Surabaya, 14/12/2020
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, melantik Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Jawa Timur masa bakti 2020-2025 (14/12/2020)
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, melantik Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Jawa Timur masa bakti 2020-2025 (14/12/2020)
Ketua Umum PMI Jatim yang dilantik ini dikomandani H Imam Utomo S, dan ketua Dewan Kehormatan, Emil Eliastanto Dardak. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi.
Jusuf Kalla mengatakan PMI merupakan salah satu organisasi tertua di Indonesia yang memiliki tugas kemanusiaan yang kuat di dunia, yang berkomitmen bergerak di bidang kemanusiaan dan kegiatan sosial. Peran PMI sangat penting, saat ini PMI menjadi bagian dari garda terdepan pada penanganan pandemi Covid-19.
Jusuf Kalla meminta anggota PMI mampu mendedikasikan pengabdiannya untuk masyarakat tanpa mengenal pamrih dan membedakan status karena tugas pokok PMI adalah bekerja saat manusia dan alam mengalami kesulitan.
“PMI adalah solusi bagi kesulitan masyarakat, dimana mereka memiliki peran untuk membantu kesulitan baik yang ditimbulkan karena bencana alam ataupun manusianya itu sendiri, karena kita harus bekerjasama dengan solid baik antar pusat dan juga daerah termasuk hal-hal yang terjadi didalam negeri maupun luar adalah tugas bersama,” ujar Jusuf Kalla.
Ditambahkannya, di tengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah, PMI dengan tugas terus berupaya melaksanakan fungsinya, yakni melakukan donor darah bagi warga yang sukarela membantu sesamanya.
Di tengah kasus Covid-19 di Indonesia yang saat ini telah tembus 600 ribu jiwa JK mengajak semua pihak untuk saling membantu dan bekerja bersama-sama.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kinerja dan gerak cepat PMI Jatim dalam melakukan tugas-tugas kemanusiaan setiap terjadi bencana. PMI telah membuat SOP bagi PMI kab/kota tempat bencana, paling lambat enam jam setelah terjadi bencana relawan PMI sudah sampai lokasi bencana
Khofifah mengingatkan bahwa pada musim hujan salah satu yang harus diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, angin puting beliung).
Khofifah mengajak PMI memperkuat sinergi bersama-sama Pemprov Jatim dengan membuat Rencana Kontijensi untuk meminimalikan terjadinya korban dan risiko atau zero kematian.
“Warning bencana hidrometeorologi ini sampai Bulan Februari 2021 seluruh daerah di Indonesia harus siaga untuk bisa melakukan mitigasi, antisipasi dan penanganan. Oleh karena itu, kami harap PMI Jatim bersama tim Pemprov tidak hanya BPBD tapi juga dinas terkait seperti Dishub, PU Cipta Karya, PU Sumber Daya Air , PU Bina Marga dan Dinas Sosial kami minta bersama-sama menyusun Rencana Kontijensi sehingga jelas siapa berbuat apa, pembagian tugasnya serta bagaimana yang harus dilakukan masyarakat. Mengingat yang harus kita tangani cukup luas,” kata Khofifah.
Khofifah juga berharap, dengan memperkuat sinergi antara PMI dan Pemprov Jatim ini maka kejadian-kejadian baik bencana alam maupun kemanusiaan di Jatim dapat tertangani dengan baik.
Terutama dalam memberikan kecepatan layanan ini menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat.
Ketua Umum PMI Jatim H Imam Utomo S, kami mengucapkan banyak terima kasih dalam pelantikan ini kami senang dan bangga dalam pelantikan di hadiri oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai pelindung PMI Jatim.
Ketua PMI Provinsi Jatim Masa Bakti 2020 - 2025, H Imam Utomo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga dapat kembali memimpin PMI Provinsi Jawa Timur.
Ketua Umum PMI Jatim H Imam Utomo S, kami mengucapkan banyak terima kasih dalam pelantikan ini kami senang dan bangga dalam pelantikan di hadiri oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai pelindung PMI Jatim.
Ketua PMI Provinsi Jatim Masa Bakti 2020 - 2025, H Imam Utomo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga dapat kembali memimpin PMI Provinsi Jawa Timur.
“Kami seluruh pengurus dan Dewan Kehormatan adalah relawan yang siap mengabdikan diri sesuai AD/ART PMI. Dengan dukungan PMI kabupaten/kota serta arahan Ketua Umum PMI dan Gubernur Jatim sebagai pelindung, kami siap melaksanakan tugas dengan baik dalam penanggulangan bencana, penyiapan kebutuhan darah dan tugas-tugas kemanusiaan yang lain,” katanya.
Kelima perwakilan pendonor tersebut yakni M Soleh Herjanggi dari Perwakilan Jejaring Kabupaten Sidoarjo, Bambang Sutrisno dari Perwakilan Jejaring Kota Malang, Erfan Febriantoro dari Perwakilan Jejaring Kabupaten Jember, Melvita Setyawati dari Perwakilan Jejaring Kota Madiun, serta Himawan Estu Bagiyo dari Perwakilan Jejaring Kota Surabaya.
Secara keseluruhan, tahun ini ada 449 orang pendonor darah sukarela 75 kali dari Jatim. Di mana daerah penyumbang terbanyak yakni Surabaya 200 orang, Kabupaten Malang 39 orang, dan Kabupaten Sidoarjo 24 orang.(VIJ)
.jpeg)