Waspada Cuaca Ekstrem Jawa Timur
Surabaya, Informatika News Line, 14/09/2025
Banjir yang melanda Nusa Tenggara Timur dan Bali, diperkirakan akan bergeser ke arah kawasan Indonesia bagian barat, termasuk Jawa dan Sumatera. Potensi anomali cuaca ekstrem juga sangat perlu diwaspadai. Gelombang Ekuatorial Rosby dan Madden Julian Oscillation tengah aktif, selain itu juga muncul bibit siklon tropis di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu.
Penyebab banjir bandang di Bali pada 9 September 2025, menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati karena adanya aktivitas cuaca anomali yang berhasil dianalisis oleh BMKG. Dalam analisis tersebut terungkap terdapat beberapa fenomena cuaca yang terjadi bersamaan.
Baca Juga
Bupati Subandi, Lantik Ulang 7 Pejabat Pemkab Sidoarjo
"Jadi misalnya saat kejadian Bali itu, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation yang saat itu aktif, bersamaan dengan aktifnya gelombang Kelvin dan Rosby, selain ada tadi pengaruh mungkin siklon," jelas Dwikorita, Jumat (12/9/2025).
Banjir Bandang Di Bali (9/9 - 10/9/2025)
Dwikorita mengatakan, fenomena itu agak berbeda dengan biasanya. Seharusnya beberapa fenomena yang terjadi, adalah fenomena yang terjadi pada musim hujan, namun kali ini malah terjadi pada musim kemarau.
Sementara itu Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Cahyo Nugroho lebih detail kepada pers mengatakan bahwa memang bencana banjir di beberapa tempat di wilayah Bali pada Selasa (9/9/2025) malam disebabkan oleh akumulasi curah hujan harian yang berada dalam kategori lebat atau di atas 50 milimeter (mm) per hari hingga kategori ekstrem atau di atas 150 mm per hari.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, curah hujan di Stasiun Klimatologi Bali pada 9-10 September 2025 mencapai 385,5 mm, merupakan yang tertinggi dalam catatan sejarah di kawasan ini.
Baca Juga : Anomali Suhu Panas
Dan Panasnya Kota Surabaya pun Menjadi Hilang Berkurang
Suhu Panas Tingkatkan Serangan Penyakit Jantung
Anomali cuaca ini diperkirakan akan mulai bergeser ke Barat ke arah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera. Dalam pantauan Informatika News Line, cuaca sangat panas sudah mulai melanda sebagian wilayah Jawa Timur.
Kawasan Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya mulai merasakan serangan panas yang berbeda dari biasanya. BMKG dan BPBD setempat mulai mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap anomali cuaca yang terjadi.
Sumber dari BPBD Provinsi Jawa Timur Sabtu (13/09) kepada pers, menyatakan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur telah melakukan himbauan siaga kepada seluruh kepala BPBD kabupaten/kota di Seluruh Jawa Timur. BPBD Provinsi meminta seluruh BPBD Kota/Kabupaten untuk siaga 24 jam menghadapi kemungkinan anomali cuaca ekstrem ini.
BMKG Juanda secara spesifik memprediksi cuaca ekstrem yang bakal terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur ini, dapat muncul dalam berbagai kejadian gangguan cuaca. Gangguan cuaca dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang - lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es pada periode sepekan ini hingga 17 September 2025
Adapun beberapa wilayah di Jawa Timur yang diperkirakan terkena bencana hidrometeorologi yakni, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Batu, Malang, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Malang, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi, dan Trenggalek.
Laporan : MIG


