Rusia Menyatakan Bahwa BBC Bersikap Tendensius, Tidak Seperti Jurnalis, Akan tetapi Membawa Agenda Aksi Seperti Politik Terselubung Yang Telah Direncanakan
Jakarta, 21 Desember 2018
Regulator media Rusia mengemukakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terhadap akitvitas perusahaan penyiaran publik asal Inggris BBC. Aksi ini dianggap sebagai respons Rusia atas tekanan yang diberikan Inggris terhadap Russian TV (RT).
Dilansir Reuters, Roskomnadzor, regulator media Rusia, menyampaikan dalam pernyataannya, bahwa mereka tengah menyelidiki apakah aktivitas stasiun BBC World News dan situs BBC melanggar aturan hukum Rusia.
Mereka menyampaikan pula bahwa keputusan tersebut dilakukan sebagai respons atas langkah regulator media Inggris, Ofcom, yang pada Kamis (20/12/2018) yang menyatakan bahwa stasiun penyiar RT telah melanggar sebagian aturan dalam pemberitaan dan program situasi terkini.
Sementara itu, Kremlin menyampaikan bahwa Pemerintah Rusia telah mengemukakan kekhawatiran atas pemberitaan BBC soal Rusia dan aksi Moskow di Suriah.
"Banyak pertanyaan yang kami utarakan terhadap cara BBC meliput yang terkesan tendensius. Pemberitaan mereka tidak seperti media, namun lebih seperti aksi bersifat politis, politik terselubung, yang telah memiliki perencanaan dan telah berlangsung sejak lama," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Jumat (21/12/2018).
Sementara itu, BBC mengklaim pihaknya telah memenuhi seluruh regulasi yang berlaku.
"Sebagaimana pihak lain di dunia, BBC bekerja di bawah kepatuhan utuh terhadap peraturan Rusia untuk menyampaikan pemberitaan dan informasi yang independen terhadap para pemirsanya," kata seorang juru bicara BBC.
Ofcom selaku regulator penyiaran di Inggris enggan memberi komentar. Sebagaimana dilaporkan, badan tersebut yang mengumumkan bahwa pihaknya mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap RT, yang dibiayai Pemerintah Rusia.
Ofcom menggarisbawahi pemberitaan RT terkait mantan mata-mata Rusia yang diracun di Inggris, Sergei Skripal dan putrinya. Inggris telah menuduh Rusia berada di balik aksi tersebut. Mereka mengatakan intelijen militer Rusia sendiri-lah yang melakukan aksi tersebut. Tuduhan tersebut disangkal oleh Rusia. (Vijay)
