Banjir Terjadi Di Mana Mana Di Kota Malang, Debit Air Sangat Tinggi

 Banjir Terjadi Di Mana Mana Di Kota Malang, Debit Air Sangat Tinggi



Malang, Informatika News Line, 05/12/2025

Banjir dadakan terjadi di sejumlah lokasi di Kota Malang, pasca hujan deras turun di kota yang pernah dijuluki kota Bunga itu. Banjir terjadi dengan sangat cepat dan surut pula dengan kecepatan yang sangat cepat. Meski demikian jejak kerusakan banjir dadakan ini tercatat di seluruh penjuru kota Malang.

Banjir terjadi sejak Kamis (4/12) setelah hujan deras, terdata 39 titik di sejumlah wilayah Kota yang terdampak banjir dadakan sesaat itu. Ketinggian banjir juga beragam terjadi di wilayah terdampak banjir, bahkan ada wilayah yang ketinggian airnya mencapai 1,6 meter, sedada orang dewasa, mendekati 2 meter.






Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang Prayitno mengatakan bahwa banjir di 39 titik dipicu hujan intensitas lebat pada Kamis (4/12) siang, hal itu memicu meningkatnya debit air pada drainase dan sungai di beberapa wilayah Kota Malang.

"Luapan air masuk ke jalan dan ke pemukiman warga, banyak warga yang terjebak di dalam rumah. Berdasarkan pantauan pusdalops, terdapat 39 titik mengalami banjir dan 1 pohon tumbang," kata Prayitno kepada pers, Jumat (5/11).

Banjir merendam 39 titik di Kecamatan Blimbing, Sukun dan Lowokwaru, dengan tingkat keparahan dan dampak yang berbeda-beda.

Di Kecamatan Blimbing, tercatat banjir dadakan ini di sejumlah titik padat permukiman Jalan Ciliwung, Jalan Kedawung, Jalan Karya Timur, hingga kawasan Glintung.

"Kalau di jalan raya sekitar 80 sentimeter, kalau di sini (Jalan Kedawung 1) sekitar 150-160 sentimeter. Saya cek juga ke Purwodadi," kata Prayitno.

Insiden yang lebih parah terjadi di Jalan Karya Barat, sebuah tembok rumah jebol dan bahkan motor warga hanyut terbawa air di Jalan Letjend Sutoyo. Data BPBD Kota Malang juga mencatat seorang ODGJ yang terjebak banjir di dalam rumah di kawasan Sidomulyo II.

Sementara itu di Kecamatan Sukun, banjir terpantau di wilayah yang diawasi oleh perangkat EWS (Early Warning System) Banjir Bukit Barisan dan Candi, serta Jalan Terusan Sigura-gura. 

Sementara di Kecamatan Lowokwaru, genangan meluas dari kawasan Sudimoro, pertokoan sekitar Soekarno Hatta, hingga permukiman seperti Jalan Candi Kalasan, Jalan Bukirsari, Jalan Kebon Jeruk, dan sejumlah ruas lainnya.

Beberapa titik banjir juga terpantau di sekitar cafe di Soehatt (Soekarno Hatta) dan dekat RS Universitas Brawijaya.

Sementara itu di Kecamatan Kedungkandang, sebuah pohon dilaporkan roboh di Jalan Raya Sawojajar.

Prayitno menyatakan bahwa salah satu penyebab banjir di Kota Malang ini dikarenakan intensitas curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

"(Berdasarkan Informasi dari Pusat) curah hujan naik (drastis) sampai 40 persen karena perubahan iklim," kata Prayitno menjelaskan.

Informatika News juga mencatat, banjir dadakan ini juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo ke arah Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciliwung, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo ke arah Jalan WR Supratman.

Menurut Prayitno penanganan bencana  banjir di Kota Malang, mengedepankan proses tanggap bencana yang memprioritaskan keselamatan masyarakat.

"Dalam proses tanggap bencana (yang utama adalah) keluarga (warga kota) kami selamatkan (terlebih dahulu). (Kemudian, aliran) listrik dimatikan (dulu), karena mohon maaf (aliran listrik) bisa terancam (mengancam jiwa warga) korsleting," kata Prayitno.

BPBD Kota Malang juga melakukan koordinasi dengan ketua RT dan RW di masing-masing wilayah, untuk menentukan titik pengungsian bagi warga yang huniannya mengalami kerusakan. Pihak BPBD Kota Malang juga mendistribusikan makanan siap saji dan family kit.

Dalam pengamatan di sejumlah lokasi, pada hari Jumat pagi, banjir di sebagian besar lokasi, telah dipastikan surut total. Tidak ada laporan korban jiwa.

"Kondisi saat ini banjir sudah surut total. Korban nihil," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, melalui laporannya. 

Berikut catatan Informatika News sejumlah lokasi banjir di Kota Malang yang terdampak banjir dadakan 

1.Tlogomas (sebelum pertigaan lampu merah): Lubang jalan tertutup air

2.Jalan Raya Sawojajar, Sebuah Pohon Tumbang

3.Jalan Soekarno-Hatta (Suhat): Genangan tinggi membuat kendaraan melambat.

4.Jalan Letjen Soetoyo, motor NMAX warga terseret Banjir dadakan, 

Ketinggian air di atas lutut, mobil mogok

5.Jalan Kalpataru, Lowokwaru: Air mencapai atas roda mobil.

6.Jalan Taman Siswa: Debit sungai meningkat, air hampir meluap ke jalan.

7..Depan Roketto Coffee: Jalan tak bisa dilalui kendaraan.

8..Jalan Kedawung: Tim SAR mengevakuasi warga dengan ban karet besar.

9.Terusan Bukisari: Lokasi langganan banjir, air kembali menggenang tinggi.

10.Jalan Karya Barat, Tembok Rumah Jebol oleh air banjir dadakan

11 Jalan Letjen S. Parman: Terendam dan sulit dilalui.

12.Kawasan Blimbing: Air mencapai setang motor.

13.Tirtonadi: Banjir setinggi lutut orang dewasa.

14.Jalan Borobudur: Satu mobil terjebak dan terendam sehingga tidak bisa bergerak.

15. Suhat menuju Borobudur: Ruas jalan ditutup, ketinggian air melebihi lutut.

16 Bunulrejo: Genangan air mencapai lutut orang dewasa.

17.Kendalsari: Air setinggi lutut.

18.Kepuharjo: Genangan di atas lutut orang dewasa.

19.Jalan Cengger Ayam: Ketinggian air sekitar lutut.

20..Jalan Karya Timur: Booth pedagang hanyut terbawa arus.

21.Jalan Taman Siswa (permukiman): Air masuk ke rumah warga setinggi lutut.

22.Jalan Terusan Sudimoro: Genangan setinggi betis.

23.Jalan Ikan Piranha: Terendam dan sulit dilalui.

24. Jalan Ciliwung. 

Sebuah kampus di lokasi Ciliwung terendam air banjir, sejumlah mobil civitas akademika kampus di lokasi parkir tampak terendam banjir

Di depan SPBU Ciliwung terjadi Macet total sepanjang Kamis, akibat genangan air yang cukup tinggi 

25.Jalan Bungur: Wilayah tergenang dengan arus cukup deras.

26..SDN Blimbing 3: Area sekolah terendam hingga lutut.

27.Bengawan Solo–Tumenggung Suryo: Seluruh kendaraan tidak bisa bergerak karena tingginya genangan.

(MIG)













Lebih baru Lebih lama