Presiden Iran Ibrahim Raisi : Ukraina Adalah Korban Kebijakan Jahat Amerika


 

Bandung, Polkim On Line, IRNA (07/03/2022)

Presiden Iran Ebrahim Raisi pada hari Sabtu (05/03/2022) yang lalu mengatakan bahwa warga Ukraina telah menjadi korban kebijakan jahat AS. Kebijakan ganda yang dilakukan oleh Amerika telah menimbulkan korban sipil di Ukraina yang jumlahnya terus naik. 

Presiden Raisi seperti yang diberitakan oleh IRNA menggambarkan rakyat Ukraina saat ini seperti rakyat Afghanistan, Yaman, dan Irak. Menjadi korban kebijakan jahat Amerika Serikat. Presiden Raisi sendiri menekankan bahwa Republik Islam Iran sangat menentang perang.

"Perang harus diakhiri dengan cepat, karena ketika perang berakhir lebih cepat, akan memberikan keuntungan bagi semua negara, mengurangi bahaya, kerugian, dan masalah yang berat untuk masyarakat luas," kata Ebrahim.
 

Dalam kesempatan yang sama Presiden Raisi juga menyampaikan perkembangan terakhir dalam negosiasi pencabutan sanksi Iran di Wina. Presiden Raisi menyoroti bahwa Kementerian Luar Negeri dan tim perunding sedang mengejar negosiasi pencabutan sanksi dengan serius. Akan tetapi pemerintah tidak akan terikat dengan hasil dan rencana apa pun terkait dengan dengan negosiasi pencabutan sanksi dan JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) tersebut. 

JPOA adalah sebuah perjanjian mengenai program nuklir Iran yang disepakati di kota Wina pada 14 Juli 2015 oleh Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman, dan Uni Eropa (atau dikenal dengan P5+1). Pencabutan sanksi ini dilakukan untuk Iran kembali, setelah pencabutan sanksi pertama pada tahun 2015 yang lalu (vijay) 


Baca Juga 

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, Gugur Dalam Kecelakaan Helikopter



Lihat Juga : 

TEHRAN CORNER

Lihat Juga Polkrim News Up Date



Rubrik Polkrim
 

 

 


Lebih baru Lebih lama