Bandung, Polkrim On Line
Penetrasi sosial media dan keterbukaan bagi jurnalis membuka fakta lain dari peperangan. Ada kecantikan yang tidak takut dengan segala dampak kejam peperangan. Ada persahabatan bahkan dalam peperangan, Ada ungkapan rasa kasih sayang dan cinta. Berpadu menjadi satu dalam mempertahankan prinsip yang dibawa dalam peperangan.
Presiden Putin mengangkat genosida warga Rusia yang mengalami ancaman pembunuhan massal di Ukraina. Sementara itu Presiden Zelensky menuduh Putin melebih-lebihkan isu genosida menjadi invasi. Perang pencitraan juga terjadi di balik terbunuhnya ribuan orang, tentara dan juga warga sipil, anak-anak, orang tua, dan juga wanita. Perang pencitraan terlihat sangat efektif membawa simpati pada negara yang terlihat lebih lemah dalam peperangan.
Seperti yang terjadi dalam perang Teluk, saat Irak diserbu oleh Tentara Koalisi pimpinan Amerika Serikat di dekade 1990 an. Presiden Saddam Husein memainkan strategi pencitraan yang membuat simpati pendukung Irak. Akan tetapi kecepatan alat perang membungkam dan menghancurkan pilar negeri, membuat strategi pencitraan yang dilakukan tidak efektif.
Wajah Wajah Cantik Perang Ukraina
Kamera peperangan juga menangkap wajah-wajah cantik yang berseliweran tak kenal takut diantara desingan peluru dan tembakan roket, peluru kendali Rusia.Wajah tentara wanita Ukraina menyebar di tengah-tengah informasi korban akibat perang.
Dampak Mobilisasi Umum Untuk Wanita Lanjut Usia
Pers mencatat sejumlah wanita dan juga wanita lanjut usia ikut membekali diri dengan senjata dan keberanian untuk ikut serta melawan Pasukan Rusia. Jurnalis juga mencatat bahwa mobilisasi umum ini bahkan membuat seorang wanita sipil Ukraina menghancurkan tank Rusia dengan smoothie Ukraina, sebutan untuk bom molotof buatan sendiri.
Jurnais wanita Gulsum Khalilofa adalah salah satu jurnalis wanita yang berani memberikan karya jurnalisnya di tengah-tengah peperangan.
Simpati dan Seruan Penghentian Perang dari Tulsi Gabbard, politisi cantik Amerika Serikat
Anomali Peperangan
Sejumlah tentara Rusia menolak meneruskan peperangan. Mereka menolak membunuh orang-orang Ukraina. Tak jarang orang-orang Ukraina adalah saudara mereka sendiri, orang-orang terkasih dan yang disayangi, Anomali ini dipotret oleh media di tengah peperangan. Sama seperti yang diucapkan oleh Tulsi Gabbard.
Sebanyak 5000 tentara menolak meneruskan peperangan
Lihat Juga Polkrim News Up Date
Lihat Juga Konflik Rusia Ukraina:
Rusia Kekurangan 660 Ribu Tenaga Kerja