Melihat Museum Sarat Ide Kebangsaan Dan Kemanusiaan ; Museum Dan Galery SBY Dan Ani
Ada video foto buku Serial Box Office Nogosostro Sabuk Inten, Api Di Bukit Menoreh, Komik Ramayana, Mahabharata, dan Bharata Yuda di Catatan Dinding Perpustakaan, sejumlah buku dari 500 buku yang mempengaruhi Presiden Indonesia Ke-6 SBY
Pacitan, Informatika News Line, 26 Agustus 2025
Museum dan galery SBY Dan Ani. Museum besar di tengah kota Pacitan ini, bukan sekedar bangunan yang dibuat untuk kenang-kenangan masa lalu, seperti fungsi kebanyakan museum.
Akan tetapi yang menarik, di lantai 2 tengah Galeri ini ada sebuah perpustakaan yang berisi ribuan buku yang meresumekan berbagai ide luar biasa yang pernah dibawa oleh Presiden RI ke-6, SBY.
Di tengah ruang perpustakaan ada ruang baca kaca, yang besar, berisi foto Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
" Ini ruang baca pribadi Pak SBY kalau beliau berada di Pacitan...." kata Nurullita, gadis muda cantik, di tengah ruangan perpustakaan, saat ditemui Informatika News line, Selasa (26/08), di ruangan Perpustakaan Museum Dan Galeri SBY dan Ani.
"Saya masih sekolah Mas, ini di SMK Negeri 2 Pacitan, jurusan Perhotelan, kelas 3....." kata Nurullita, tersenyum cantik, sambil menunjukkan ribuan koleksi buku di ruang perpustakaan.
Bahkan dari tampilan luar Museum dan Galery SBY Ani ini juga sudah terlihat. Dari luar gedung, memang terlihat seperti didisain ala Gedung Putih. Didisain apik dan sangat menarik. Terlihat sangat mencolok di Pacitan. Ada sebuah gedung kesenian di Kota Cimahi, Jawa Barat yang tampilan depan nya mirip seperti Museum ini.
Sebelum memasuki ruangan dalam perpustakaan ada yang menarik pandangan mata.
Bukan Nurrullita, penjaga perpustakaan hari itu, tapi ada sebuah foto buku baru tulisan tentang oral history dari Pak SBY sendiri. Foto itu menyambut para pengunjung yang memasuki ruangan dalam perpustakaan ini. Standing Firm For Indonesia Democracy, buku yang baru diluncurkan akhir tahun 2024 yang lalu, menghiasi salah satu sudut ruangan perpustakaan.
"..Kalau hari Selasa Perpustakaan kita tutup...." Kata Nurrila lagi. Tapi Nurrullita tidak menerangkan kenapa hari ini, perpustakaan buka, hari ini adalah hari Selasa 26 Agustus.
Agak sulit mengambil dan membaca sampel buku yang ada di meja depan foto. Buku sampel itu dimasukkan ke dalam akrilik plastik yang sempit.
"Di Perpustakaan ini ada 20 ribu buku yang memang didisain untuk menjadi lokasi Perpustakaan Riset..." kata salah satu Petinggi Partai Demokrat pada saat mengantar rombongan para peserta Bimbingan Teknik (Bimtek) Partai Demokrat.
Hari Selasa (26/08) ini kebetulan, Partai Demokrat, sedang melakukan kegiatan Bimtek, di ruang ball room Museum di lantai 2. Ada 700 an orang lebih yang hadir dalam Bimtek. Sebagian besar, 300 an undangan Bimtek, adalah Anggota DPRD Provinsi, Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia, dari Partai Demokrat.
Mengasyikkan berada di dalam perpustakaan besar ini. Sebelum memasuki ruangan khusus perpustakaan, pengunjung bisa menikmati berbagai catatan penting dalam kegiatan kenegaraan Republik Indonesia.
Yang lebih mengasyikkan lagi adalah jejak-jejak ide brilian dari The Thinking General, Presiden ke-6 SBY yang terrekam di berbagai ornamen, foto kegiatan, yang tersebar di seluruh ruang Museum.
Bukan hanya merekam event yang telah berlalu, akan tetapi di setiap ornamen dan foto kegiatan yang ada di Museum ini, terasa aroma ide-ide besar yang dibawa oleh Presiden SBY. Ide demokrasi, ide tentang kesejahteraan rakyat, ide tentang pengelolaan negara, ide kemanusiaan, dan bahkan ide-ide penting bagaimana mengelola sebuah negara dengan kerumitan etnis yang sangat tinggi seperti negeri Republik ini.
Pasti mengasyikkan, memasuki Museum dan Galeri SBY Dan Ani. Bisa menjadi tujuan wisata baru untuk para pelajar dan siswa yang perlu mengetahui bagaimana ide-ide besar membangun negeri yang kompleks ini. Bahkan tak akan jenuh, berlama-lama membaca berbagai referensi pustaka yang jarang ditemukan di lokasi perpustakaan lain.
Buku-buku strategi militer, puluhan buku yang ditulis sendiri oleh SBY, buku-buku referensi dasar yang mahal, seperti Encyclopedia Britanica, dan sejumlah judul buku lain yang jarang ditemukan di perpustakaan lain, ini perpustakaan koleksi milik Presiden RI ke 6 lho.....
Untuk memasuki museum ini, pengunjung biasa diminta membayar karcis masuk 50 ribu rupiah. Untuk warga internasional non WNI dikenakan uang masuk 100 ribu rupiah.
Ada lagi yang menarik, saat melihat sebuah catatan di dinding perpustakaan, tentang 500 buku yang dibaca dan mempengaruhi gaya tindak dan pola pikir Presiden SBY.
Dari ratusan buku tersebut ternyata ada buku popoler, seperti serial Nagasasra Sabuk Inten, Api Di Bukit Menoreh, Komik Ramayana, Mahabharata, dan Bharata Yudha, Karya E. Kosasih.
Reportase : MIG


