Bandung, Polkrim On Line (14/03/2022)
Seorang siswa SD melontarkan pertanyaan kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani.
" Apakah tugas utama ibu sebagai seorang Ketua DPR? " tanya anak SD itu.
Setelah berpikir sejenak, Puan pun menjawab, " Tugas Ibu banyak, Nak, tetapi yang utama adalah menyerap aspirasi rakyat dan membantu mencarikan solusi.”
“Ibu, jadi Ketua DPR itu capek nggak?” tanya anak yang lain menyusul pertanyaan pertama.
Deretan pertanyaan anak-anak SD ini dicatat oleh Puan dalam deretan Twit nya.
Puan menyayangkan waktu yang tidak cukup untuk berdialog lebih lama, karena adanya deretan jadwal acara lain yang harus dikunjungi.
" Saya berpikir sejenak sambil memandangi wajah polos dengan binar mata jenaka yang sedang menanti jawaban saya.Sebenarnya, saya ingin sekali menjelaskannya panjang lebar, tetapi saya rasa waktu saya tidak cukup untuk menceritakan karena harus mengunjungi acara lain." begitu tulis Puan.
Dialog yang bagus dengan generasi baru Indonesia yang masih duduk di SD ini terganggu oleh deretan jadwal yang menunggu Ketua DPR RI. Hal seperti ini seharusnya dapat diantisipasi oleh pihak protokol pengatur acara Ketua DPR RI.
Dialog terbuka dan waktu yang cukup berbicara dengan generasi baru bangsa adalah sebuah momentum yang sangat penting bagi generasi baru bangsa itu. Tidak mengapa acara lain mundur jadwalnya untuk memberi waktu "curhat" waktu bicara bagi generasi muda bangsa (Syarif)