Laporan PT ADS Bojonegoro : Produksi Sumur Banyu Urip Capai 30 ribu Bph

Laporan PT ADS Bojonegoro : Produksi Sumur Banyu Urip Capai 30 ribu bph

 

 

Bojonegoro, Informatika Newsline, 19/07/2025
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), melaporkan peningkatan produksi sumur minyak Banyu Urip BUIC (Banyu Urip Infill Clastic) di Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro (Blok Cepu). Dirut PT ADS, Mohammad Kundori menyatakan bahwa produksi sumur Banyu Urip telah berhasil mencapai 30 ribu barel per hari (bph).

“Setelah kemarin dilaunching oleh Bapak Presiden dan Menteri ESDM, penambahan produksi sebanyak 30 ribu bph,” kata Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Mohammad Kundori dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD Bojonegoro, Sabtu (19/7/2025).

Dalam rapat kerja PT ADS dan Komisi B tersebut terungkap bahwa sejak 7 Agustus 2024, Sumur Banyu Urip BUIC B13 berhasil mengeluarkan produksi sebanyak 12 ribu bph. Kemudian pada September 2024, Sumur BUIC B12 berhasil mencapai produksi sebanyak 8 ribu bph.

“Dan pada bulan Juni 2025 kemarin (ada) tiga sumur (yang, telah) berproduksi dan memberikan tambahan produksi minyak sebanyak 13 ribu bph, (sehingga) rata-rata (total) sementara (produksinya) per hari nya (mencapai) 28.800 an bph,” ujarnya.

Menurut Kundhori, pengertian dari penambahan produksi, adalah dengan menambahkan tambahan produksi 28 ribu bph pada produksi sebelumnya, yang berada pada angka 145 ribu bph per hari. Penambahan itu akhirnya memberikan laporan produksi per 15 Juli 2025 menembus angka 160 ribu bph.

“Kita berdoa dari tujuh sumur BUIC itu nantinya betul-betul menghasilkan manfaat lifting yang signifikan,” bebernya.

Berkenaan dengan Sumur Banyuurip BUIC, sebelumnya dikabarkan bahwa PT ADS telah menyetujui investasi sebesar 10 juta USD, untuk optimalisasi pengembangan lapangan (OPL), pada 7 lokasi sumur minyak Banyu Urip, Bojonegoro (Blok Cepu) yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dirut PT ADS Bojonegoro, Mohammad Kundori mengatakan, kegiatan OPL itu bukanlah pengeboran sumur baru, melainkan efisiensi sumur eksisting, total sebanyak 7 sumur, yang terdiri dari 5 sumur infill, dan 2 sumur eksplorasi clastic.

Dari investasi total sebesar 10 juta USD, untuk OPL, yang telah disetujui, per tahun 2023, PT ADS telah membayar sebesar USD 181.469 (masih kurang 9,9 juta USD lagi). Rencananya pada tahun 2024 nilai investasi akan ditambah lebih besar lagi mencapai USD 4 juta (kurang 5,9 juta USD lagi). Karena memang investasi ini pembayarannya dilakukan secara bertahap mulai tahun 2022 sampai tercapai 10 juta USD pada tahun 2026.

“Prosentase ini kami bagi, berbeda-beda, untuk penambahan investasi setiap tahunnya,” tutur Kundori.

Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, Hadi Ismoyo, sebelumnya menyampaikan bahwa investasi untuk pengeboran sumur baru di Lapangan Banyu Urip, telah disetujui dilaksakan pada 23 Oktober 2021. Nilai investasi nya mencapai sebesar 150 juta USD, atau setara Rp 2,1 triliun. Biaya tersebut untuk pengeboran 7 sampai 10 sumur baru dalam rentang waktu empat tahun.

Hadi menjelaskan, dari total tambahan investasi USD 150 juta itu, biaya yang harus dibayarkan BKS Blok Cepu sebesar 15 juta USD atau Rp 216,63525 Milyar. Jumlah tersebut sesuai porsi BKS dalam pengelolaan penyertaan modal (Participating Interes/PI) 10 persen yang dibagi empat BUMD.

Rinciannya,
BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) 4,48 persen;
BUMD Provinsi Jatim PT Petrogas Jatim Utama (PJUC) 2,24 persen,
BUMD Blora PT Blora Patragas Hulu (BPH) 2,18 persen, dan
BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1 persen.

Belakangan pernyataan Hadi Ismoyo diralat oleh Mohammad Kundori, bahwa investasi yang disebutkan tersebut bukanlah pengeboran sumur baru, melainkan optimasisasi OPL, dari sumur yang telah ada (PDSJH)












Lebih baru Lebih lama