Bambang Irawan Dan Putri nya Putri Kawariaan dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan.

 Bambang Irawan Dan Putri nya Putri Kawariaan dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan



Sidoarjo, 24 Agustus 2025

Bambang Irawan Dan Putri nya Putri Kawariaan dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan. Bertemu di sebuah jalan di lingkungan Kali tengah, Bambang menceritakan kisah rumit hidupnya.

Putri (9 tahun), anak nya, terkena serangan syaraf, sehingga dalam kondisi yang lumpuh total dan sangat memprihatinkan. Tidak ada biaya untuk pengobatan dan bahkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari Putri tidak memiliki.

Ayahnya Bambang Irawan dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan. Karena setiap hari harus menjaga anak nya yang dalam kondisi sakit syaraf parah. 


Sementara itu Ibu nya, Siti Khusrotin, pergi meninggalkan anak nya sejak usia 4 tahun. Beratnya memelihara anak yang sakit syarat membuat Siti Khusrotin pergi meninggalkan anak dan suami nya sendirian. Tak pernah diketahui lagi di mana keberadaan Ibu Putri, Siti Khusrotin.

Bambang Irawan dan Putri  membutuhkan bantuan kursi roda, dan santunan uang bulanan, untuk kehidupan sehari-hari, karena tidak ada pekerjaan.

Bambang Irawan Dan Putri (9 tahun) tinggal di Kalitengah Utara RT.04/RW.01, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Meski masuk katagori warga miskin, Bambang dan Putri (9 tahun) tak pernah mendapatkan bantuan, sama sekali. Tak pernah mendapatkan bantuan sama sekali, bahkan tak bisa berobat sama sekali lagi. Tak ada uang, tidak ada BPJS Kesehatan, dan tidak dilayani dengan baik di sarana kesehatan yang ada.

Bambang sempat membawa anaknya ke spesialis Mata, Telinga, dan Syaraf, akan tetapi layanan yang didapatkan tidak tuntas sama sekali. Bahkan Bambang  dilemparkan ke sana ke mari tidak tuntas mendapatkan layanan yang sepenuhnya. Tidak punya biaya membuat Bambang dan Putri tidak pernah lagi kembali ke fasilitas kesehatan.

" Kata salah satu dokter dan perawat, anak saya ini bisa sembuh jika dicukupi oleh ASI ibunya.." kata Bambang.

" Akan tetapi istri saya tidak tahu sekarang ada di mana ..." Kata Bambang.

" Tidak ada yang merawat dan menemani putri, saya tidak bisa meninggalkan Putri sendirian, saya tidak bisa bekerja apa apa...Siapa nanti yang menjaga putri..." Kata Bambang bercerita penuh kesedihan.

Bambang bercerita, sesekali dia membantu menjadi penggali kubur, jika ada yang meninggal. 

" Kemarin ada yang meninggal, kondisi miskin, tak ada yang mau menguburkan, saya yang menguburkan bahkan memasukkan jenazahnya di lubang kubur, tidak ada orang yang mau..." Kata Bambang bercerita.

Bambang juga bercerita pernah bekerja di pabrik sekitar rumah, tapi lagi-lagi harus menerima nasib, dikeluarkan, gara-gara harus pulang balik mengontrol anaknya yang sakit, membuat pabrik tempat bekerjanya menjadi berang.

Putri sudah berusia 9 tahun, akan tetapi tidak bisa berdiri, lumpuh kakinya dan juga seluruh tubuh tidak berfungsi secara sempurna. 

"Apakah Putri saat ini sekolah ..." 

" Boro boro sekolah....sakit tidak ada yang memberikan layanan pengobatan, tidak ada pekerjaan...apalagi layanan sekolah..." Kata Bambang memelas.

Seperti nya seluruh saya kesengsaraan telah mengurung kehidupan Bambang dan Putri  rapat-rapat.

Baznas Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo, harus segera turun, menyantuni warga nya yang terlilit dalam kesulitan ini. Juga warga Sidoarjo, sebaiknya mau ikut berbagi, untuk membantu Bambang dan Putri (9 Tahun) agar mereka bisa melalui kehidupan nya lebih baik lagi di mana depan.

Laporan : MIG



Lebih baru Lebih lama