HACKING SITUS KPU ANTARA DATA, FAKTA, DAN HOAX
Bandung, Polkrim On Line, 18 Februari 2017
Pemilu kepala daerah langsung
berhasil dilakukan pada 101 daerah Provinsi, Kota, dan Kabupaten seluruh
Indonesia. Tahapan setelah pemilu dilakukan adalah melakukan perhitungan
pasangan calon yang memenangkan posisi Kepala Daerah.
Pada saat proses perhitungan
resmi dilakukan mulailah bermunculan berbagai insiden terkait dengan proses
perhitungan yang dilakukan oleh KPU dan juga KPUD. Salah satu yang paling ramai
menyerap perhatian publik adalah topik tentang gangguan atau hacking pada
sistem IT KPU.
Sebuah deretan berita di media
sosial yang berhasil dipotret oleh Polkrim on Line memberikan gambaran betapa
serunya topik tentang hacking sistem perhitungan IT KPU ini.
Dari sebuah media sosial Polkrim
On Line menerima deretan berita sebagai berikut
[2/16, 10:47]xxxx
: [16/2 06.01] Mohon maaf bila mengganggu jam pagi anda. Saya hanya minta
doanya xxxxxx di dunia Cyber. Doakan kami, saya xxxxx saat ini xxxx dan beberapa teman skrg lg
fight lawan server yg nyerang kpu:
IP hacker di
deteksi dari Singapura, Vietnam dan China...mereka menggunakan 6 lapis Proxy,
dan menyerang dengan mengirimkan jutaan traffic dalam hitungan menit, sehingga
menyebabkan server KPU down
Skrg proxy
yg nyerang nambah lg dr australia
Xxxxxxx
Secara riil hitungan di KPU xxxx yang menang adalah xxxxx. Tapi karena ulah
hacker hacker xxxxxx maka akan ada
selisih suara yang sangat signifikan.
xxxxxx
Doakan kami.
Mohon doanya team sedang berusaha membackup, ayo yang mau bantu pertahanin ip
KPU *112.215.71.242*semakin banyak yang gabung semakin kuat , dan yang lagi
depan komputer silahkan dibantu yah web KPU diserang dari 4 server yang berbeda
, bertubi2
[2/16,
10:47] xxxx : Mohon bantuannya teman" utk memback up web KPU, ini IP 112.215.71.242 kami kewalahan diserang
bertubi" dari 4 server berbeda.
Mhon sebarkan kpd hacker xxxxxx
[2/16,
10:47] Umi: MOHON BANTUANNYA APABILA DISINI ADA YANG AHLI CARDING, CODING,
HACKING, ATAU ADA MCA, SERVER KPU DOWN... TERINDIKASI SEDANG MENDAPAT
SERANGAN....
Setelah beredar berita di media
sosial ini lah kemudian beberapa pejabat KPU yang diwawacarai oleh media
memberikan klarifikasi tentang serangan hacker ini.
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay
mengatakan hal itu sudah ditangani dan upaya hacking berhasil digagalkan.
"Memang ada yang berupaya
banyak sekali, tetapi tidak mengganggu hasilnya. Tidak ada yang masuk dan tidak
ada yang mengganggu. Jadi hasil di sini itu sudah hasil hitungan TPS. Kalau
teman-teman ada yang kurang yakin, silakan cek TPS-nya itu jumlah suaranya
semua," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay di Hotel Bidakara, Jakarta
Selatan, Jumat (17/2/2017).
Demikian juga Ketua KPU Juri
Ardiantoro menyatakan kepada media bahwa peristiwa tersebut terjadi dengan
serius.
"Ada yang berusaha
(meretas)," ujar Ketua KPU Juri Ardiantoro Kamis (16/2/2017). "Sudah
bisa diatasi," jawab Juri singkat.
Ketua KPU DKI, Sumarno juga
menyatakan bahwa tim IT dari KPU cukup kuat untuk menangkal upaya peretasan.
"Tim kami cukup kuat untuk
mendeteksi serangan-serangan itu. Memang ada upaya untuk meretas server KPU dan
kemarin sempat shut down tetapi kemudian tidak sampai KO, paling agak
kelimpungan sedikit, tapi sudah pulih lagi karena sudah seperti biasa
lagi," ujar Sumarno terpisah.
Demikian juga beberapa pengamat
memberikan pendapat mengenai serangan situs KPU ini.
"Adalah sangat wajar bagi
setiap situs di internet bisa menjadi korban usaha peretasan, apalagi situs
Komisi Pemilihan Umum / KPU yang tentu menjadi situs paling populer di masa
pilkada, tentunya banyak orang yang ingin mengakses informasi situs ini,
termasuk peretas yang ingin mengubah tampilan situs,” kata Alfons Tanujaya,
ahli keamanan dari Vaksincom, kepada media
Akan tetapi belakangan insiden
haking yang diberitakan oleh media itu dianggap hoax dan tidak pernah terjadi.
Sehingga deretan berita yang dilakukan oleh beberapa media Nasional itu pun
dianggap seolah-olah hoax. Bahkan sebuah media nasional buru-buru menghapus
berita tentang upaya peretasan sistem IT KPU itu, karena santernya
ketidakpastian tentang hacking sistem IT KPU tersebut.
Tak pelak Wakil Ketua Umum Partai
Demokrat Roy Suryo, meminta kejelasan
berbagai pemberitaan soal hacking sistem IT KPU. Roy meminta KPU DKI konsisten.
Roy keberatan karena pada mulanya KPU sempat mengatakan sistemnya baik-baik
saja kemudian baru-baru ini mengatakan sistemnya diretas (hack).
"KPUD kalau ber-statement
itu mohon konsisten. Awalnya lewat pernyataan resmi sistemnya baik-baik saja
tidak ada masalah, tapi di akhir katanya sistemnya di-hack," kata Roy
seusai diskusi yang dihadiri oleh para jurnalis di bilangan Cikini Raya,
Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).
Roy kemudian menyarankan pihak
KPUD sebelum memberikan pernyataan resmi melakukan koreksi. Jadi data dan
keterangan yang disampaikan menjadi jelas.
"Saya saran saja, sebaiknya
sebelum statement itu koreksi dulu di-hack atau tidak, dengan segala hormat
saya untuk Pak Marno (Ketua KPU DKI Sumarno, red) dan anak buahnya saya mohon
tidak statement dulu," pungkas dia.
Ahli Keamanan IT Dr. Dian yang
dihubungi per telepon oleh Polkrim On Line menyatakan bahwa serangan yang
dilakukan kepada sistem IT KPU bukanlah hal yang baru. Selama bertahun-tahun
sistem IT KPU selalu menjadi sasaran dari serangan Hacker.
“ Jadi kalau saat ini sistem
perhitungan KPU misalnya diserang oleh hacker, itu bukan berita baru, kalaupun
yang terjadi itu bukanlah hoax.” Kata Dr. Dian kepada Polkrim On Line.
Dr. Dian menyatakan bahwa yang
lebih penting bukanlah serangan sistem IT KPU itu, akan tetapi apakah KPU punya
mekanisme untuk menghadapi serangan hacdker itu.
“ Metode sistem security
survivability yang diusulkan oleh Melon University pada beberapa tahun yang
lalu misalkan malah mengijinkan serangan sistem itu masuk bahkan ke dalam data
base. Serangan itu dibiarkan mengacak-acak sistem. Akan tetapi mekanisme
pengamanan data yang dilakukan membuat data yang diacak-acak itu tidak
tersentuh dan tetap aman. Mereka yang iseng melakukan hacking atau perusakan
data diakomodir, sehingga seolah-olah tindakan mereka berhasil mengganggu
sistem. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya, ulah mereka dipelajari untuk
membangun sistem keamanan yang lebih baik. “ kata Dr. Dian memberikan masukan.
“ Itulah perlunya standar ISO
2700x digunakan di sistem IT KPU. Apakah sistem IT KPU sudah mendapatkan
sertifikasi ISO 2700x ? itu yang saya belum tahu. Kalau di sistem ISO 2700x,
potensi kerusakan data akan berhasil diatasi oleh sistem yang mereka bangun...”
(VIJAY)
Baca
1. Lemahnya Keamanan Dunia Perbankan Indonesia (News Analisys)
2. Gonjang Ganjing BSI (Bank Syariah Indonesia)
3. 194 Milyar Rupiah Rekening Tabungan Raib : Cyber Crime Perbankan Indonesia
4. Saat Data Milik Publik itu Bocor (Lagi...Lagi dan Lagi...?.)
5. Dijual Kartu ATM Nasabah Aktif
6. HACKING SITUS KPU ANTARA DATA, FAKTA, DAN HOAX
7. Modus Kejahatan Menjelang Lebaran : Memanfaatkan Celah Perbankan
.jpeg)


