti Ponari Pun Kuliah Apoteker Di Universitas Anwar Medika

Menemukan MISSING LINK Manusia 

Selamat Menempuh Kembali Perjalanan Di Alam Yang Baru

 

Lihat

1. Perkakas Batu 3 Juta Tahun Yang Lalu

2. Temukan Nenek Moyang Manusia Dari. Balkan Bukan Lagi Dari Afrika

3. Pembunuhan Pertama 430 ribu Tahun Yang Lalu ?

4. India Hapus Teori Evolusi Di Sekolah

5. "Manusia "  Ber DNA Baru




Lihat

1. Perkakas Batu 3 Juta Tahun Yang Lalu

2. Temukan Nenek Moyang Manusia Dari. Balkan Bukan Lagi Dari Afrika

3. Pembunuhan Pertama 430 ribu Tahun Yang Lalu ?

4. India Hapus Teori Evolusi Di Sekolah

5. "Manusia "  Ber DNA Baru


Lihat Juga


 

 

Lihat Tajuk Rencana Dan Opini Lebih Lanjut :

Editorial Informatika News Line






Lebih baru Lebih lama