Realisasi BOS Pondok Pesantren, 196,8 Miliar, hingga Juni 2025, Jangkau 590 ribu Santri, Dan 2500 Pondok Pesantren

Realisasi BOS Pondok Pesantren, 196,8 Miliar, hingga Juni 2025, Jangkau 590 ribu Santri, Dan 2500 Pondok Pesantren

 


 



Jakarta, 10 Juli 2025
Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk jenjang pendidikan pesantren hingga akhir Juni 2025, mencapai Rp 196.864.445.000 (196,8 Milyar rupiah). Jangkauan layanan BOS ini menyasar 590 ribu Santri dari total Lebih dari 5 juta Santri Pondok Pesantren yang tersebar di 39.551 pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Dana sebesar 196,8 Milyar (50,43% dari total pagu sebesar Rp 390,36 miliar), merupakan bantuan yang terbilang kecil, dari jumlah total santri pondok pesantren yang sebesar 5 juta santri lebih itu. Akan tetapi data di Kementerian Agama sendiri hanya mencatat  sebanyak 1.378.687 orang santri, yang terdiri dari Santri Laki-laki: 726.880 orang dan santri Perempuan sebanyak : 651.807 orang, sementara santri yang lain tidak termasuk katagori yang diperhatikan oleh Kementerian Agama.

Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, mencatat sasaran penerima BOS pesantren adalah 

Satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), 

Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dan 

Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) jenjang Ula, Wustha, dan Ulya.

Pada Pondok Pesantren Jenjang Ulya tercatat realisasi tertinggi serapan anggaran BOS mencapai 58,17% (94,29 miliar rupiah) dari pagu 162,11 miliar rupiah. Sementara itu, jenjang Wustha telah menyerap 45,45% (89,75 Milyar rupiah) dari pagu Rp197,49 miliar, dengan akumulasi penyaluran sebesar Rp 89,75 miliar.

Adapun jenjang Ula, yang memiliki pagu terendah sebesar Rp 30,75 miliar, telah merealisasikan 41,66% (12,81 miliar rupiah)


Penyaluran dana BOS Pondok Pesantren ini dilakukan dalam dua tahap. Pada akhir Maret 2025, total dana yang disalurkan sebesar Rp 94,77 miliar, menjangkau 289.931 santri dari 2.350 lembaga. Sedangkan pada akhir Juni 2025, realisasi meningkat menjadi Rp 102,09 miliar, mencakup 301.147 santri dari 2.507 lembaga.

Secara keseluruhan, hingga pertengahan tahun, program BOS pesantren telah menjangkau lebih dari 590 ribu santri dan lebih dari 2.500 lembaga di seluruh Indonesia.

Direktur Pesantren, Basnang Said, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memastikan kelancaran penyaluran dana BOS.

"Capaian ini adalah hasil kerja bersama antara Kementerian Agama, lembaga-lembaga pesantren, dan pemangku kepentingan di daerah. BOS Pesantren adalah bentuk kehadiran negara dalam mendukung akses dan kualitas pendidikan berbasis keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Basnang di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Basnang juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran BOS akan terus ditingkatkan melalui digitalisasi data dan monitoring lapangan secara berkala.

Total dana yang digelontorkan untuk BOS seluruh lokasi pendidikan pada tahun 2025 adalah sebesar 61,01 Trilyun rupiah lebih. Sebanyak 59,2 Trilyun diberikan kepada Dana BOSP (Kemendikbudristek) yang menjangkau 40 juta siswa SD, SMP, dan SMA. Sementara itu 1,79 Trilyun rupiah BOS diberikan untuk Dana BOS Madrasah dan BOP RA (Kemenag):

Sayangnya dari puluhan Trilyun dana Bos yang diturunkan, pondok pesantren, hanya kebagian tidak lebih dari 200 Milyar rupiah saja atau hanya 0,3 % saja. Santri Pondok pesantren di Indonesia hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Hanya ada 0,3 % dana BOS yang diperuntukkan bagi mereka.

Laporan Vijay

 

 

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama